Sinopsis The Nokdu Flower Episode 3 Part 1

Sinopsis The Nokdu Flower Episode 3 Part 1 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… yolaaaaaaahhh hajar guys.

Jeon Bang Jun dan para masyarakat dalam pemberontakkan akhrirnya maju. Jumlah pemberontak yang banyak tidak dapat membendung, pagar mampu di dibuka dengan mudah. Dan sasaran mereka adalah hakim.

Di tempat itu, Bambang bahkan menyarankan Bosnya, Baek Yi Kang untuk kabur saja.

***

Di dalam rumahnya, Tuan Baek berkemas. Ia mengemasi emasnya. Sang Istri berkata. “Apa yang kamu lakukan? Nyawamu lebih berharga daripada ini. Tinggalkan saja. Kamu gila?”

Sayangnya Sang Suami tidak mendengar dan terus memedulikan emas-emasnya.

***

“Di mana Baek Ga.” Tanya pemberontak pada Ibu Baek Yi Hyun yang ada di kerumunan depan rumahnya.

“Tidak tahu. Aku tidak tahu.”

“Jawab aku.”

“Kubilang aku tidak tahu!!!” Ibu pun teriak.

Pemberontak pun mulai mengeluarkan celurit dan akan melukai Nyonya rumah. Namun, Ibu dari Baek Yi Kang teriak. “Tidak…. tunggu.” Ibu Baek Yi Kang menghalangi pemberontak. “Ampuni kami. Tolong ampuni kami. Melayani dewa, aku akan berubah untuk mengikuti kehendak Dewa.” Yang lainnya pun mengikuti Ibu Baek Yi Kang untuk meminta ampun agar tidak dibunuh.

Di waktu yang sama, Si Tompel pun akhirnya terciduk masyarakat yang memberontak.

***

Baek Yi Kang masih bersembunyi sambil melihat situasi. “apakah itu Sang Pria?” Tanya Baek Ga.

“Tuan.”

“Anda selamat?”

“Tentu saja. Cari cara mendapatkan kuda.”

“Ya Tuan.”

Baru beberapa detik Yi Kang pergi, langsung ada beberapa pemberontak yang melukai Baek Ga. Emas yang berjatuhan pun langsung dipunguti.

Melihat ayahnya terluka, Baek Yi Kang langsung menolong ayahnya dengan memukul para pemberontak. Yi Kang pun berhasil membawa ayahnya pergi.

****

Nona Song Ja In duduk sambil melamun.

Kemudian di depannya. Para pedagang bicara. “Dengar. Banyak orang yang mendendam kepada kita, para-para pedagang. Bersiaplah.” Ucap Choi Deok Ki.

Deok Ki pun menyapa Nona Song yang sedang melamun. “Nona, kita juga harus mematikan itu.” Maksudnya api yang menyala.

“Sobal tungmun, apa seharusnya kuberikan kepada Cho Byung Gab?” Tanya Nona Song.

“Aigoo. Itu semua sudah berlalu. Jangan dipikirkan.”

“Apakah ini akan mengubah dunia?”

“Tidak mungkin. Dunia tidak akan berubah bahkan saat tentara memberontak. Kali ini petani.”

“Jeon Bong Jun adalah pria yang bodoh.”

Percakapan belum selesai. Namun ada ribut-ribut dua orang masuk ke kediaman Nona Song.

Nona Sung melihatnya bersama Deok Ki. “Sedang apa kamu di sini? Pergi!!!” Ucap Deok Ki saat melihat Tuan Baek dan Yi Kang yang datang.

“Kita hampir mati. Tolong kami.” Ucap Yi Kang. “Beri kami sedikit pertolongan.”

“Seret mereka keluar.” Ucap Nona Song.

Tuan Baek berkata. “Nona Song maukah kamu menolong kami jika aku menjula semua berasku kepadamu?”

“Ada pemberontakkan. Mereka akan mengambil semua beras anda.”

“Yang kutunjukkan baru permukaan saja. Sisanya ada di gunung Baek.”

“Jual setengah harga pasar.” Ucap Nona Song.

“Sesuai keinginanmu.”

Deok Ki menyela. “Tidak. Kita akan terlibat masalah karena menyembunyikan mereka.”

“Biarkan mereka sembunyi di lumbung. Suruh dia menandatangani janji tertulis dahulu.” Jawab Nona Song.

****

Esok pagi di Jeonju.

Seorang perempuan nampak senang melihat emas yang Baek Yi Hyun bawa. “lihat. Saat nanti bertemu dengan gubernur. Bisakah kamu merekomendasikan suamiku juga? Maksudku, sebentar lagi usianya 40 tahun. Tapi masih pegawai biasa.” Ucap Baek Yi Hwa. Kakak Yi Hyun.

“Ohh… ya.”

Yi Hwa nampak senang. “Sungguh? Jangan mengubah kata-katamu nanti.”

Kemudian kakak ipar datang dengan berteriak. Ia berkata pada Yi Hyun. “Terjadi sesuatu di Gobu.”

***

Yi Hyun langsung keluar.. ia akan pergi. Namun dihentikan oleh Kakak dan kakak iparnya.

“Astaga, kamu tidak boleh pergi. Jangan pergi. Bagaimana jika sesuatu terjadi padamu?” Tanya Baek Yi Hwa.

“Dang Son, tolong jaga kakakku.” Ucap Yi Hyun.

Yi Hwa berkata. “Tentara akan dikirimkan ke sana. Sebaiknya kamu menunggu. Kamu tidak tahu apa yang terjadi jika pergi ke Gobu.”

“Ada pemberontakan. Aku harus memeriksa apakah keluarga kita selamat.”

“lantas bagaimana dengan ujian pegawai negeri? Ujian pertamanya dua hari lagi, kamu mau pergi? Apa kamu tahu banyaknya uang yang ayah habiskan agar kamu menjadi pejabat pemerintah?” Yi Hyun pun terdiam mendengar kalimat ini.

***

Pagi hari di lumbung Nona Song. Ada Tuan Baek yang terluka, juga ada Baek Yi Kang.

Sebuah kilas balik pun muncul.

“Yi Kang….” Ucap Ibu Yi Kang pada anak di dalam pelukannya.

Nyonya Baek pun marah. “Jangan coba-coba memanggilnya begitu. Aku tidak akan membiarkan anak pelayan memiliki nama yang mirip dengan nama anakku sampai mati.” Nyonya pun masuk ke rumahnya.

Tuan Baek turun menemui Ibu Yi Kang.

“Astaga. Dia sangat mudah marah.”

“Aku tahu dia anak haram, tapi tega-teganya anda tbtb meninggalkannya seperti ini.” Ucap Ibu Yi Kang.

“Aku tidak meninggalkan dia. Kamu pikir siapa yang akan mengelola bisnis begitu aku tiada? Meski anak haram, dia tetap anakku. Jadi, pastikan dia tetap sehat.”

Kilas balik selesai.

***

Nona Song membawakan makanan ke dalam lumbung.

“Bagaimana keadaan di luar?” Tanya Baek Yi Kang.

“Kamu pasti pria berbudi luhur. Semua orang di daerah ini mencari kamu dan ayahmu.” Wkwkkw nyindirnya mantap.

“Haruskah kamu menggunakan sarkasme? Apa yang terjadi kepada para pejabat daerah?”

“Tampaknya Tuan Cho Byung Gab kabur. Pejabat yang lain tertangkap.”

“Sial!!! Bisakah kamu memanggil dokter untuk kami?”

“Bagaimana jika dokternya memberi tahu Jeon Bong Jun?”

“Tidak perlu mencemaskan itu. Aku mahir membuat orang takut dan bungkam.”

“Begitu? Kurasa percuma aku cemas.”

“Tentu saja. Kami pasti pintar karena kamu seorang pedagang.”

Nona Song membuka tangannya dan berkata. “Uang.”

Yi Kang pun tertawa. “Tidak ada yang meminta uang kepadaku. Tidak ada yang melakukan itu di Gobu.”

“Aku bisa memanggil dokter. Tapi kamu harus membayar biayanya.”

“Biaya? Astaga, kamu pelit sekali? Tagih nanti.”

“Kesepakatannya adalah membiarkanmu bersembuyi di sini. Bukan membantumu mendapatkan pengobatan.”  Nona Song pun pergi.

***

Para pemberontak masuk ke rumah Nona Song. Saat itu Nona Song baru saja keluar dari lumbung.

Choi Kyung Sun, salah satu pemberontak berkata. “Kenapa kamu keluar dari sana?”

“Karena aku pemilik tempat ini. Aku baru saja memeriksa persediaan. Anda perlu apa jauh-jauh ke sini?”

“Kami mencari Baek Ga, jadi mohon kerjasamanya.”

Yi Kang mendengar dari dalam dan mulai bersiaga dengan pisaunya.

“Kerja sama? Untuk apa dia datang kemari dan membahayakan dirinya? Dialah yang menyarankan pemberlakuan banggongnyeong. Berarti dia tidak selamat jika muncul di hadapanku.”

“Tapi kami harus memeriksa gudang itu.” Ucap Choi Kyung Sun.

Choi Deok Ki mencegah… “Ahhh kamu mendengar perkataannya. Hubungan kami dengannya juga tidak baik.”

Nona Song malah membuka pintunya dan berkata. “Ini penginapan khusus pedagang. Berarti tidak ada yang boleh menerobos. Tapi kamu bilang ingin menggeledah gudang tempat menyimpan barang berharga. Baiklah. Silakan lakukan sesukamu.” Nona Sung pun memberikan semacam kunci.

Choi Kyung Sun malah berkata. “Ayo pergi.” Para pemberontak pun pergi.

Lanjut ke bagian 2 yaaaaaa… klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat