Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 14 Part 4

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 14 Part 4 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys. Terima kasihhhhh sudah mampir dimarihhhh…

“Yang kumaksud adalah fail excel. Dan isinya pun sangat aneh. Ada angka-angka aneh di situ seakan itu buku besar. Dan judulnya sangat aneh. Orang tidak adil tapi para dewa adil.

Kemudian supir oleng ada lampu merah dan mendadak mengerem.

“Maaf, anda baik-baik saja?”

“Ya. Aku baik-baik saja. Aaahhh jarimu terjepit.” Ucap Do Min Ik pada Jung.

“Tidak apa-apa. Ini hanya luka goresan.”

“Omong-omong, kenapa ada fail di USB-ku? Mungkin itu bukan milikku. Perusahaan membagikan itu di hari peresmian. Jadi, banyak sekali yang serupa.”

“Aku yakin itu dari jaket yang kamu pakai pada hari insiden itu.”

*hari itu Min Ik menemukan USB di lantai. “Kalau begitu, USB yang kuambil di kantor Dae Joo hari itu bukan milikku, tapi milik Dae Joo?” naahhh ini dalam hati Min Ik nih.

“Aku mengopi file itu ke USB-ku dan menaruhnya di dalam lacimu. Kamu sebaiknya mengeceknya setibanya di kantor besok pagi.”

“Baiklah.”

Supir Eun Jung Soo berkata. “Kurasa mobil mengalami masalah, bagaimana ini? Aku harus menyerahkan mobilnya ke makanik.”

“Kita hampir sampai bukan?” Tanya Min Ik.”

****

Min Ik dan Jung akhirnya berjalan kaki berdua.

“Omong-omong, Direktur Do, kamu bukan orang yang bergantung pada wanita, bukan?”

“Aku hanya bergantung pada satu hal. Tiang pull up.”

“Artinya, kamu tidak bisa sakit hati saat seorang wanita mencampakkanmu bukan?”

“Aku merasa sakut hati hanya saat tergores seperti itu.”

“Baguslah.”

Dan begitu terikanya cuaca nggak ngerti lagi kenapa malah turun hujan.

“Astaaagaa…”

“Kurasa aku membawa payung. Aahhh tutupi kepalamu dengan ini…”

Merek berdua pun berteduh di samping mobil.

“Mendekatlah.” Ucap Jung.

“Tidak usah. Kamu yang mendekat.” Aaaaaaaksssyikkk. Eeeehhh adegan kikuk deh.

Min Ik mulai melihat jelas…. dalam hati berkata. “Apakah aku….melihat wajah seseorang?” Eh Min Ik malah teriak. “Astagaaaaa. Apaaa??? Kenapa harus sekarang?”

“Apa?” Tanya Jung yang bingung.

“Aku tidak mabuk. Atau gugup. Tapi kenapa… kamu bahkan tidak memakai kardigan itu sekarang.”

“Tekanan darahmu bermasalah lagi? Tunggu di sini. Aku akan membeli payung.”

“Jangan pergi. Tetaplah di sini sebentar saja.”

“Tapi….”

“Aku baik-baik saja. Cukup tatap aku.” Dan waktu nampak berhenti. “Sudah lama tidak jumpa. Sekertaris Jung.”

“Apakah tekanan darah juga memengarui kecerdasan?” wkwkkw nggak sih. Cuma cinta suka bikin bego aja. “Kita telah bersama seharian penuh.”

Min Ik tersenyum manis banget.

Jung masih bicara. “Omong-omong, kamu bilang kamu ada janji temu hari ini.”

“Aaaaaahhhh maaf, aku tidak bisa mengantarmu pulang, bawalah ini.” Min Ik akan melepas jasnya namun dilarang oleh Jung.

“Tidak. Aku akan menggunakan kardigan ini saja.”

Jung kemudian lari menerjang hujan.

***

Do Min Ik menelepon. Jung pura-pura kembali menjadi Veronica.

“Veronica Park Speaking……”

“Ya. Ini Do Min Ik. Maaf, aku ingin menemuimu di tempat lain jika kamu tidak keberatan. Sekarang, aku mengalami masalah.”

“Baiklah. Sampai nanti.”

“Dah…”

***

“Kenapa dia ingin mengubah tempat?” Jung bertanya-tanya sambil melihat peta lokasi.

“Tempat ini… di sini…. apa? Dia mau aku pergi ke ekskavator?”

Lanjut ke bagian 5 yaaaaa guys. Klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *