Sinopsis The Nokdu Flower Episode 1 Part 3

Sinopsis The Nokdu Flower Episode 1 Part 3 – Episode sebelumnya ada di tulisan yang ini yaaaaa guyssss…. yolllahhh lanjut *celingak celinguk udah ada yang buat belum sinopsisnya.

Kita kembali pada hostel/penginapan Pedagang Provinsi Jeolla, Jeonju.

“Aku akan pergi ke Gobu.” Ucap Nona Song Ja In.

“Gobu? Untuk apa ke sana saat tidak bisa membeli beras karena banggongnyeong?”

Ja In menjawab, “Meski beitu, pasokan beras mereka paling banyak. Jika terus mencari tahu, mungkin aku akan menemukan solusi. Aku akan menginap di penginapan pedangan Gobu. Buatkan izin.”

“Kanapa kamu mau menginap di sana padahal bukan pedagang? Apa yang kamu bilang saat membuka penginapan? Katamu kamu lebih baik mati dengan kepala di parit daripada meminta bantuan ayah?”

“Ayolah… jangan bilang begitu karena surat izin. Jika putri ayah harus tidur di pinggir jalan. Apa ayah akan senang?”

“Senang? Ayah akan berjingkrak kegirangan.” Wkwkkw.

“Ayah!!!”

“Saat hakim daerah yang baru datang. Berikan ini kepadanya.” Ayah pun memberikan sepucuk surat.

“Apa ini?” Tanya Song Ja In.

“Sebulan lalu, seorang pedagang mencuri barang seorang pengembara. Ayah mengusirnya dari penginapan. Ini ada di dalam tas pria itu.”

Song Ja In membuka kertasnya. “Pemberontakkan?”

Ayah melanjutkan bicara. “Warga Gobu merencanakan pemberontakkan. Ini dari orang terpelajar Donghak yang mengajak orang-orang bergabung.”

“Ahhh seseorang iseng menulisnya.” Ucap Choi Deok Ki. “Sebulan adalah waktu yang lama. Seharusnya sekarang sudah terjadi sesuatu.”

Ayah bicara lagi. “mereka ingin menyingkirkan Cho Byung Gab. Tapi dia dipindahkan. Jadi, tidak berjalan sesuai keinginan. Tidak ada sobal tongmun yang palsu.”

“Sobal tongmun?”

“Meski suratnya tersebar, tidak ada yang bisa mengetahui pimpinannya. Lihat…. namanya tulisan melingkar. Mereka teliti. Berikan kepada hakim daerah baru dan tenangkan dia. Siapa tahu? Banggongnyeong mungkin dibatalkan untuk berterima kasih.” Lanjut ayah.

****

Adegan beralih ke kantor pemerintahan Gobu.

“Ada perlu apa kamu datang jauh-jauh dari Jeonju?” Tanya Tuan Baek pada Song Ja In. Saat itu ada Yi Kang yang duduk di balik bilik.

“Aku menjula biji-bijian ke pedagang Jepang melalui pelabuhan terbuka. Banggongnyeong yang tbtb memberiku masalah besar.”

“Apa yang membuatmu berpikir datang ke sini akan membantu?”

“Mereka bilang anda memiliki toko beras di sini.” Jawab Ja In.

“Kamu tahu pemerintah tidak menggaji para pejabat. Aku punya toko agar bisa menafkahi keluargaku. Kenapa kamu bertanya soal itu?”

Ja In kemudian memberikan uang. “Kudengar sebagian besar beras di Gobu ada di toko anda.”

“Kamu tahu apa yang terjadi jika melanggar banggongnyeong.”

“saat tidak ada hakim daerah, bukankah anda penanggung jawabnya?”

Tuan Baek tertawa. “Astaga… kamu mendengarnya? Tampaknya aku baru saja dipromosikan.”

“akan aku bayar lebih tinggi dari harga pasar.”

“Aku tidak akan mengantarmu keluar.”

Song Ja In akhirnya berdiri. “Sampai hakim daerah baru datang. Aku akan menginap di penginapan pedagang. Jika anda berubah pikiran, kirimkan pesan kepadaku.” Song In ja pun pergi.

***

Yi Kang pun menghadap Tuan Baek. “Aku akan mengusirnya.”

“Biarkan saja. Ayahnya adalah Song Bong Gil, kepala pedagang provinsi Jeolla.” Tuan Baek pun memberikan uang yang diberikan Ja In pada Yi Kang untuk diberikan kembali.

***

Baek Yi Kang melemparkan uang pada Song Ja In dengan tidak sopan. Ja In akan mengambil uang itu, namun uang itu diambil oleh Baek Yi Hyun dan diberikan pada Song Ja In. Ja In pun mengambilnya.

Baek Yi Kang berkata. “Semoga kamu tidak membuat keributan. Orang-orang di sini tidak menyukai orang yang menjual beras  kepada orang jepang.”

Song Ja In menjawab. “Sebaiknya kamu bersembunyi atau kamu akan terluka. Dasar bedebah sampah.” In Ja menjawab dengan semacam kalimat kiasan.

Baek Yi Kang pun tidak paham. “Dia bilang apa?” Tanyanya pada Baek Yi Hyun.

“Sebagai ungkapan terima kasih aku memberikan salam yang kupelajari dari orang Jepang.” Jawab Ja In.

“Aku tidak bertanya kepadamu.” Wkwkwkw…

Baek Yi Hyun tersenyum pada Yi Kang. “Dia berterima kasih atas saranmu yang baik.” Yi Kang kemudian pergi.

Song Ja In bicara pada Baek Yi Hyun dengan bahasa jepang. “Kamu pernah mendengar orang jepang bicara?”

Yi Hyun jawab pakai bahasa jepang lagi. “Tidak, ini kali pertamaku mendengar kalimat umpatan yang busuk dan luar biasa seperti itu.”

“Begitukah?” Ja In kemudian pergi.

****

Baek Yi Hyun menghadap ayahnya.

“Kamu sudah kembali. Sebentar lagi akan ada pengumuman terkait ujian pertama di provinsi jeolla. Kamu harus lulus agar bisa mengambil ujian kedua di Hanyang. Jadi, sebaiknya kamu bersiap.” Yi Hyun tersenyum mendengarnya. “Kenapa wajahmu seperti itu?”

“Ayah nampak gugup. Tidak seperti biasanya.”

“Dasar bodoh. Mana ada ayah yang tidak gugup saat anaknya akan ujian?”

***

Kilas balik…

Nampak pada sebuah rumah. Anak-anak dipukuli. Dari luar, Tuan Baek memberi tahu Yi Hyung kecil atas apa yang mereka lihat.

“Jangan mengecewakan karena kamu anak pejabat.”

“Jangan cemas. Aku pasti akan menempati posisi pertama dan mengalahkan para tuan muda itu.”

“Lihat berapa beraninya kamu. Yaaa… ayah bangga denganmu.”

****

Tuan Baek kini bicara dengan anaknya di tepi sungai.

“Ini adalah tanah pertama yang ayah beli.”

“Aku tahu.”

“Tapi tidak akan lagi menjadi milik ayah. Ayah akan memberikannya pada penguji yang akan mengawasi ujian. Yi Hyun, begini, ayah terlahir di keluarga pejabat miskin. Ayah pun hidup sebagai pejabat sampai hari ini. Tapi saat ayah meninggal. Ayah ingin mati menjadi ayah seorang menteri.”

****

Sementara Baek Yi Kang masih sibuk dengan pekerjaan kotornya.

Seorang Ibu pun mengambil celurit. “Bisa-bisanya kamu menyebut dirimu manusia!!! Tapi kamu anak Baek Ga, jadi, kamu pasti bukan manusia.”

“Apa katamu?”

“kamu tahu apa keinginan kami? Merobek perutmu dan menggunakan ususmu sebagai tali. Kamu pantas mati.”

“Bersyukurlah aku berhenti di sini.”

Kemudian Song Ja In datang dengan para pengawalnya.

Salah satu komplotan Baek Yi Kang berkata. “Kami akan mengunjungimu. Tapi kamu mengunjungi kami lebih dahulu. Anak buahmu tertangkap menjual beras secara ilegal. Apa yang akan kamu lakukan?”

Choi Deok Ki yang menjawab. “Tolong maafkan kami kali ini. Dari yang kudengar, mereka memohon agar orang-orang membeli beras sebanyak 144 kg saja. Toko beras di sini membelinya dengan harga sangat rendah.”

Mendengar hal ini, Baek Yi Kang langsung meninju Choi Deok Ki.

“Jawab aku. Apa yang mau kamu lakukan?” Tanya Yi Kang pada Song Ja In.

“Biar aku yang meminta maaf mewakili mereka. Mereka akan dihukum di penginapan pedagang. Jadi, tolong biarkan mereka pergi.”

“Pergi dari Gobu sekarang juga.” Ucap Yi Kang.

“Apa katamu?”

“Maka aku akan memaafkanmu.”

Choi Deok Ki ikut bicara. “Kamu pasti petarung hebat. Benar begitu?”

***

Kini obrolan beralih pada Baek Yi Hyun dan seseorang bernama belum tahu guys mian. Wkwkwkwk, “Kamu akan ikut ujian pegawai negeri? Kukira kamu tidak tertarik dengan posisi pemerintahan. Bukankah kamu bilang tidak mau sukses dengan korupsi?”

“Di jepang, aku menemukan sebuah benda bernama korek api.”

“Aku pernah melihatnya saat dibawa oleh para utusan. Sungguh menakjubkan melihat api bisa melayang. Tapi itu hanya benda dari barat untuk memudahkan orang. Aku tidak suka benda remeh itu.”

“Benda remeh itu mengubah hidup wanita. Para wanita jepang tidak lagi cemas api rumah mereka akan mati. Tapi di joseon, para suami meninggalkan istri mereka jika sang istri gagal menjaga nyala api.”

“kamu ingin aku, yang mengajarkanmu soal memberantas kelicikan, untuk mendapatkan pencerahan?”

“Aku akan masuk ke dunia korup itu. Aku akan membuat joseon beradab seperti jepang.”

“Kamu yakin tidak akan menjadi seperti mereka?”

“Aku sudah menjalani kehidupan seperti itu. Aku telah hidup sebagai putra Baek Ga. Aku tidak mau menjalani ini lagi.”

***

“Tuan Muda Baek…tunggu sebentar.” Seorang gadis memanggil Baek Yi Hyun saat ia pergi.

“Nona Myung Sim.”

“Kudengar kamu pergi untuk ikut ujian pegawai negeri. Aku membuat gula-gula dari hasil panen tahun ini. Terimalah.”

“Terima kasih.”

Dan terdengarlah suara warga yang ribut-ribut akan ada pertarungan.

***

Kali ini, Baek Yi Kang akan bertarung dengan Choi Deok Ki.

“Jika aku kalah. Aku akan langsung pergi dari Gobu. Jika kamu kalah, kamu akan melupakan kejadian tadi.”

“Aku akan memegang janjiku, tidak usah khawatir.”

“Majulah…”

“Baik…”

Bersambung… klik di sini episode selanjutnya.

Komentar dulu dikit….

Haeeeehhh peran utama di sini adalah Baek Yi Kang. Kalian tahu nggak? Jadi, bukan Oppa Yoon Si Yoon.

Yang menarik justru ekspesi dari Baek Yi Kang. Dia lembut sekali di satu sisi, tapi sangat gila dan doyan bak bik buk di sisi lain. Menurutku, keknya bakalan menarik di episode selanjutnya.

Nahhhh… entah kenapa aku butuh romance dalam drama ini. Whwhwhwhw…

Ehhhh kalau nggak ada romance buat diriku saja. wgwggw

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat