Sinopsis The Nokdu Flower Episode 3 Part 3

Sinopsis The Nokdu Flower Episode 3 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaaa... untuk episode selanjutnya nggak dibuat di sini yaaa… di buat di besokpagi.com saja. Terima kasih.

Tuan Baek di dalam lumbung makin parah pendarahannya. Kemudian Baek Yi Kang mendengarkan percakapan Nona Song dan Choi Deok Ki.

“Sudah kubilang jangan lakukan itu.” Ucap Nona Song.

“Itu perintah dari gubernur provinsi. Kita harus menurutinya.”

“Kita pedagang, bukan pembunuh, tidak bisa membunuh pemimpinnya. Apa itu mungkin?”

“Kita harus mencoba. Jika menolak, Bong Gil bisa terluka.”

“Tidak ada yang bisa melukainya. Dia dipilih sebagai kepala oleh ribuan pedagang.” Ucap Nona Song.

“Aku tidak bilang dia akan dipenjara atau dihajar. Bagaimana jika mereka memutuskan untuk menyelidiki pajak yang dikumpulkan dan dibayarkan oleh penginapan?”

“Kamu sungguh pengecut. Bagaimana kamu bisa melayani sebagai petugas militer? Selain itu, Gubernur juga akan terlibat masalah.”

“Bagaimana jika dia mengancam dengan hak monopoli kita? Jika kita kehilangan hak atas kuningan, garam, dan ikan. Bong Gil tidak akan bisa mempertahankan posisinya.”

“Kecemasanmu berlebihan. Hukum untuk apa? Serta ada pejabat pemerintah yang melindungi pedagang. Bagaimana mungkin seorang gubernur….”

Deok Ki marah. “Itu omong kosong. Kamu tidak ingat saat kaki Bong Gil cidera? Itu karena dia dipilih saat ada invasi Prancis.”

“Lalu? Apa hubungannya dengan ini?”

“Wilayah ini bahkan membuat para pedagang berperang. Jika meributkan soal pembunuh pemimpin, kamu tidak bisa menjalankan bisnis ini. Kita harus membunuhnya.”

Baek Yi Kang pun menggendor-gedor pintu. Nona Song pun membukanya.

“Apa yang kalian bicarakan?” Tanya Baek Yi Kang. “Sangat menyentuh sampai aku hampir menangis.”

“Tuan Choi, sumpal mulut pria ini agar dia berhenti bicara.” Jawab Nona Song.

“Aku berusaha membantumu.”

“Kamu berusaha membantuku?” Nona Song pun bingung.

“Aku tahu jalan kecil menuju Jangducheong.”

“Ada jalan kecil menuju ke sana?” Tanya Deok Ki.

“Mengarah tepat ke gedung utama. Bagaimana? Aku akan mengantarmu. Bantu aku sebagai balasannya.” Ucap Baek Yi Kang.

****

“Katakan di mana persembunyian Baek Ga?” para pemberontak menanyai Si Tompel.

“Aku tidak tahu.”

“Kudengar Baek Ga yang meminta agar kamu ditempatkan di posisi itu. Kamu pria kepercayaannya. Bagaimana mungkin kamu tidak tahu tempat persembunyiannya?”

“Aku sungguh tidak tahu. Pria itu selicik ular. Dia tidak akan membagikan informasi sepenting itu denganku. Percayalah kepadaku. Aku sungguh tidak tahu.”

***

Seorang pria yang memakai kacamata dibawa menemui Baek Yi Kang. Ia nampak sangat kaget.

“Kamu sudah mengobati luka tusukkannya?” Tanya Baek Yi Kang.

“Tentu saja.”

“Selamatkan dia atau aku akan membunuhmu.”

Tabib pun memberikan akupungtur.

Baek Yi Kang berkata. “Kamu yakin kamu bukan tabib palsu?”

Tabib pun terus mengobati luka tusukkannya. Baek Ga pingsan. “Apa yang terjadi?” Tanya Baek Yi Kang.

“Fase terburuknya sudah berakhir.” Jawab tabib.

Tabib pun langsung ditutup matanya kembali dan dilempar uang oleh Nona Song. Kemudian tabib dibawa keluar oleh Choi Deok Ki.

***

Kini Nona Song bertanya pada pada Baek Yi Kang. “Sedang apa kamu? Kamu tidak mendengar perkataannya?”

Yi Kang tidur terlentang. “Beri aku waktu. Kita berurusan dengan nyawa seseorang. Aku harus mempersiapkan diri.”

“Pikirkan dirimu sesukamu. Tapi jangan berubah pikiran.”

“Mungkin sebaiknya begitu. Aku mempertaruhkan nyawaku demi seorang akupunkturis. Kurasa itu kesepakatan yang buruk.”

“Tapi itu tetap kesepakatan. Aku tidak pernah membiarkan orang melanggar kesepakatan.” Jawab Nona Song.

“Berhenti membicarakan kesepakatan. Apakah semuanya kesepakatan bagimu?”

“Memangnya apa lagi?”

“Karena ingin.”

“Apa?” Nona Song pun bingung.

“Karena suara hatimu…. lupakan saja. Berada begitu dekat dengan wanita membuat hatiku sedikit sakit. Hanya ada satu hal yang kupikirkan saat ini.”

“Kamu merayuku?” wkwkwkwk Nona Song tuh aneh yahh. “Bangun dan bersiaplah.”

Baek Yi Kang bangkit dan mendekati Nona Song. “Aku merayumu? Aku membicarakan ibuku. Ibuku… kenapa kamu tidak memahami maksudku? Kamu nampak seperti wanita terhormat. Tapi isi pikiranmu kotor.”

Nona Song menaruh tangannya di bahu Yi Kang dan menendangnya. “Kamu yang memancing. Jangan macam-macam denganku. Aigooo… dasar cengeng.”

Nona Song pun pergi dari lumbung.

****

Nona Song keluar dari lumbung. Ia mengambil kayu dan mematahkannya. Mulai deehh ia membayangkan bahwa tendangannya cukup kuat. Dan Baek Yi Kang pun sampai teriak saking kesakitannya ditendang Nona Song anunya. Wkwkwk.

****

Hwang Seok Joo menemui Jeon Bong Jun lagi. “Ini aku. Apakah pemimpin Donghak wilayah lain setuju untuk memulai bertarung?”

“Tentu saja.” Jawab Jeon Bong Jun. “Termasuk Taein dan Mujang, kebanyakan pengikut Donghak di Provinsi Jeolla bersiap untuk pemberontakkan.”

“Kamu sungguh akan menyerang kastel Jeonju?”

“Jika aku berniat mengakhirinya di Gobu, aku tidak akan memulai ini.”

“Jangan begitu. Akhiri pemberontakkan ini dengan mencari Baek Ga dan memenggalnya.”

Dalam obrolan ini, di luar bilik, ada Choi dan Baek Yi Kang akan menyerang. Sayangnya, dua orang ini langsung ketahuan prajurit pemberontakan.

***

Saat ditangkap, Choi Deok Ki berkata “Tuan Hwang, berandalan ini datang dengan paksa. Mohon ampuni.”

Tuan Hwang pun bertanya. “Di mana Baek Ga?”

“Dia kabur ke Jeonju.” Jawab Baek Yi Kang. “Dia pasti sedang tidur di rumah putrinya.”

“Katakan yang sebenarnya sebelum kupotong lidahmu. Tidak ada yang melihatnya di Jeonju.”

“Lalu ada yang melihatnya di Gobu?” Tanya Baek Yi Kang.

“Beraninya kamu!!!”

Choi Kyung Sun menaruh pedangnya di leher Baek Yi Kang. “Hei!!! Lantas bagaimana kamu bisa kembali ke sini?”

“Pemimpin Donghak ada di sini. Siapa yang akan kamu kirim jika menjadi gubernur provinsi?”

Jeon Bong Jun pun menyapa Baek Yi Kang. “Lama tidak bertemu.”

“Seharusnya kupenggal kepalamu sejak lama.” Jawab Yi Kang. “Menyebalkan sekali.”

“Ucapanmu tajam dan penuh dendam seperti biasanya. Dahulu aku menyukai itu.”

“Apa maksudmu?” Yi Kang pun marah.

“Andaikan bertemu dengan pemilik yang tepat. Kamu pasti menjadi pedagang yang lebih hebat.”

***

Jeon Bong Jun menemui Nona Song. “Kamu menyelamatkan kami dari masalah. Terima kasih.”

“Aku tidak menginginkan pujian darimu. Lepaskan mereka.”

“Aku berjanji melepaskan Tuan Choi. Tapi tidak dengan Sang Pria.”

“Tuan…”

“Dia telah melakukan banyak kejahatan. Rakyat menunggu untuk membalaskan dendam mereka kepadanya.” Jawab Tuan Jeon.

“Aku tidak menyangka tujuan pemberontakan adalah membunuh orang demi membalas dendam.”

“Kembalilah ke rumahmu.” Ucap Tuan Jeon.

“maafkan dia. Itu yang harus kamu lakukan sebagai pemimpin.”

“Dia sudah diluar kehendakku.”

****

Sang Pria atau Baek Yi Kang diseret ke penduduk yang sudah patah hati akan dirinya. Baek Yi Kang digantung.

Bersambung… klik di sini episode selanjutnya.

untuk seterusnya ada di besokpagi.com yaaa

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *