Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 13 Part 5

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 13 Part 5 – Episode sebelumnya ada di tulisan yang ini yaaa guys. Terima kasihhhhhh… selamat membaca yaaa… saya coba buat sinopsisnya di sela-sela sinopsis dan kepuyengan yang ada. Wkwkwkwk. Melanjutakan dialog Tuan Sim dan Ki Dae Joo yaaaa…

“Apa maksud anda?” Tanya Ki Dae Joo. “Veronica Park menyerahkan posisinya?”

****

Do Min In naik sepeda. Ia mengingat ucapan dokter Gu. “Berlari atau bersepeda efektif dalam menaikkan tekanan darah. Saat tekanan darahmu di atas 140, alarm akan berdering dari manometer. Tekanan darahmu terbilang tinggi jika mencapai 140 per 90.”

Eeeehhh Do Min Ik pun kecapean. Ia juga mengingat sekertaris Jung yang tidak mau terus terang.

“Yaaaa??? Dia pikir aku suka bersamanya?”

Dan setelah dicek. Tenanan darah hanya 100/80. “Aku sudah berolahraga dengan keras, tapi tekanannya masih 100? Aku harus bagaimana untuk membuatnya melampaui 140?”

Kemudian sebuah kertas dibuka. Do Min Ik membaca.

“Mengonsumsi alkohol seusai olahraga dapat mengaktifkan saraf simpatik dan meningkatkan tekanan darah secara drastis….”

“Ahhh mengkonsumsi alkohol?”

***

Sekertaris Jung meminum Soju seorang diri dan bicara sendirian.

“kenapa aku langsung bilang yaaaaa saat itu? Seharusnya dia menemuinya. Kenapa situasi menjadi begitu rumit?”

Sekertaris Jung melihat kaki masuk ke restoran. Ia bergibah seorang diri. “Ahh apa itu, pria macam apa yang memakai pakaian ketat di restoran?” Ehhh ternyata dia adalah bosnya.

“Sekertaris Jung?” Sapa Min Ik.

***

“Aku pesan jokbal dan soju.” Ucap Min Ik.

Keduanya duduk kayak orang marahan.

“Jika kamu merasa tidak nyaman, aku bisa pergi.” Ucap Sekertaris Jung.

“Kenapa? Kamu merasa tidak nyaman bertemu denganku lagi di sini, padahal kamu sudah benci bertemu denganku di kantor?”

“Bukan seperti itu maksudku.”

“Kalau begitu, jangan hiraukan aku dan minumlah soju-mu. Aku kemari hanya untuk satu tujuan. Minum soju.”

“Omong-omong, kenapa kamu minum soju?” Tanya Sekertaris Jung. “Biasanya kamu minum segelas sampanye. Lalu… caramu berbusana agak aneh.”

“Ahhh lama sekali pesananku.”

“Minumlah ini dulu.” Sekertaris Jung memberikan Sojunya. Min Ik mengulurkan tangannya. Dan Sekertaris Jung bertanya. “Apa ini? Manometer?”

“Apa yang kamu lakukan?” Min Ik berusaha melepaskan tangannya.

“Tekanan darahmu bermasalah?”

“Tidak juga…..” Eh Min Ik malah kepikiran saat bilang kalau dia sembuh maka kontraknya diputus. Dalam hati Min Ik berkata. “Kalau begitu… dia akan meninggalkanmu begiku aku bisa melihat wajah.” Mi Ik melepaskan tangannya sambil bilang; “ini bukan penyakit serius. Dokter Gu menyuruhku mengecek tekanan darah secara rutin.”

“Kalau begitu, itu serius. Inilaj kejutan yang kamu dengar dari Dokter Gu kemarin?”

Kemudian pelayan datang membawa pesanan Min Ik. “Jika ingin berbincang, kalian sebaiknya satu meja. Tampaknya kalian akrab.”

Min Ik teriak. “Kamu keliru. Kami sama sekali tidak akrab. Mulai hari ini, kami tidak saling kenal.” Eehhh kayak ABG ngambek gitu.

***

Min Ik mengecek tekanan darahnya dan hanya 105/85. Wkwkwkwk.

“Aku kebanyakan minum. Astagaaa…alat ini rusak yaaa…”

Min Ik mencoba berjalan. Eehh malah mundur dan ditahan oleh Sekertaris Jung.

“Kurasa kamu yang rusak.”

“Aku? Aku tidak mabuk…”

Min Ik mencari standar sepedan dan nggak nemu juga. Wkwkkww.

“Di mana standarnya? Tidak mungkin…”

Eeehhh duduk di sepedanya aja kebalik. Wkwkwkkwkwkwk. “Rupanya aku benar. Sekertaris Jung, hubungi polisi.”

“Kenapa?”

“Kamu tahu alasannya. Tidak bisakah kamu melihatnya? Ada yang mencuri setang sepedaku.” Wkwkwkwk anjir ngakak.

“Turunlah dari sepeda.”

***

Dan dibonceng donggggg….. “Kurasa kamu harus memegangku erat-erat. Kamu nyaris terjatuh tadi.”

“Aku tidak perlu memengangmu erat-erat. Aku sudah sadar sekarang. Jadi, kita terus seperti ini saja.”

“Kalau begitu… ada yang belum kusampaikan tadi. Aku tidak bisa mengatakannya sambil menatap wajahmu. Aku tidak akan mengulanginya, jadi, dengarkan baik-baik.”

“Mau bilang apa?”

“Sebenarnyaaa… aku….”

Eeeehhhh lewat polisi tidur gitu. Jadi lompat sepedanya.

“Kamu baik-baik saja?” Tanya Sekertaris dan Min Ik malah nyender banget gitu.

“Mungkin aku masih mabuk. Jantungku berdebar dan sangat gugup. Ada apa denganku?”

Bersambuuunggg…

klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat