Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 13 Part 3

Sinopsis The Secret Life of My Secretary Episode 13 Part 3 – Episode sebelumnya ada di tulisan yang ini yaaaaa guys.

“Lalu?” Tanya Dokter. “kapan? Selagi melakukan apa?”

“Sebenarnya aku tidak berniat untuk melakukannya. Tapi aku melakukan ini.” Do Min Ik memperagakan dengan tangannya. “Memegang tangan seorang wanita seperti ini.”

“Dia pasti wanita yang kamu sukai.”

“Apa?”

“Pasien pengidap prosopagnosia yang Dokter Park rawat juga bisa melihat jelas saat bertemu dengan wanita yang dia cintai. Yaaaaakkk… biar kujelaskan. Saat bersama orang yang kita cintai, detak jantung kita meningkat. Dan saat itu terjadi. Tekanan darahmu otomatis akan naik.”

Do Min Ik teriakkk… “Aku tidak mencintainya. Aku yakin itu mimpi. Hanya mimpi.” Min In pun kemudian membuka plastik kreseknya. “Di mana obatnya? Anda membawanya, bukan?”

“Itu terlalu berbahaya untuk dikonsumsi. Jika ingin menaikkan tekanan darah yang mengalir ke otak, kamu harus mengonsumsi stimulan jantung atau disuntik dengan emat kantong infus. Tapi jika melakukan itu, kamu dapat mengalami efek samping seperti nyeri dada, sakit kepala, atau gagal jantung.”

Kemudian dalam kontong itu ada benda… stockings…. “Apa ini?” Tanya Do Min Ik.

“Ini stoking kompresi untuk pengobatan. Ini dipakai untuk pasien yang sakit punggung saat mengalami gejala hipotensi artostatik.”

“Anda menyuruhku memakai ini?”

Dokter pun teriak. Wkwkwk. “Kamu menyuruhku membawa semua yang bisa menaikkan tensi darah! Semua!!!” kemudian kertas dikeluarkan. “Ini yang kamu minta. Aku menulis semua jenis situasi yang bisa menaikkan tekanan darahmu. Dan ini adalah manometer portabel. Omong-omong, siaa yang ingin sekali kamu temui sampai berusaha sekeras ini?”

Min Ik mengingat saat payungan berdua. “Ada seseorang yang harus kulihat. Saat tekanan darahku naik, aku akan ingat aku di mana dan apa yang kulakukan dan aku akan menemui wanita itu. Aku hanya ingin melihat wajahnya, setidaknya selama beberapa detik.”

***

Vero sedang mengetik penuh emosiii…. kemudian terdengar suara Ki Dae Joo, yhaaaa maksudnya percakapan di masa lalu. “Sudahkah aku mengatakan ini? Aku lebih bajinagan daripada dugaanmu.”

Kemudian Vero bicara sendiri. “Aku lupa memberitahumu ini, Dae Joo. Aku wanita gila yang gemar menangkap bajingan.” Wkwkwkkw.

***

Eeehh diluar ruangan Vero. Ada pegawai yang bertanya. “Ada perlu apa?”

“Kami sangat akrab.” Kata yang mau menyerobot masuk.

“Kamu seharusnya menelepon sebelum datang.”

Kemudian Vero teriak…. “KENAPA DI LUAR BERISIK SEKALIIIIIII……”

“Kamu tidak boleh langsung masuk seperti ini.” Ucap Pegawai. Dan udah nyerobot masuk. “Maafkan aku. Tapi dia membuat keributan dan bilang sangat akrab dengan anda.”

“Kantormu bagus. Aku baru tahu, ahjumma…maksudku, aku baru tahu kamu adalah orang yang sangat terkenal.” Ucap Jung Nam Hee.

“Hei… bahkan sutradara film terbaik di negara ini membungkuk saat memasuki kantorku karena takut kepadaku. Beraninya kamu masuk kemari dan bersikap percaya diri.”

Nam Hee berputar dan tasnya menyenggol salah satu benda di meja Vero yang membuatnya terjatuh dan pecah.

“Apa? Kamu pikir aku akan marah?” Tanya Veronica. “Aku bisa membelinya lagi.”

“Begitukah?” eeehhh malah rusuh. Pajangannya sengaja dijatuhkan sampai pecah lagi. “Kamu baik-baik saja bukan?”

“Kamu pikir aku tidak bisa membeli dua? Sekertaris KIMMMMMM…….Pesan yang sama persis. Right nowwwwww…..”

“Baik presdir.”

Si bocah tengil malah duduk.

“Aku harus bagaimana? Perlukah aku mengusirnya?” Tanya Sekertaris.

“Tidak. Biarkan dia di sini. Jika dia macam-macam, aku setidaknya bisa memarahinya.”

“Baik, Presidir Park.”

Sekertaris pun pergi.

Lanjut ke bagian 4 yaa… klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat