Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 16 Part 3

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 16 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini…. bagaimanakah kisah Veronica yang mau nonton? Apa ketemu dengan Jung Gal Hee?

Veronica pun masuk ke bioskop. Dari arah atas, Veronica melihat Do Min Ik dengan samar-samar… “Tidak mungkin….”

Rhhh saat Vero mau nengok, Ki Dae Joo malah datang. Dan duduk di samping Veronica. Vero langsung seneng.

“Aku membuka tasku sebelum berangkay ke kantor saat fajar. Dan aku menemukan ini di dalam tasku.”

Sebuah ponsel. “Ahhh rupanya ada di situ. Aku mencarinya ke mana-mana.”

“Kamu sengaja melakukannya.”

Veronica pun mengambilnya, “Itu tidak sengaja.”

“Bukankah kamu sudah sering mempermainkan banyak pria?”

Veronica pun menguap. “Aku begadang. Sehingga mataku tinggal lima watt. Nanti saja kita cari tahu soal itu. Sementara itu, bolehkah aku meminjam ini sebentar?”

Vero nyender tapi Ki Dae Joo menghindar. “Kenapa? Kamu takut kepalaku berat?” wkwkwkkw.

“Aku takut jantungku akan berdebar.” Wwwwwaaaakakkakakaka “Jika aku mulai menyukai seseorang yang begitu luar biasa, kurasa aku tidak akan bisa mengatasinya.”

Veronica Park mulai galau dan mengambil napas panjang. “Kamu sudah puas? Tuan Suci?”

Dan kepaka Veronicar Park digeser gitu sama Ki Dae Joo ke bahunya. “Menawarkan roti kepada orang yang lapar. Dan menawarkan bahu kepada orang yang mengantuk. Itulah yang diajarkan oleh kakekku.” Wkwkwk sae ae luh.

“Aku suka kakekmu. Kalau dipikir-pikir, kamu belum memberitahuku soal ini, apa yang membuatmu menjadi bajingan?”

***

Film selesai. Bioskop nyala lagi.

Jung dan Do Min Ik beranjak lebih dahulu.

“Kalian sedang apa di sini?” Tanya Ki Dae Joo.

“Kamu kenal dia?” Tanya Min Ik pada Jung.

“Apa???” Ki Dae Joo kaget.

“Keluarlah.” Ucap Jung pada Min Ik.

“Apa yang terjadi?” Tanya Do Min Ik.

“Kamu tidak mendengarku? Keluarlah dahulu.” Ucap Jung.

“Aku akan menunggu di luar.”

****

Jung bicara pada Dae Joo.

“Firasatku tidak pernah keliru. Sudah kuduga sesuatu akan terjadi hari ini.”

“Sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Dae Joo pada Jung.

“Semua ini kesalahanku. Mungkin aku berharap ini akan terjadi. Aku sendiri tidak bisa mengatasinya. Jadi, aku butuh seseotang yang bisa menghukumku. Tapi bisakah kamu menutup mata untuk hari ini saja? Sisa waktuku kurang dari satu jam sebelum waktu kencan kami usai. Ini momen yang tidak akan mungkin kudapatkan lagi. Dan ini bukanlah sisa waktu yang kuharapkan. Aku akan memberi tahu dia segalanya setibanya di kantor besok pagi. Kumohon beri aku waktu satu hari.”

***

Jung menemui Min Ik yang sedang menunggu.

“Maaf sudah membuatmu menunggu.”

“Siapa pria itu?”

Jung akan menangis. “Aku Veronica Park. Aku punya banyak kenalan di luar sana.”

Kemudian dua ahjumma bersih-bersih lewat. “Mereka bertengkar? Kenapa dia membuat pacarnya menangis?”

“Kamu menangis?” Tanya Do Min Ik.

“Filmnya sedih sekali. Astagaaa… filmnya begitu menyentuh.”

“Yang kita tonton adalah film komedi… ah mungkin kamu punya penafsiran sendiri. Tunggu di sini. Aku akan mengambil tisu.”

Jung menahan Ki Dae Joo. “Jangan pergi. Aku ingin menghabiskan sisa waktu ini bersamamu.”

Min Ik akan menyentuh wajah Jung. Tapi tangan Min Ik langsung dipegang oleh Jung. “Kamu melihatku tersenyum?” *nggakkkk Jung nangis guys. “Wakyu kita tinggal 39 menit. Mau menyaksikan matahari terbit?”

“Ya.”

***

Keduanya nampak di atas gedung.

“Perasaanmu kepadanya belum berubah ya?” Tanya Min Ik.

“Maafkan aku Do Min Ik Sshi..”

“Kamu membuat keputusan yang tepat. Kamu pernah mengatakan ini. Terkadang, kita meninggalkan seseorang bukan karena membenci orang itu, tapi karena membenci diri sendiri. Sejujurnya, aku tidak bisa melihat wajahmu. Maaf karena baru memberitahumu soal ini. Baru-baru ini, aku mengidap prosopagnosia akibat kecelakaan. Aku tidak bisa mengenali wajah orang lain. Tapi aku ingin sekali melihat wajahmu. Mungkin, aku belum menjadi orang yang baik. Tidak ada karunia dari Tuhan. Aku yakin pria yang kamu pilih adalah orang yang bahagia saat kamu tersenyum dan bisa menghiburmu saat kamu menangis. Dia seperti itu, bukan?”

Lanjut ke bagian 4 yaa… bagian terakhir. Klik di sini.

 

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!