Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 21 Part 4

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 21 Part 4 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… Min Ik langsung bicara. “Maaf, harus mengatakan ini. Tapi keluarga kita ingin menikahkan kita. Kurasa kita harus membicarakannya. Jika kamu masih mengencani pria yang kamu bicarakan….”

“Mereka sudah putus hubungan.” Ucap Veronica Park asli. *guysss saya pakai peran asli ya. Walaupun mereka bertukar identitas.

“Apa?”

“Presdir Park pernah memberitahuku, kali pertama karena penasaran dan kali kedua karena kebetulan. Karena terus berkencan dengan Direktur Do, presdir park akhirnya menyukaimu.” *persis. “Dan kini presdir park ingin memulai kembali denganmu sebagai pasangan kekasih. Presdir Park telah menantikan telepon darimu. Dia selalu mengecek ponselnya, aaah yaa…dia ingin menyaksikan konser ini bersama anda.”

Vero pun mengambilkan tiket. “…. jadi, dia membelikan dua tiket.” Tiket dimasukkan ke kantong Do Min Ik. “Presdir Park. Lihatlah wajahnya. Dia pasti tersanjung. Wajahnya memutih dan memucat…”

Daaannnn kekonyolan Veronica menjadi… dia ngeledekkin Do Min Ik tapi Min Ik nggak sadar aja.

“Mungkin kita sebaiknya bicara di luar.” Ucap Jung.

****

Mereka bicara di bioskop.

“Kalau dipikir-pikir. Aku harus berterima kasih kepada sekretarisku. Sekretarismu nampak sangat unik.”

“Btw, aku sudah bilang aku memacari orang lain. Tapi kamu menemuiku lagi. Apakah itu artinya kamu masih menyukaiku, Veronica Park? Kamu tidak tertarik pada perempuan lain?”

“Orang lain? Apa maksudmu?”

“ahh kamu tidak tertarik pada wanita lain. Sudah kuduga. Bagaimana mungkin kamu berpindah ke lain hati? Anda menjadi kamu, aku juga pasti menyukai diriku.”

“Bagaimana denganmu? Apakah ucapan sekretarismu tadi benar? Kamu menyukaiku sebagai pasanganmu? Bukankah begitu?”

“Benar. Aku begitu menyukaimu sampai lupa dengan tindakkanku. Jadi, kini kita berpacaran?”

“Apa? Tentu. Tapi…. ahahhhh benar juga. Rapat itu!!!!! Pukul berapa sekarang? Maaf, aku lupa ada rapat hari ini.”

“Tidak ada rapat hari ini.”

“Kurasa aku harus pergi.”

“Tunggu….. Lantas bagaimana hubungan kita?”

“Ahhhh….” Min Ik mengeluarkan tiket. “Bagaimana kalau kita memutuskan apakah kita berpacaran di hari konser ini?”

“Kenapa?”

Kemudian Min Ik pura-pura ditelepon. “Ohhh Sekretaris Jung. Aku harus segera ke sana. Baiklah. Aku akan segara datang. Sampai jumpa hari rabu…di pusat kesenian.”

Min Ik pun dadah dadah.

****

Paman Sim memikirkan supir yang ia lihat malam-malam. Paman Sim mengingat saat dia menerima telepon di mobil dan saat itu supirnya sama.

“Hai…sudah berapa kali aku melarangmu makan di mobil?”

Dalam hati paman berkata… “Itu pasti dia.”

****

Min Ik uring-uringan di kantornya.

“Kenapa aku tbtb membahas konser itu di sana? Sudahlah… dia bilang dia menyukaiku. Aku akan memintanya menjadi pacarku di hari rabu.”

Eehhhh tapi pandangan Min Ik teralihkan di kolam. Ia ingat Jung… “Kamu pasti sudah gila. Kali ini aku memikirkan Sekretaris Jung. Dia sedang apa yaa? dia baik-baik saja? Baru satu hari, tapi kenapa aku begitu merindukan dia?”

Min Ik bicara pada bola lumut…

“menurut kalian… menenmui Sekretaris Jung untuk terakhir kalinya? Baiklah. Jika kalian mengapung. Aku akan menemui Sekretaris Jung. Jika tidak. Aku tidak akan menemuinya. Satu dua tigaa…”

Bola ijo masih diam aja.

“Aku tidak sekejam itu. Aku akan memberi kalian satu kesempatan lagi. Satu duaaaaa tigaaa….”

Bola ijo diem bae.

“Kalian ini tahu apa? Aku bisa menemui dia jika ingin menemui dia.

Lanjut ke bagian 5 aja. klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat