Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 15 Part 2

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 15 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa…. ayokkk lanjut gimana kencan mereka berdua ini. Usai dari restoran, mereka pun jalan kaki berdua.

“Omong-omong,  apa yang harus kita lakukan jika sedang berselingkuh?” Jung memegang telinganya dan nampak plester yang diberikan Min Ik pada Jung saat di dalam mobil tadi siang.

“Tunggu…” Min Ik pun meraih tangan Jung. “Ini… Desain plester luka ini jarang ditemukan, bukan? Desainnya sama persis.”

“Plester ini banyak dijual. Desain plester ini sedang tren.”

“Tunggu… ini? Tapi posisi plester luka dan pola lipatannya, bagaimana ini bisa persis dengannya?” dan saat tangan Jung ingin dilepaskan. Malah ditaruh di kantong Do Min Ik. Supaya mengalihkan perhatian….. aaahhhhkkkk bisa aja nih.

“Kita setidaknya harus melakukan ini agar dianggap berselingkuh. Kamu tidak keberatan?” Tanya Jung.

“Tentu saja tidak keberatan.” Ada suara jantung gitu… “Tapi jantungku sungguh berdebar.”

Jung pun gagap. “Kita mau ke mana?”

“Karena akan berkencan semalaman, kupikir kita membutuhkan mobil. Jadi, kuminta sopirku untuk kembali.”

“Siapa?” Jung kaget.

“Itu dia.” Mobil pun sudah nampak.

Jung resah… bingung…. dan malah wajahnya dibenamkan di jas Do Min Ik. Hadddduuuuuuuuuuuu. Supir padahal sudah jalan ke arah mereka berdua.

“Aku mau kita hanya berdua.” Bisik Jung.

“Baiklah.”

“Kita sedang berselingkuh. Kita sebaiknya berdua saja. Boleh?”

Do Min Ik mengambil ponselnya. “Hei… Pak Eun, aku mendadak ada urusan. Kamu bisa langsung pulang hari ini.”

“Baik Pak. Sampai jumpa besok.” Ucap Supir yang memang sedang melihat pasangan ini nempel-nempel. Supir pun langsung balik kanan dan langsung cussss pergi.

***

Jung nampak lega dan melepaskan pelukannya dan melepaskan plesternya. “Aku mulai agak gugup. Bisakah kita ke suatu tenpat yang bisa menenangkanku?” Ucap Jung.

“Katakan saja kamu mau ke mana. Mungkin ke tempat yang belum pernah kamu kunjungi bersama pria itu. Aku pun bisa melakukan hal yang belum pernah dia lakukan untukmu. Jika ada hal yang selama ini ingin sekali kamu lakukan dan belum terwujud. Jangan sungkan untuk memintanya kepadaku.”

“Hal yang belum pernah kulakukan? Kurasa aku tahu. Menyalah gunakan kekuasaan.” Wwwaahhh apaaaaan nihhh…

***

Keduanya minum kopi instan di mini market. Yaakkk ampun, kopi instannya sama kek yang diminum sama Suneo itu guys. Bungkusannya kuning.

“astagaa… ini enak sekali.” Wkwkkw nahhh kan Jung udah gila kayak Peya dulu.

“Kamu hanya ingin menyuruh seseorang membuatkan kopi untukmu? Jika kamu menginginkan kopi yang sangat enak. Kita bisa pergi ke kafe yang buka 24 jam.”

“Tidak. Itu bukan jenis kopi yang ingin kuminum. Inilah yang kuinginkan. Secangkir kopi yang dibuat oleh orang lain dengan dua sendok gula dan satu sendok kopi giling. Duduk di meja kerja yang dibersihkan oleh orang lain sambil memakai sepatu hak yang dibersihkan oleh orang lain dan meminum kopi yang dibuat oleh orang lain. Aku ingin memesan kenikmatan semacam itu.”

“Menurutku, kamu selama ini bisa menikmati itu.”

“Orang tidak akan pernah lelah menyalah gunakan kekuasaan, bukankah kamu tahu itu?”

“Emmmmmm… jika itu yang kamu inginkan, ayo kita pergi.””

***

Kemudian datanglah mereka ke sebuah gedung. “Tidak… kita tidak mungkin datang kemari.” Ucap Jung.

“Sepertinya kamu sangat ingin menyalahgunakan kekuasaanmu di tempat kerja. Dan ini tempat terbaik untuk melakukan itu.”

“Aku akan memasuki tempat ini, itu sama saja dengan menempatkan diriku dalam bahaya.”

“Kenapa?”

“Kamu takut orang-orang akan mengenalimu?” Tanya Min Ik. “Di sana… kamu lihat di sanaaa…” Min Ik mendekat pada Jung kemudian menunjuk sesuatu. “Aku sedikit tahu soal perusahaan ini. Jika aku dan sekertarisku tidak ada lagi di kantor. Artinya tidak ada yang berada di kantor.”

“Syukurlah kamu tahu.”

“Apa?”

“tidak apa. Apa pun alasannya, kurasa ini bukan ide bagus. Ayooo….” Ehhh Min Ik batuk. “Kamu masuk angin? Astagaa kasihan sekali.”

“Aku kehujanan tadi, jadi, pakaianku agak basah. Kurasa sekertarisku membawakan pakaian lebih untukku di kantor.”

“Ya. Kamu benar.”

“Apa?”

“Aku yakin sekali dia membawakannya.”

Lanjut ke bagian 3. klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!