Sinopsis The Nokdu Flower Episode 2 Part 1

Sinopsis The Nokdu Flower Episode 2 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaaaaaaaa…..

Adegan bak bik buk belalang kuncup antara Choi Deok Ki dan Baek Yi Kang dimulai. Mereka mulai tendang-tendangan dan adu jotos. Nggak cukup itu, ada banting sana dan banting sini. Saya sih suka aja sama adegan ginian. Itung-itung ngehemat ngetik. Wkwkkw.

Deok Ki pun berhasil jatuh. Yi Kang berkata. “Bangunlah. Aku tidak akan melumpuhkanmu.”

“Astaga, kamu bertarung seperti anjing.” Ucap Deok Ki.

Kemudian Bak Bik Buk lagi, hingga Deok Ki mampu menendang Yi Kang hingga terjatuh.

“Kamu tidak takut juga. Majulah.” Ucap Deok Ki.

“Kamu terlalu hebat untuk seorang pedagang.” Ucap Yi Kang yang kemudian melemparkan senjata yang melukai Deok Ki. Pertarungan berjalan dengan agak tidak adil karena Yi Kang membawa senjata sedangkan Deok Ki dengan tangan kosongnya.

Deok Ki rupanya petarung yang tangguh, dengan tinjunya berhasil membuat Yi Kang tidak mampu membalas. Hingga saat ia akan memukul kembali, Baek Yi Hyun mencegahnya.

“Ada apa?” Ucap Choi Deok Ki.

“Sudah cukup. Dia kakakku.”

Kemudian Song Ja In berkata. “Tuan Choi… mari kita pergi.” Choi akhirnya mau melepaskan Baek Yi Kang. Kali ini, sang pria dari keluarga Baek kalah.

***

Baek Yi Hyun duduk di samping kakaknya. “Aku akan segera pergi dari Gobu. Aku tidak akan kembali. Tempat ini terlalu liar. Sebaiknya kamu juga meninggalkan ayah. Aku yakin ada cara agar kamu bisa hidup sebagai Baek Yi Kang. Bukan Sang Pria.”

Yi Hyun pun pergi dan Yi Kang teriak-teriak seperti orang gila.

***

Song In Ja pergi ke toko obat. Tabib berkata. “Jangan cemas. Obat-obatan kami sangat manjur untuk luka sayatan dan tusukkan.”

“Kamu pasti belajar banyak soal obat-obatan.”

“Aku tidak belajar banyak. Aku hanya punya banyak pengalaman merawat orang lain. Seperti yang kamu lihat, daerah ini cukup ganas.”

“Jika obatnya manjur, akan kubeli lagi. Maukah kamu memberitahuku namamu?”

“Aigoo kamu baik sekali. Aku Bong Jun dari keluarga Jeon.”

Mendadak. Song Ja In mengingat surat yang diberikan ayahnya. Ada tulisan Bong Jun.

Bong Jun lanjut berkata. “Orang-orang itu mungkin akan membalas dendam. Bukankah sebaiknya kamu segera pergi dari Gobu?”

“Aku akan menemui hakim daerah yang baru sebelum pergi.”

“Kamu menantikan pencabutan banggongnyeong oleh hakim yang baru?”

“Jika tidak seperti Cho Byung Gab, aku yakin dia akan melakukan itu.”

“Lantas bagaimana jika Cho Byung Gab kembali? Selama sebulan ini, lima hakim daerah baru datang dan pergi. Menurutmu itu kebetulan?”

“Meski obatmu tidak manjur, bualanmu cukup mengesankan. Pilirmu tindakkan seperti itu bisa diterima di dunia seperti ini?”

“Dunia seperti ini?” Bong Jun pun tertawa. “Tapi sesungguhnya kemalangan beberapa orang bisa menjadi surga untuk orang lain. Kamu benar.”

“Pasti sangat melelahkan  memiliki sikap pesimis sepertimu.”

“Pemerintah membuat rakyat merasa tercekik. Mengambil milik kami saja tidak cukup. Mereka mendorong kami ke tepi jurang dan meminta pajak dari kami.”

“Aihhh mengerikan sekali. Tepi jurang?”

“Mereka menuntut kami membayar tiga kali, bahkan empat kali dari yang harus dibayarkan. Biaya pertukaran biji-bijian lebih mahal dari semestinya. Mereka mengambil pajak dari orang yang sudah mati, bayi, keluarga, dan tetangga. Para pejabat dan pengumpul pajak membuat kami merasa tercekik. Apa itu tampak seperti dunia yang sebaiknya kita tinggali?”

***

Kilas balik. Saat Jeon Bong Jun membuat surat pemberontakkan ia berkata. “para petapa di area ini akan bangkit dan menyingkirkan pria yang seperti racun bagi para warga.”

***

Song Ja In mulai sadar. Ia berkata dalam hati “Pria ini. Dialah pempimpin, yang ingin melindungi sabal tongmun.”

Jeon Bong Jun kembali tertawa. “Aigooo…. aku cerewet sekali. Mulutku ini akan merugikanku. Astagaaa… punggungku.”

***

“Aku akan menyampaikan perintah hakim yang baru.” Ucap salah satu pejabat.

Pejabat yang lainnya menjawab. “Kenapa kamu membawa semua orang kecuali orang yang kuinginkan.” Bisik pejabat yang lain.

Kemudian pengumuman dibacakan…

“Aku mendengar bahwa waga Gobu terganggu belakangan ini. Kantor pemerintah harus memperketat keamanannya. Serta mengawasi keadaan kota dengan baik. Sebagai hakim daerah yang baru. Aku akan mencabut banggongnyeong dan menghapuskan pajak waduk manseok. Dengan begitu, aku akan berusaha menangkan para warga. Mohon para pejabat bersiap untuk ini dan mencegah adanya keluhan.”

Si tompel mendengarnya dengan berat hari . “Baek Ga….”

“Bagaimana ini bisa terjadi.”

****

Para pengikut Baek Yi Kang minum-minum.

“Bos, bagaimana kondisi anda? Anda baik-baik saja?” Tanya Eok Shwee. *namanya susah bener daaahhh bambang.

“Sudahlah, minum saja.”

Kemudian tak lama segerombolan orang datang.

Eok Shwee berkata. “Bos, bukankah dia antek Jeon Bong Jun?”

“aku akan pergi dulu.” Ucap Baek Yi Kang usai menenggak satu gelas arak.

***

“Kudengar hakim baru berada di sebuah penginapan di Yeokchaeon.” Tanya Tuan Baek pada Yi Kang.

“Biar kutangani. Karena kita tidak punya wakyu, aku akan menangkap anjing. Bukan gagak.”

“Kali ini kamu harus menangkap manusia.”

“Tuan…..”

“Kita tidak punya waktu. Kita buat seolah-olah itu tindakkan bandit. Pastikan tidak ada saksi. Jika kamu menurut, ibumu bukan lagi kaum kelas rendah.”

“Akan kulakukan.” Baek Yi Kang pun pergi. Di pintu, ia bertemu dengan Yi Hyun.

“Ada apa?” Tanya Ayah pada Yi Hyun.

“Aku mau berpamitan. Aku akan berangkat ke Jeonju besok pagi.”

“Ahhh kemarilah.” Ayah mengambil barang. “Sebelum ujian pertamamu, berikan ini kepada gubernur.” Emas batangan pun mulai disusun.

“Aku sungguh percaya aku punya ayah yang hebat.”

“Jangan berikan ini pada kurir. Kamu harus memberikannya langsung. Sebaiknya tunjukkan wajahmu.”

“Pria yang baru saja keluar, siapa dia bagi ayah?”

“Dia yang akan menempati posisi ayah saat ayah mati. Agar dia bisa mendukungmu.”

“Dia putra ayah. Dia adalah putra pelayan ibu yang ayah perkosa.”

“Kamu mau ayah memarahimu?”

“Teganya ayah menyuruh dia membunuh.”

“Yi Hyun, ini adalah dunia tempat anjing saling menggigit. Jika induk anjing dimakan, anak-anaknya juga akan mati.”

Lanjut ke bagian 2 yak. klik di sini.

Advertisements

2 tanggapan untuk “Sinopsis The Nokdu Flower Episode 2 Part 1

Tinggalkan Balasan ke Kiki Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat