Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 17 Part 2

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 17 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa guys. Terima kasih sekaliiiiii... wkwkwkwkkwk.

Tuan Sim Hae Yong memandang lukisan naga di kantornya. “Lukisannya miring. Atau hanya perasaanku saja?”

***

Dan inilah trio ahjumma…

“Bukankah Gal Hee mengatakan Min Ik Shii… malam itu?” Ucap ahjumma Koo.

“Unnie juga dengar itu?”

“Ya.”

“Kukura aku salah dengar karena kita terlalu sibuk.” Ucap Ahjumma Boo.

Ha Ri Na berkata. “Kalau kupikir-pikir. Itu sangat aneh. Aku belum pernah melihat Gal Hee berpakaian seperti itu di kantor. Bahkan saat kita ke kelab. Dia memakai kardigan merah yang aneh itu.”

Kemudian Gal Hee pun muncul.

Ahjumma Koo masih gagap…. “GAGAGAGGAGAGGA GAAALLL HEEE yaaa…”

“Myuuuuungggggg Jung Unnie….” wkwkwkwkwk Gal Hee ikutan gagap.

“Kamu sudah memberi makan ikan?”

“Sudah. Kamu sedang mengerjakan tugas memo lagi?”

“Ya.”

“Yak…. Jung Gal Hee… jika kamu datang ke kantor dan memakai lipstik merah merona… kira-kira apa alasannya?” Tanya Boo.

“Itu tidak akan pernah terjadi.”

Ahjumma Ko pun maju. “Kalau begitu,, bagaimana jika kamu memepas kacamatamu dan memakai lensa kontak?”

“Itu pun tidak akan pernah terjadi.” Ucap Gal Hee.

Kini Ha Ri Na yang bertanya. “Kalau begitu, bagaimana jika kamu memanggil bosmu, Min Ik Sshi….””

“Itu tidak akan pernah terjadi. Apa kalian menanyakan ini karena kemarin melihat sesuatu di kantor ini????”

“Tidakkkk…” ketiganya menjawab kompak. “Yakkk yang benar saja. Kami bahkan tidak ada di kantor. Jangan konyol.”

Mereka pun tertawa canggung dan Gal Hee masuk ke kantor Min Ik.

***

“Bagaimana aku harus menghadapinya?” Gal Hee melihat Min Ik di ruangannya. “Jangan gugup. Bersikap normal saja. Aku sekretaris Jung yang sama seperti kemarin.”

Gal Hee pun masuk ke ruangan bosnya. “Hai… Direktur Do…”

“Kamu terlambat.”

“Maafkan aku. Ada masalah di rumahku tadi. Kamu belum sarapan, bukan? Ini yoghurt blueberry dan kopi flat white. Dan aku membeli sushi di hotel Kingdom, jadi, bisa kamu makan nanti siang…”

Sambil naruh makanan di meja. Mereka dekat-dekatan kemudian tatap-tatapan lagi. Eehhh Jung Gal Hee inget adegan itu dong.

“Kamu pasti sangat tidak ingin menatapku. Dilihat dari caramu memalingkan wajah seperti itu.” Ucap Do Min Ik.

“Hanya saja aku merasa mengidap flu.”

“Kerikilnya ada di sana.”

Min Ik nampak sangat murung. Jung bertanya. “Kamu baik-baik saja?”

“Kenapa? Kamu berharap ada masalah?”

“Tidak.. maksudku…. jika kamu baik-baik saja, maka syukurlah.”

“Ada masalah. Aku putus hubungan dengan Veronica Park. Bagaimana denganmu? Teman kencanmu di saunda yang tidur seharian itu?”

“Ahhhh aku juga putus hubungan dengannya. Seperti ucapanmu, dia bukan pria baik.”

“Baguslah.”

“Omong-omong direktur Do… jika merasa agak kecewa dan butuh teman untuk makan atau minum, kamu boleh mengajakku kapan saja. Aku akan menemuimu di mana pun dan sesibuk apa pun aku.”

“Kenapa kamu tbtb bersikap baik? Itu membuatku merasa gelisah.”

Dalam hati Jung Gal Hee bilang begini. “Karena begitu aku berterus terang kepada Direktur Ki Dae Joo. Ini mungkin akan menjadi akhir bagi kita.”

Do Min Ik menjawab. “Aku tidak membutuhkan teman untuk makan atau minum. Jadi, lakukan saja tugasmu.”

“Baik. Aku akan memperbaiki laptopku dahulu secepat mungkin.”

Lanjut ke bagian 3 yaaa…. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat