Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 20 Part 2

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 20 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasihhhhhh…. terimaaaa gajiii….

Mi Ik masih menggendong Oppa. Jung hanya minta maaf. “Maafkan aku. Sopir taksi tidak mau datang sejauh ini.”

Ponsel Jung pun berbunyi. “Ini dari Pak Eun (supir jahara itu). Dia pasti sedang kurang sehat. Dia ingin tahu apa dia bisa cuti beberapa hari.”

“Katakan tidak apa-apa.” Ucap Min Ik yang kelelahan.

“Baiklah.”

“Oppaaa… kita sudah sampai.” Ucap Jung membangunkan kakaknya.

“Turunkan aku.” Oppa pun turun. “Terima kasih.”

Dan Oppa jalan lancar banget…

“Ahhh sudah kuduga.” Ucap Jung dengan penuh kebencian.

“Maafkan aku. Kamu sudah boleh pulang sekarang.” Ucap Jung pada Min Ik.

“Boleh kupakai kamar mandimu?”

****

Sambil kakinya kesakitan, Min Ik menaruh anting yang bukan imitasi ke tempatnya semula.

****

“Jadi, kamu terlambat datang karena harus menaruh anting baru di rumah Sekretaris Jung?” Tanya Ki Dae Joo yang ada di kamar Do Min Ik.

“Ya.”

“Kenapa?”

“Apa maksudmu kenapa? Sekretaris Jung tidak perlu memakai barang palsu.”

“Itu maksudku. Kenapa kamu peduli anting Sekretaris Jung asli atau palsu?”

“Itu karenaa…”

“Karena apa?”

“Karena aku…” Min Ik bingung sendiri.

“Karena apa? Karena kamu menyukai dia?”

“Apa maksudmu? Aku sudah membertahumu. Aku suka orang lain.”

“Tingkahmu aneh sejak rapat pemegang saham. Kamu terus bilang kamu menyukai wanita lain itu, tapi kamu terus memperhatikan sekretaris Jung. Dan kamu selalu di sampingnya.”

“Yak…. itu karena… sebenarnya ada sesuatu yang kurang aku pahami.”

“Apa?” Tanya Dae Joo.

“Tekanan darahku naik saat aku bersama Sekretris Jung.”

“Tekanan darahmu?”

“Saat bersama wanita yang kusuka, tekanan darahku tidak naik. Tapi saat aku bersama dengan Jung. Jantungku mulai berdenyut. Kemudian berdebar sangat cepat.”

“Apapun alasannya, apa yang perlu diragukan? Sekretaris jung juga menyukai…. dia menyukaimu karena kamu bos yang hebat. Dan jika kamu menyukainya, lupakan wanita lain itu dan mulailah berkencan dengan Jung.”

“Aku tidak bisa melaupakan wanita lain itu. Dia seseorang yang sangat sulit dilupakan. Jika kamu pernah bertemu dengannya kamu akan memahami yang kumaksud.”

“Sungguh? Siapa perempuan itu?”

“Veronica Park.”

Dae Joo nggak senyum lagi. “Apa katamu? Maksudmu wanita yang kamu sukai Veronica Park, presdir Cinepark?”

“Kamu mengenal dia?”

“Kenapa kamu baru memberitahuku?”

“Kukira kamu akan berhenti bertemu setelah dua kali kencan.”

“Tidak ada hal serius yang terjadi di antara kalian bukan? Ini hanya cinta bertepuk sebelah tangan untukmu, bukan?”

“Kami bahkan pernah kissue.”

Dae Joo patah hati. Ia mengambil ponselnya. “Maafkan aku. Kurasa aku tidak bisa datang hari ini. Ada sesuatu yang perlu kuurus.”

Di seberang sanaaa…. Veronica sudah siap dengan pakaian tempurnya. “Tapi kamu bilang akan datang. Kenapa tbtb membatalkan? Dae Joo Sshi…. haloooo Tuan Suci”. Telepon ditutup kemudian Vero teriak kayak tarzan.

****

Dae Joo bilang ke Min Ik lagi. “Jika kamu tidak mau merekalan dia, bagaimana dengan sekretaris jung? Kamu mempermainkan dia?”

“Siapa yang mempermainkan dia? Kamu tahu bagaimana perasaanku saat dia enggan memperbaharuhi kontrak? Saat usiaku 7 tahun, ibuku menelantarkan aku di sini. Rasanya seperti itu.”

“Jadi, apa yang hendak kamu lakukan?”

“Aku juga tidak tahu Dae Joo. Kamu mungkin tidak percaya, tapi aku serius. Apa yang kurasan di sekitar Veronica Park itu nyata. Dan benar jangtungku berdebar-debar tiap melihat Jung.”

“Dengarkan ini, Do Min Ik. Aku berharap bisa membantumu siapa yang harus kamu relakan. Tapi itu pilihanmu. Aku tidak akan bilang kamu harus bagaimana. Tapi kamu harus merelakan salah satu dari mereka. Sampai juma di Sana, jam yang sama besok. Ambil keputusan. Dengan demikian aku bisa memberikan jawabanku.”

Da Joo pun pergi.

Lanjut ke bagian 3. klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *