Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 23 Part 1

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 23 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini yaaa guysss… terima kasihh… huuhuguuguugug….

Veronica dan Jung dilarikan ke rumah sakit oleh ambulance. Jung masih teriak. “Apa yang ingin kamu katakan tadi? Kenapa aku harus berpura-pura menjadi kamu?” dan keduanya masih ambulance yang berbeda. *yaaakkk iyalaah.

***

Kini mereka sudah dapat penanganan. “Aku akan menjadikan bosmu,… presdir.”

“Apa?”

“Bukankah itu tujuan utamamu? Untuk menjadikan bosmu presdir. Jika kamu berhasil menjalankah misi penyamaran ini di pemilihan presdir TnT mobile. Aku akan langsung memberi bosmu 100.000 suaraku.”

***

Nampaknya sih ditaman yaaa… Jung dan Do Min Ik pun saling bicara.

“Aku tahu aku terdengar konyol.” Ucap Do Min Ik. “Entahlah apakah aku bisa menggambarkan perasaanku. Aku memang menyukai Veronica Park. Tapi memang aku juga sangat ingin mengkissuemu, aku menyukai kamu dan dia. Dan hal ituu membuatku merasa bodoh dan menjijikan. Aku membenci diriku sendiri. Bagaimanpun, kukira memilih Veronica Park adalah keputusan yang tepat. Dia wanita pertama yang kucintai. Tapi… selagi aku berlari kemari, aku menyadari kenapa aku jatuh cinta padanya pada awalnya. Karena dia mirip denganmu. Cara dia memijat tanganku seperti kamu. Dia juga menyukai kopi dari toserba, seperti kamu. Cara dia tersenyum kepadaku juga sepertimu.”

Min Ik masih bicara dengan terbata…. “Jadi, pria gila ini sudah membuat keputusan. Pilihanku adalah kamu, Jung Gal Hee.”

Aaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk………………….. nampak kunang-kunag ijooooooooo bertebaran.

“Kamu diam saja. Itu membuatku gugup. Kamu tahu aku tidak bisa melihat wajahmu ataupun ekspresimu. Bukan?”

“Pak…maaf. bisakah kamu memberikanku waktu untuk berpikir?” *kalau aku sih nggak pakai mikir. Sosor aja. Wkwkwkkw.

“Tentu saja kamu butuh waktu. Kemarin, aku bilang tidak bisa melupakan presdir park dan sebagainya. Dan kini aku di sini mengatakan semua ini, aku paham kamu bingung. Santai saja. Kembali ke dalam dan istrihatlah.”

****

Min Ik mengantarkan Gal Hee ke kamarnya.

“jadi, apakah oppamu akan datang?”

“Dia butuh dua hari satu malam untuk tiba di sini.” Mau ketawa takut dosa. “Aku bahkan tidak memberitahunya jika aku cidera. Dia akan mengira aku kerja lembur.”

“Jadi, kamu mau di sini sendirian dengan tanganmu yang patah itu?”

“Aku boleh pulang dari rumah sakit besok. Aku akan bersih-bersih sebentar, lalu tidur.”

****

Do Min Ik di kamar mandi membantu Jung membersihkan dirinya. “Pak, aku sungguh baik-baik saja.”

“Kamu tidak bisa bersih-bersih selagi tanganmu patah. Berikan tanganmu.”

“Baiklah. Jika kamu tidak keberatan.” Jung memberikan tangannya.

“Bagaimana cara mencuci tanganmu ya?” dan ada poster cara cuci tangan. Do Min Ik membacanya. “Enam langkah untuk mencuci tangan dengan benar. Langkah perta,a. Tempelkan kedua telapak tangan sambil digosok.”

Kemudian saya geli. Wkwkwkwkwkwk… padahal yang dicuci tangannya Jung. Jung pun geli. “Kamu tidak akan mengikuti keenam langkahnya bukan?”

“Kamu tidak lihat ya? Di situ tertulis, jika tidak mencuci tangan anda akan terkena kuman 260.000 kuman hanya dalam tiga jam. Langkah kedua, kepalkan kedua tangan sambil digosok.”

“Bisa lebih cepat? Lanjut ke langkah ketiga. Gosok telapak tangan dengan punggung tangan lainnya.”

“Punggung tangan? Rumah sakit mungkin tampak bersih. Tapi banyak kumannya. Selain itu, debu halus menjadi isu serius dewasa ini. Jadi, kita harus mencuci tangan. Langkah keempat, gosok ibu jari dengan tengan lainnya. Langkah kelima… jemari saling menggenggam, lalu gosok sampai bersih.”

Eeehhh malah kesempatan buat genggaman tangan coba.

“Hei,,, aku tahu, aku gagal mendapatkan kepercayaan darimu. Jadi, meskipun kamu tidak menyukaiku, aku tidak bisa banyak komentar.” Ucap Min Ik. “Tidak… jangan bilang kamu tidak menyukaiku. Aku akan memberimu waktu selama mungkin.”

“Direktur Do, itu sebaiknya dibahas nanti.”

“Aku memang tidak bisa apa-apa jika kamu memutuskan untuk menolakku. Tidak…… jangan menolak aku. Kamu adalah orang yang sangat postitif. Bukankah begitu?”

Jung pun melepaskan tangannya. “Langkah keenam tidak penting, jadi kamu bisa pergi sekarang. Kurasa kamu sudah membunuh semua kumannya.

Lanjut ke bagian 2 yaaa… klik di mari.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!