Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 18 Part 3

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 18 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa guys... terima kasih sudah setiaaa sekali nunggu updateannya.

Dengan polosnya, Do Min Ik bercerita pada Ki Dae Joo. “Fail? Fail apa?” tanya Dae Joo.

“Orang tidak adil, tapi para dewa adil.”

“Yaaakk… para dewa sama sekali tidak adil. Aku punya ketampanan dan kecerdasan tinggi.” Njirrrrrrr ternyata Ki Dae Joo bisa nyombong sampai Do Min Ik bengong. “Kenapa kamu menatapku begitu tajam? Aku tidak pernah lihat atau membuat fail seperti itu.”

“Lantas, kenapa USB iti ada di kantormu?”

“Entahlah. Apa fail itu penting?”

Dalam hati Min Ik berkata… “Aku tidak bisa lihat wajahnya, tapi harus memercayai dia. Jika tidak, tidak ada seorang pun di dunia ini akan memercayainya.” Min Ik pun sibuk minum bir.

“Berhentilah minum. Nanti kamu khilaf lagi saat mabuk.”

“Kapan aku khilaf saat mabuk?”

“Omong-omong, soal wanita yang kamu sukai. Kamu masih menemui dia?”

“aku tidak berpikir itu akan berakhir dalam masa lalu yang sempurna.”

“Maka kita tidak bisa melakukan ini. Kurasa aku harus menjodohkan sekretaris Jung.”

“Jangan…” Ucap Min Ik.

“Kenapa jangan?”

“Tidak. Aku tidak suka saja.”

“Kenapa dia tidak boleh berkencan jika kamu mengencani seseorang?”

“Dia naksir pria. Bahkan dia sulit tidur di malam hari.”

“Dan menurutmu siapa orang itu? Pakai otakmu.”

“Ada seorang pria. Dia brengsek. Omong-omong, apa kamu memutuskan untuk berhenti karena aku?”

“Aku menyiapkan hadiah untukmu. Begitu siap, aku akan keluar dengan elegan. Kamu hanya perlu membawa saputangan.”

Kemudian keduanya mendapatkan notifikasi pesan…

“Direktur Park?” Ucap Min Ik.

Ki Dae Joo mengeluh. “Aku baru membawa setelanku satu-satunya ke penatu. Pergilah lebih dahuli. Aku akan ambil setelan dan datang ke sana.”

****

“Menurutmu. Bagaimana wajahku?” Tanya Veronica pada Jung Nam Hee. Manyun-manyun gitu udah nggak paham lagi sama vero ini.

“Ibuku bilang aku harus selalu berusaha jujur.”

“Baik. Jujur saja.”

“Matamu dipenuhi dengan hasrat. Pipimu penuh dengan ketamakan. Dan bibirmu tampak sangat jahat hingga aku ingin menamparmu di…. maafkan aku, aku seharusnya akur denganmu. Jadi, aku berusaha mengatakannya dengan sopan.” Njirrr kayak gitu sopan?

“Aku setuju. Masalahnya… meski begitu, dia menyebut aku bayi…. ada pria yang bilang aku seperti bayi… bisakah aku memercayainya?”

“percayai agama sesat saja.” Wkwkwkkkwkwkwkwkwkkwkw ngakak parah yaaa Tuhaaannnn… artinya gombal banget kalau Veronica Park disamain kayak bayi. “Kamu memanggilku hanya untuk menanyakan itu?”

Kemudian ponsel Vero yang jumlahnya 10 bunyi…. “Ponsel bayi berbunyi. Apakah itu dari nomor satu?”

“Ponsel nomor sepuluh.” Jung Nam Hee pun mengambilnya. Kemudian membacanya. “Ibunya Direktur Park Hyun Chul meninggal?”

“Tunggu….. Direktur Park? Berarti, semua pegawai akan datang. Dan artinya bayiku akan datang. Aku harus ke pasaraya dulu.”

“Kenapa?”

“Untuk membeli gaun pemakaman terseksi di dunia.” Wkwkw sambil ngelipet perut gitu. Ini Veronica Park ini perempuan tulang lunak kali ya?

***

Saat perjalanan dengan supirnya. Do Min Ik memikirkan apakah supirnya adalah pelaku penyerangan dan pencurian di rumah Jung Gal Hee.

“Direkur Do, bagaimana dengan setelan anda?”

“Sekretaris Jung akan membawakannya.”

***

“100 dolar… 200 dolar…. 300 dolar…” Uang terkumpul pada Sekretaris Lee. “Kerja kalian bagus hari ini.”

“Ini banyak sekali. Bohong kalau perusahaan tidak punya uang.” Ucap Nona Boo.

Ahjumma Koo nyamber. “Benar…. bahkan uang duka dari direktur sebanyak itu.”

“Omong-omong kenapa tidak ada pemberitahuan belakangan ini?” Tanya Ha Ri Na. “Sudah lama kita tidak berkumpul.”

Lanjut ke bagian 4 yaaa… klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!