Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 17 Part 3

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 17 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yanng ini yaaaa… terima kasih banyakk….. terima kasih sudah mengikuti di besoksore.com.

Jung Gal Hee ada di tangga. Ada suara Ki Dae Joo. “Kenapa anda tbtb ingin menemuiku di kantor? Rupanya ada kesalahpahaman,”

“Kukira kamu mendukung 100.000 saham veronica park, tapi ternyata bukan.” Ucap Tuan Sim. Kemudian ia menunjukkan hasil temuannya pada Ki Dae Joo tentang stoking Min Ik dan surat. “Kamu tahu ini bukan? Rumah sakit sangmo, departemen neurologi.”

“Min Ik sakit?” Dae Joo malah tanya.

Tuan Sim pun tertawa. “Astagaaa… aku hampir percaya itu. Aktingmu cukup bagus untuk memenangi anugerah di festival film cannes. Kamu dan Min Ik saling terbuka. Tapi kamu tidak tahu hal ini? Berakting atau tidak, itu tidak penting. Cukup cari tahu nama penyakit Min Ik. Jika aku bis menggunakann itu untuk menyingkirkan bocah itu, Divisi mendia akan digabungkan dan kamu boleh memilikinya.”

*ini di atasnya Jung Gal Hee lagi nguping yak.

***

Gal Hee keluar dari tangga darurat seakan tak menyangka atas apa yang dia lihat.

Tak lama, ponselnya bergetar dan ada telepon dari Ki Dae Joo.

“Halo….? Direktur Ki?”

***

Gal Hee menemui Dae Joo di atap gedung. *orang korea suka benget yaaa ngobrol di atap gedung.

Dalam hati Gal Hee berkata…. “Dia bilang aku harus merahasiakan penyakitnya.” Dan Jung mengingat Tuan Sim meminta Ki Dae Joo tentang penyakit Min Ik dan akan menyingkirkannya. “Jika aku memberitahunya, Direktur Do akan terancam.”

“Sekretaris Jung.”

“Ya.”

“Apakah Min Ik tidak mengenaliku hari itu karena dia sakit?”

“Tidak. Dia mabuk.”

“Apa maksudmu? Min Ik tidak pernah minum lebih dari segelas sampanye.”

“Ya. Aku tahu. Kamu benar… tapi…” dalam hati bilang dan mikir…. “aaku harus bilang apa agar dia memercayaiku?…… kemudian kalimat yang keluar adalah…. “Aku menyukai Direktur Do.”

“Apa?”

“Sejujurnya, aku menemuinya hari itu untuk mengungkapkan perasaan. Kamu melihat busanaku bukan? Busanaku tidak seperti biasanya. Tapi begitu bertemu dengannya., aku tidak mengatakan apapun.”

“Itu sebabnya dia mabuk?”

“Ya. Kami saling menuangkan minuman dan minum dua botol soju. Jadi, akhirnya dia mabuk dan tidak mengingat apa pun soal malam itu. Dia tidak mengingat pengakuanku dan saat kami ke bioskop untuk meredakan pengar…. bisakah kamu merahasiakannya? Dia sebenarnya menyukai seseorang. Jadi, aku merasa lega saat mengetahui dia tidak mengingat apapun. Jika tahu aku mengungkapkan perasaan, dia pasti akan merasa canggung bekerja denganku. Tapi aku masih ingin berada di dekatnya.”

“Kamu begitu menyukai Min Ik?”

“Aku ingin melindungi dia. Jadi tidak bisa menjadi pacar. Aku ingin menjadi sekretarisnya.”

“Sekretaris Jung… jika suatu hari Min Ik mengidap suatu penyakit. Pokoknya kamu harus memberitahuku. Hanya kita berdua yang bisa membantu dia di perusahaan ini.”

“Baik.”

“Btw, bolehkah aku menanyakan sesuatu? Apa hubunganmu dengen Veronica Park, Presdir Cinepark.?”

“Aku menemui dia untuk urusan pekerjaan. Presdir Sim memperkenalkan kami agar bisa membicarakan hal eksklusif perusahaan terhadap konten Cinepark.”

“Itu saja?”

“Ya.”

****

“Astagaa semoga tindakkanku benar. Tapi kenapa mereka nonton tengah malan jika ingin membahas soal pekerjaan? Astagaa… aku sungguh tidak mengerti.” Ucap Jung saat bicara sendiri.

Kemudian Jung melihat Min Ik.

“Direktur Do, kamu mau ke mana?”

“Batalkan semua jadwalku hari ini.”

“Semua? Kenapa?”

“Batalkan saja. Kamu juga sebaiknya pulang.”

Min Ik pergi. Lagi-lagi Jung berkata sendirian. “Bagaimana jika dia tidak mengenali orang-orang selagi sendirian? Apa aku mengikutinya saja?”

Lanjut ke bagian 4 yaaa klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat