Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 15 Part 3

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 15 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. Bagaimana kisah selanjutnya tentang perselingkuhan Jung dan Min Ik…..

Dalam hati Jung berkata. “Aku tidak mungkin memberitahunya bahwa itu ada di lemari kantor.”

“Tidak apa, perlahan pakaian ini pun akan kering.” Ucap Min Ik yang malah batuk lagi.

“Kurasa kamu sebaiknya berganti pakaian. Tapi bagaimanapun, tempat ini sungguh…. maaf. Boleh permisi sebentar? Aku mau bertelepon sebentar.”

“baiklah.” Jung pun kemudian pergi.

***

Nampak ahjumma dengan jaket hitam. “Hati-hati dengan kamera CCTV di sebelah kirimu.”

“Roger…” wkwkwkkw ini kayak james bone gitu ostnya. Trio ahjumma ini nampak mengendap-endap. Kemudian terdengar dering telepon.

“Mengagetkan saja. Bagaimana ini? Gal Hee menelepon.”

“angkatlah.”

Ahjumma menjawab dengan gagap… “GAGAGAGGAGAAG GAL Hee Yaaa… aaaa aaaakuuu di rumah. Anak-anak lain?” kedua komplotan yang lain pun geleng-geleng. “MEEEE meeeeerekaa semua sudah pulang.”

“Berarti tidak ada orang di lantai 37?”

“Tentu saja. Tapi kenapa tbtb kamu bertanya? Kamu tidak berniat untuk kembali ke kantor, bukan?”

“Tidak. Tentu saja tiddak.” Gal Hee refleks teriak. “Aaaaaku lupa memberi makan ikan itu. Tapi unnieee, kenapa bicaramu gagap? Kamu benar-benar sudah pulang, bukan?”

“TTTTTTEEEE…. TENtuuuu saja. Ayolah. Hanya aku yang akan mati jika melewatkan jam makan. Ikan itu masih hidup, jadi, tenang saja. Sampai jumpa besok… daaaahhh…” telepon ditutup.

Trio ini pun nampak lega.

****

Lift dibuka. Min Ik keluar dan Gal Hee nampak ragu untuk keluar dari lift. Gal Hee keluar dari lift dengan tengok kanan dan kiri seperti mau menyebrang.

****

Saat Gal Hee berjalan dengan Min Ik. Terlihat oleh Trio Ahjumma membawa lukisan. curian mereka.

“Itu Gal hee… bagaimana ini.”

“Yaakkk sembunyi.,…”

****

“Kenapa kamu terburu-buru?” Tanya Min Ik.

Kemudian Min Ik melihat sesuatu di lorong. Yaaakkkk penutup yang menutupi trio ahjumma yang sedang sembunyi. “ada apa itu di tengah lorong?”

Min Ik pun mendekat.

***

Dan yang lagi kencan malah Veronica Park dan Ki Dae Joo.

Dengan lebaynya seperti biasanya. Veronica menikmati makanannya. “Awesomeee…. itu sebabnua aku menyukai hukum. Hukum membuat siapa pun tunduk. Baik otang jahat ataupun orang gila.”

“Kamu menyukainya?”

“Begini. wanita yang punya uang, orang tua kaya, kehormatan, penampilan menarik. Tidak berhak untuk mencintai bukan? Aku hanya gemar bersenang-senang dengan siapapun yang membuatku terpikat. Aku memberikan cinta kepada orang-orang biasa yang sangat membutuhkannya. Dengan begitu, aku mempraktikkan kehidupan seorang bangsawan sejati. Apakah itu menjawab pertanyaannmu?”

“Kamu mempertaruhkan posisimu demi pria yang tidak kamu sukai. Itu juga caramu mempraktikkan kehidupan seorang bangsawan sejati?”

“Lebih tepatnya, ini caraku untuk menunjukkan kepercayaan diriku. Aku menyimpulkan bahwa aku bisa dipillih kembali tanpa bantuan dari saham presdir Sim.”

“Maaf jika aku salah menilaimu. Aku paham kamu cukup pengertian untuk membantuku. Aku paham kamu menikmati makan ini sebagai ganti dari sahammu. Tapi mempertaruhkan posisi tampaknya terlalu berisiki untuk sekadar permainan. Bagi orang seperti aku satu-satunya cara untuk memahami itu adalah berpikir apa kamu menyukaiku.” Wkwkwkkwkwkwkwkkw Dae Jooo cerrrrrdaaaseee..

Denting piano nampak dimainkan. Dan Veronica kembali bicara. “Makin besar taruhannya. Makin seru permainannya.” Kemudian Veronica memakan lagi ice creamnya. Mungkin dalam hatinya mengatakan bahwa pikiran Dae Joo benar adanya.

“Jika sudah selesai. Kita sebaiknya pegi.” Dae Joo pun mengambil bon tagihan kemudian beranjak dari kursinya.

Lanjut ke bagian 4 yaaa klik di sini.

 

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!