Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 23 Part 2

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 23 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini yaaa guysss... terima kasihh… terima kasih pokoknya mah. Wkwkwk.

Do Min Ik pun mengelap tangan Gal Hee. “Aku sering melihat orang –orang melakukan ini saat tangannya cidera.”

Min Ik menuliskan sesuatu di gips Gal Hee. Emoticon love. Wkwkwkwk.

****

Ki Dae Joo menunggu di bioskop. Ia mencoba menelepon Veronica eehhh tapi ponselnya kehabisan daya.

“Jangan-jangan terjadi sesuatu.”

Veronica mencoba menelepon eehhh tapi ponsel Ki Dae Joo nggak aktif.

“Kenapa ponselnya tidak aktif? Tidak mungkin… dia tidak mungkin masih menungguku.”

Emak dari Veronica datang…

“OKKKK SOONNNN AAAHHHH….”

“TOLONG BIARKAN AKU MENGUBAH NAMAKU!!!” WKWKWKKWKWK….

Emak pun memutar tubuh anaknya. “Kamu baik-baik saja?”

“Leherku mengalami cidera. Berarti aku baik-baik saja. AKU TIDAK PERLU LAGI MEMBUNGKUK DI DEPAN SIAPAPUN.” Kwkwkkwkwk sukaa dehhh sukaa… “Karena sudah dipasang, ini cocok denganku. Dan entah bagimana…ini terasa stabil…..”

Veronica melihat ibunya membawa tasnya…. “Itu tasku bukan?”

“Ahh hampir lupa. Sekretaris park menitipkan ini pada ibu. Ponselmu terus berdering.”

Ada pesan dari Ki Dae Joo.

“Kamu baik-baik saja. Hubungi aku saat kamu senggang. Aku akan menunggu.”

Vero mengatakan. “Karena sudah memastikan keadaanku, Ibu sebaiknya pulang.”

“Heiii Ok Soon…. yaaakkkkk……”

Veronica ngacir pergi.

****

Ki Dae Joo masih menunggu. Kemudian Veronica datang,

“Ki Dae Joo SSHI…”

“Kamu cidera?”

“Kenapa kamu masih menunggu di sini?”

“Apa yang terjadi?”

“Aku mengalami kecelakaan mobil. Tidak ada yang serius. Kata dokter, aku akan baik-baik saja jika memakai ini beberapa hari. Pokoknya, mulai sekarang, jika ada orang yang membuatmu menunggu lima jam. Umpat saja dia dan pergilah. Jangan menunggu sampai dia datang.”

Ki Dae Joo melepaskan jaketnya. “Kamu seharusnya beristirahat. Jika sedang sakit, baik ada yang menunggumu atau tidak.” Jaket pun dipakaikan ke Ok Soon. “Kamu terlalu baik. Jangan pernah berlari seperti ini lagi.”

Dae Joo bahkan menyelipkan rambut di telinga vero. Vero sudah terpejam. Sudah manyun pula. Wkwkwkwk.

Eeehh malah didorong coba. Jahat banget. Qkqkqkqkqkqk.

“Bukankah kamu seharusnya memberitahuku hari ini kamu akan memilihku atau Min Ik?”

“Bagaimana yaaa?” wkwkwkkkw masih digodain aja. “Aku sangat bingung memeilih kalian berdua.”

“Akan kuhargai jika kamu segera memutuskan. Aku merasa terganggu tidak bisa bicara dengan temanku. Dan aku merasa terganggu karena ini selalu terjadi setiap kali kita berjumpa.”

“Baiklah kalau begitu. Kita lihat saja….. dudududuududududududuududu…. deeengggggg….. kurasa pilihanku bukan Do Min Ik. Dudududududuudud…. tidaaakkk…. Ki Dae Joo juga bukan. Daaahhhhh…”

“Aku bukan pilihanmu? Kamu akan pergi sekarang?” wkwkwkkw Veronica sudah balik badan sambil senyum.

“Sudah kubilang. Aku selalu mengatakan hai dan tidak pernah mengatakan daaahh…”

“Itu konyol.” Dae Joo sudah di depan Veronica. “Kukira kamu menyukaiku. Apakah aku keliru?”

“Aku kagum melihatmu tidak terintimidasi oleh aku. Dan aku senang melihat kebodohanmu, dengan menungguku selama lima jam. Dan yang paling penting, meskipun tumbuh besar tanpa orang tua. Tapi hanya ada satu hal yang kurang.”

“Apa itu?”

“kamu terlalu suci.”

“Kalau begitu, kini kamu pasti akan menyukai semua tentang diriku.”

Dae Joo mendekat. Memegang bahu Veronicaaa… dan golllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll kissue terjadi.

Dan Veronica malah mundur. Jaket Dae Joo terjatuh.

Mulai deeehhh sososososoosososoosrrrr. Wwkwkkwkw.

Lanjut ke bagian 3 yaaa… klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!