Sinopsis The Last Empress Episode 51 Part 2

Sinopsis The Last Empress Episode 51 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Pak Han melaporkan pada Hyuk.

“Apa yang kamu temukan?” Ucap Hyuk.

“Aku menyuruh orang mengikuti Pak Pyo dan selama sepekan terakhir, dia mengunjungi rumah saki rehabilitasi kekaisaran.”

“Rumah sakit rehabilitasi? Bukankah Ibu Suri direktur rumah sakit itu?”

“Ya benar. Mencurigakan karena baru-baru ini mereka meningkatkan keamanan juga.”

***

Mak Lampir akan tidur dan membuka selimut. Namun yang ia temukan adalah fotonya yang berdarah dan pisau yang menancap. Mak Lampir pun teriak. Nona Choi masuk.

“Apa apa Yang Mulia.”

“Itu…”

“Siapa yang berani?”

“Menurutmu itu Na Wang Shik?”

***

Suneo membungkus kepalanya dengan perban. Kemudian ia memakai topi. Tak cukup itu, tanganya pun diperban.

Mummy Hyuk pergi lewat pintu rahasia.

***

Di rumah sakit rehabilitasi yang penuh penjagaan ketat. Seseorang nampak menyelinap. Dia adalah Mummy Hyuk.

Hyuk masuk dan terlihat beberapa staf membawa bunga poppy. Demi perhatian pengawal teralihkan, Hyuk memecahkan kaca jendela.

Dan bak-bik-buk. Dua penjaga digebukkin Hyuk.

Hyuk mengintip lewat kaca pintu. Sejumlah orang sibuk mengektrak bunga di dalam lab. Kemudian ada pegawai yang menyuntikkan sesuatu ke seseorang.

Di lorong. Hyuk juga mendengarkan orang-orang yang berteriak minta dikeluarkan. Mereka berseragam orange dan ada di dalam sel.

Di situ juga ada Pak Pyo. Pak Pyo memukul-mukul sel agar para orang-orang ini mau diam.

“Diam kalian. Tikus-tikus…”

Pak Pyo memberikan perintah pada pegawai. “Singkirkan dulu yang tidak bagus.  Ketinggian air di pulau Chungeum sangat dalam. Bukankah itu bagus? Pastikan keterlibatan Mak Lampir tetap dirahasiakan. Tutup mulut kalian! Jangan lupa kita bisa seperti sekarang berkat dia. paham?”

Hyuk yang ketahuan menyelinap pun akhirnya dikejar oleh banyak penjaga. Adegan bak-bik-buk belalang kuncup lagi.

Sampai akhirnya Mummy Hyuk bertemu dengan Pak Pyo.

“Siapa kamu brengsek?kamu…..?”

Hyuk pun melompat dan kabur.

“Yak Na Wang Shik….” Ucap Pak Pyo yang mulai menembak.

Hyuk berhasil kabur.

***

Mak Lampir menggebrak meja.

“Apa? Na Wang Shik? Dia juga muncul di situ? Kamu yakin?”

“Dia harus membalut seluruh tubuhnya dengan perban setelah pengeboman.”

“Dia muncul di pulau itu lagi saat dia sedang tidak sehat. Bedebah yang gigih.

Nona Choi ikut bicara. “Maka aku yakin Na Wang Shik mengirimkan peringatan tadi malam.”

“Dia meminta aku untuk membunuhnya. Setidaknya aku harus memasang perangkap untuk menangkap tikus itu. aku akan mengunjungi pulau Chungeum dan menangkap dia sendiri.

***

Seorang pegawai mengatakan pada Pak Pyo. “Permaisuri menuju taman rahasia Mak Lampir.”

“Apa? Bagaimana dia bisa tahu taman itu? aku akan ke sana sekarang. kabari Mak Lampir.”

Dan seperti yang kita tahu, itu adalah pegawai mata-mata Oh Sunny.

***

Sunny memang ada di rumah kaca Mak Lampir. Ada Pak Pyo yang datang juga.

“Apa yang berusaha anda cari di sini? anda memang berani.”

“Kurasa Mak Lampir masih belum menyerah kepadaku. Apa yang akan kamu lakukan setelah mengikuti aku kemari? Kamu akan mengulangi perbuatanmu pada Min Yura?”

“Min Yu Ra? Pemaisuri?”

Dari arah belakang. Ijah dengan sangat gemas menyuntikkan sesuatu di leher Pak Pyo.

“Siapa kamu?” Tanya Pak Pyo.

“ini aku, Min Yu Ra. Kamu tidak ingat aku? Sungguh mengecewakan.”

“Siapa Min Yu Ra?” Pak Pyo mengambil suntikkannya dan melemparkannya.

“Kamu sungguh tidak ingat aku. Itu mengecewakan. Setelah diperkosa, hidupku hancur. Deritanya tidak bisa kutahan.”

Pak Pyo sudah terkena pengaruh obat. “Kamu perempuan di hari itu? kamu mau mati?”

“Narkoba itu pasti memengaruhimu. Racun akan menyebar di ubuhmu dalam 10 menit. kalau kamu ingin hidup, ungkap semua perbuatan Mak Lampir. Kalau kamu memberikan pernyataan, akan kuberikan penawarnya.”

“Aku tidak bersalah. Aku tidak tahu apa-apa.” Jawab Pak Pyo dalam pengaruh obat.

“Maka matilah. Sampah sepertimu tidak pantas hidup.” Ucap Ijah dengan mengerikan seperti biasanya.

Sunny akan membanting penawarnya. Pak Pyo langsung berkata. “Aku akan bicara, baiklah.”

Sunny menyalakan rekaman.

“Aku tahu narkoba diproduksi dan didistribusikan di pulau itu. apa lagi perintah Mak Lampir padamu?”

“Kami menjalani uji klinis narkoba.”

“Uji klinis?”

“Saat mereka kecanduan narkoba. Kami menenggelamkan mereka ke dalam laut Chungeum. Na Wang Shik akan menghadapi akhir yang sama. sudah kukatakan segalanya. Berikan penawar itu.”

Yu Ra malah mengambilnya dan memecahkannya. “Apa yang kamu lakukan?” Tanya Pak Pyo.

“Kamu ingin hidup setelah melakukan perbuatan mengerikan itu? sampah sepertimu harus mati dan meninggalkan dunia.” Ucap Yu Ra.

Yura pun menggandeng Sunny untuk keluar. Mendadak, Pak Pyo mengambil batu bata dan akan menghantam Sunny. Tapi Yura melindunginya.

“Min Yu Ra apa yang kamu lakukan? Apa yang aku pikirkan?” Ucap Sunny yang melihat Ijah berdarah-darah.

“Jangan salah sangka. Aku tidak melakukannya demi menyelamatkanmu. Aku membalas dendam. Dan aku dihukum untuk dosa-dosaku. Jadi, tidak usah berterima kasih kepadaku atau mengasihani aku.”

“Tidak Min Yu Ra. Kuatkan dirimu. Tetaplah bersamaku.”

Min Yu Ra un menutup matanya.

***

“Bersiaplah pergi ke pulau Chungeum sekarang. Kurasa Ibu Suri memasang perangkap untuk menangkap Na Wang Shik. Dia tidak menghubungi kita karena ingin menanganinya sendiri.” Sunny menelpon Pak Byun.

“Tapi. Ada yang aneh, Yang Mulia. Beberapa hari lalu, seseorang datang ke kuburan Baek Doo Hee dan mengubur jasad Na Wang Shik di samping kuburannya.” Ucap Pak Byun dari kuburan.

“Apa maksudmu? Kudengar Na Wang Shik melarikan diri di hari pengeboman? Kudengar tidak ada korban jiwa.” Sunny pun mengingat kalimat Hyuk.

***

Sunny menghadap Pak Han.

“Aku harus menemui Kaisar saat ini juga.”

“dia baru saja tidur. Dia sedang kurang enak badan. Dia tidak ingin menemui siapapun.” Jawan Pak Han.

“Karena itu aku harus memeriksanya dengan mataku sendiri. minggir.”

Pak Han akhirnya minggir. Sunny pun masuk. Tidak ada Hyuk. yang ada hanyalah perban yang dipenuhi dengan darah. Sunny pun melihat darah di patung yang biasanya digunakan untuk membuka pintu rahasia.

“Apa yang kamu lakukan Hyuk.” Sunny pun mulai khawatir.

Lanjut ke bagian 3. klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *