Sinopsis The Last Empress Episode 51 Part 1

Sinopsis The Last Empress Episode 51 Part 1- Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Sunny nampak terbangun di rumah sakit kekaisaran. Ia melihat Hyuk di dekat jendela.

“Peya.”

Hyuk pun berbalik. “Kamu sudah siuman? Permaisuri? Kamu baik-baik saja?”

“Apa yang terjadi? Hal terakhir yang aku ingat adalah kayu besar yang jatuh menimpaku. Aku tidak ingat apa-apa setelah pingsan.”

“Kamu pingsan selama satu minggu.” Anjayyy kek cuti kerja. “Kamu banyak berdarah dari cidera kepala. Aku lega sekarang kamu sudah siuman.”

“Apakah ada yang terluka?”

“Ada beberapa korban, tapi tidak ada yang tewas dalam insiden itu.”

“Tidak ada yang tewas?”

“Tersangka insiden pengeboman adalah Na Wang Shik.” Masih aja ada Tuhan fitnahnyaaaa… “Dia kabur dari TKP. Kita telah mengeluarkan DPO ke seluruh kekaisaran korea.”

“Apa yang kamu bicarakan? Apa maksud kamu Na Wang Shik adalah tersangkanya? Itu tidak masuk akal.”

“Kenapa? kurasa dia tidak memberitahumu rencana untuk mengebom tempat itu. ahh benar juga. Aku berterima kasih untuk hadiah yang kamu berikan kepadaku pada perayaan hari ke 10 tahun. begitu aku pulih, aku harus menyerahkan diri untuk penyelidikan polisi sesuai dengan kemauanmu. Istirahatlah. Kamu masih belum pulih.”Hyuk pun pergi.

Sunny berkata. “Pelakunya pasti Mak Lampir. Aku yakin. Lantas apakah dia tidak peduli jika Hyuk mati?”

***

Ada konferensi pers. Wartawan berkata. “Sudah seminggu sejak serangan di istana,  pelakunya masih belum tertangkap. Apakah benar Na Wang Shik yang disebutkan keluarga kekaisaran?”

Mak Lampir menjawab. “Sesuai dengan pernyataan kami. Na Wang Shik menyimpan dendam terhadap Kaisar, bohong soal identitasnya dan menyerang istana, hingga menjadi kepala pengawal. Dia menipu dan mengancam keluarga kekaisaran. Dari luar, dia berpura-pura dermawan, tapi dia mencuri dari keluarga kekaisaran. Na Wang Shik menderita luka parah dalam serangan dan dalam pelarian. Polisi sedang mencari dia saat kita bicara. Kami akan memangkap dia dan menghukum dia seberat mungkin.”

Tanya lagi… “Apakah semua yang dieskpos Permaisuri mengenai Kaisar benar? Orang-orang terkejut. Kenapa dia tidak mengatakan apa-apa?”

“Haaahhh… itu mengejutkan dan traumatis bagiku juga. Aku tidak bisa menyangkal fakta bahwa sebagai Ibunya, aku salah membesarkan dia.”

“Anda mengatakan ladang bunga poppy dan pengedaran narkoba adalah perbuatan peya dan dia bertindak sendirian?”

“Tentu, aku tidak tahu. Seorang Ibu tidak tahu semua perbuatan anaknya yang sudah dewasa.” Anjay nyesek gue.

****

Pak Pyo menghadap pada Mak Lampir.

“Kamu masih belum menemukan Na Wang Shik?”

“Aneh… aku yakin sudah mengikat dia di belakang panggung. Aku mencari dia setelah ledakkan. Tapi tidak menemukan jejaknya.”

“Jika kaki dan tangannya terikat. Ke mana dia pergi?”

Hyuk pun datang.

“Aku menikmati konferensi pers Oma mama.” Aku suka gayamu Suneo. “Rupanya Ibu menyalahkan aku atas semuanya.”

“Kaisar harus berkorban untuk keluarga kekaisaran.”

“Ibu mengambinghitamkan aku untuk masalah narkoba di pulau Chungeum juga.aku, putra Ibu.”

“Sunny, yang kamu cintai, melakukan ini, jadi, ini utangmu untuk dibayar. Beristirahatlah beberapa tahun di penjara dan pura-puralah bertobat saat dibebaskan. Maka orang-orang akan segera mengampuni dan melupakan. Konon penjara sudah lebih bagus. Anggap saja itu karyawisata.” Emang sarap nih orang.

Suneo tersenyum getir. Eehh sumpahh doi tenang gitu. Apa karena semua honornya sudah cair? “Karyawisata.?”

“Kamu harus memutuskan dengan cepat. Kamu harus mengurangi kerugian dan melindungi keluarga kekaisaran. Ibu akan berusaha keras agar kamu dibebaskan tanpa menjalani hukuman.”

“Kapan keluarga kekaisaran yang damai menjadi berantakkan begini? Di mana salahnya?”

“Kamu peya. Yang melakukannya sendiri.”

“Aku ingin main catur dengan Oma mama. Sudah lama tidak bermain. Tidak… tolong cukur aku. Aku akan merindukan sentuhan Ibu saat aku di penjara.”

“Cukur?”

***

Adegan kek begini terulang lagi. Cukur pakai golok madura. Keduanya nampak tenang tapi sangat mengerikan.

***

Kilas balik.

Hyuk ada di ruang mayat. Seorang dokter mengeluarkan mayat. “Dia ditemukan tewas sambil memeluk masa lalu bom. Jadi, jasadnya rusak parah.”

“Dia memeluk bom?” Tanya Hyuk masih tidak percaya.

“Kurasa dia mencegah ledakkan bertambah besar.”

“Kamu yakin ini Na Wang Shik?”

“Ya. itu dia.”

***

Kembali ke Hyuk yang lagi cukuran. Mak Lampir menghandukinya. Keduanya bahkan sama-sama sempat tersenyum. Aseliiiiiiiik mereka senyumnya lebih mengerikan dari pada kalau ngamuk. Karena kita nggak tahu emosi apa yang sedang dipendam bukan?

Hyuk berkata dalam hati. “Siapa yang hendak kamu bunuh, Emak?”

***

Ari mendatangi Sunny di RS.

“Ibu baik-baik saja? aku sangat cemas.”

“Aku baik-baik saja sekarang. maaf telah membatmu cemas.”

“Ibu tahu itu akan berbahaya? Karena itu Ibu memulangkan aku lebih dahulu?”

“Kamu membicarakan hal-hal yang tidak perlu kamu dengar, jangan dengar apa yang kamu dengar di berita atau apa pun dari para pelayan.”

“Aku akan lakukan sesuai perkataan oma mama. Ngomong-ngomong, Ibu sudah bertemu dengan ayah? Dia tidak pergi dari sisi ibu selama satu pekan. Dia tidak makan, tidur, atau menerima salam kami. Ayah menemani Oma mama sepanjang waktu.”

“Begitukah?”

“Ibu pasti pulih dan siuman berkat cinta dan kesetiaaannya.” Aaaaanjay ni bocah sa ae.

Sunny mulai beranjak dari ranjangnya. Ia mendekati jas coklat yang ia pakai saat insiden dan menggeledah.

“Ibu mencari apa?” Tanya Ari.

“Surat nenek. Di mana?”

***

Surat itu dibaca oleh Hyuk dengan air mata yang berlinangan. Tentang surat nenek yang mengatakan bahwa dia bunuh diri.

“Nenek.” Hyuk kemudian mengingat saat Sunny membangunkannya di hari insiden. Ia ingat Sunny yang membangunkannya untuk menyelamatkan Hyuk.

“Kenapa kamu menyelamatkan aku? Aku seorang pengecut yang tetap diam bahkan ingin melarikan diri.”

***

Sebuah lencana kepala pengawal ada di tangan Hyuk. dengan mengerikannya, dia menempelkannya langsung di kulit dadanya. Darah pun mengalir.

“Na Wang Shik. Aku akan hidup sebagai dirimu mulai dari sekarang. bagaimana menurutmu? Pin kepala pengawal, tampak bagus padaku, bukan? Akan aku selesaikan, apa yang tidak bisa kamu selesaikan.”

Nyambung ke bagian 2 di sini. klik saja.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *