Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 18 Part 1

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 18 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkanpnya kamu bisa cari tahu di sini yaaa guys. Terima kasih sudah mengikuti sinopsis di sini yaaa..

“Kakak yakin tidak membutuhkanku?” Tanya Jung pada kakaknya yang masih diopname.

“Jika kamu datang, kakak akan menghabisimu. Kakak belum pernah dirawat sebaik ini seumur hidup.”

“Hanya sajaa.. aku agak ketakutan jika tidur sendirian. Jadi… yaaakk adikmu juga ini seorang wanita.” Jung akan membuang sampah dari arah belakang seseorang mengikutinya.

Refleks melawan… Jung menggunakan sampah yang ia bawa untuk memukul. Ternyata tersangkanya adalah bosnya sendiri. Sampah pun berhamburan.

“Pak!!!! Yakkk ampun. Maafkan aku. Tapi kenapa kamu di sini? Kamu sudah pergi dua jam lalu. Jangan-jangan, kamu ingin melindungiku seperti anjing penjaga karena khawatir aku takut sendirian ya?”

“Seperti anjing? Kamu memanggilku anjing?”

“Bukan seperti itu maksudku.”

“Yaa… sudah lama aku tidak datang ke kota kecil semacam ini. Udaranya segar, dan langit malamnya penuh bintang. Aku cuma anjing yang berjalan-jalan. Kamu manusia, sebaiknya pulang.” Wkwkkwkw. “Dan jangan hiraukan aku, si anjing.”

“Kalau begitu, kamu mau tetap di sini?”

“Auuuu aaauuuuuu…”

“Kamu mau masuk?”

***

Do Min Ik menggunakan baju Oppanya Jung Gal Hee yang kependekan. Gal Hee pun menyiapkan tempat tidur untuk Do Min Ik.

“Entah apakah kamu bisa tidur dengan nyaman di sini. Tidakkah sebaiknya kamu tidur di kamar kakakku?”

“Untuk penjaga rumah seperti anjing penjaga, aku harus tidur di ruang tamu. Aku tidak boleh tidur di dalam. Jangan hiraukan aku, kamu sebaiknya masuk dan tidur.”

“Hei… Direktur Do. Bolehkah bertanya sesuatu?”

“Apa?”

“Direktur Ki Dae Joo, adalah sahabatmu bukan? Tapi kenapa kamu merahasiakan penyakitmu darinya?”

“Aku tidak merahasiakannya. Bahkan kamu sekretarisku. Selalu ingin hengkang karena sulit bekerja untukku. Dia temanku satu-satunya. Betapa repotnya dia jika tahu aku sakit? Ki Dae Joo terlalu baik. Sejak kami berusia tujuh tahun, dia membawaku ke rumah sakit. Saat ujian sekalipun jika mendengar aku sakit… jika dia tahu aku sakit, maka akan membebaninya. Bukannya aku ingin merahasiakannya. Ada apa?”

“Tidak apa-apa. Pokoknya kamu sebaiknya merahasiakan penyakitmu sampai pemilihan akhir calon presdir perusahaan. Kamu tidak boleh melakukan kesalahan. Jadi, ajaklah aku selalu ke mana pun kamu pergi.”

“Berarti, kamu tidak akan hengkang?”

“Tidurlah yang nyenyak.” Kemudian Jung dilarang pergi oleh Ki Dae Joo.

“Jangan pergi. Sekretaris Jung,  aku harus bagaimana? Saat ini…sejak tadi…bukan…. seharian ini…aku selalu ingin menghubungi wanita itu.”

“Kamu belum bisa melupakan dia?”

“Aku ingin menghubunginya sekarang dan bilang aku merindukannya. Bahwa aku ingin menemuinya dan memeluknya. Tapi aku sudah berjanji kepadanya untuk melupakan dia setelah hari ini. Jadi, bisakah kamu menggenggam tanganku agar bisa melewati malam ini tanpa melakukan hal bodoh.”

“Bisakah kamu juga menggenggam tanganku?” Tanya Jung.

“Untuk apa aku melakukan itu?”

“Karena aku juga merasakan hal yang sama. Seharian ini, aku penasaran apakah dia sudah makan dan apakah aku menyakitinya. Aku mencemaskan dia seharian. Aku ingin berada di dekatnya. Tapi, aku memutuskan untuk melupakannya. Mari kita lupakan mereka.”

“Pegang yang erat. Jangan pernah berpikir untuk menghubungi pria yang hanya bisa tidur seharian. Btw, kamu juga akan membantuku tidur?”

“Apa?”

“Kamu tidak keberatan menyanyikan lagu pengantar tidur untuk pria itu.”

“Kamu serius?”

“Aku hanya ingin tertidur tanpa memikirkan apa pun. Kumohon tidurkan aku.”

“Kalau begitu… berbaringlah di sini.” Jung menyiapkan bantalnya.

Lanjut ke bagian 2 yaaa… klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *