Sinopsis The Last Empress Episode 47 Part 2

Sinopsis The Last Empress Episode 47 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Eun bicara empat mata dengan Mak Lampir.

“Nona Choi, bawakan kami teh. Silakan duduk.”

Eun masih berdiri. “Kamu belum berubah sedikitpun. Kamu persis sama. aku lebih tua darimu. Bagaimana kamu bisa menyuruhku duduk di kursi yang lebih rendah?” Eun pun duduk di tempat Mak Lampir.

“Aku pikir kamu akan datang pada saat Ibu Suri a.k.a nenek suri meninggal.”

“Aku ingin datang, tapi suamiku mengalami kecelakaan. Aku yakin kamu tahu apa yang terjadi.”

“Aku tidak tahu sama sekali.”

“Kamu masih bermain bodoh juga. Kamu melakukannya 30 tahun lalu, ketika suamiku dicopot atas penyalahgunaan narkoba.”

“Itu lagi? Apa yang harus aku lakukan dengan itu, kamu terus menuduhku.”

“Kamu lupa karena itu tidak terjadi padamu? Aku tahu kamu yang menjebak suamiku yang tidak bersalah dalam pengunaan narkoba, itu adalah jebakkan yang kamu tanam di tengah-tengah kami. Kamulah yang menanam tananam obat-obatan di kamarnya.”

“Jaga mulutmu. Apa kamu punya bukti bahwa aku adalah pelakukanya?”

“Baik. Mari kita berhenti membicarakan tentang itu.”

“Apa gunanya menggali masa lalu? Kamu sangat berhasil, bisnismu berhasil. Aku sangat iri pada kakak ipar. Aku telah menghabisakan hidupku terjebak di dalam istana, dan menyia-nyiakan masa mudaku.”

“kalau begitu, kamu tidak perlu menjadi wali sah hukum ari. Mungkin kamu ingin menerapkan otoritasmu dan kembali menjadi hewan pesta.”

“Hewan pesta apanya? Dengan Yoon yang terbaring koma, aku harus berkorban sebagai tetua di keluarga kekaisaran.”

“Pengorbanan?”

“Kamu akan segera melihat, permaisuri adalah ibu tiri ari yang selalu bicara tentang perceraian dengan kaisar. Dan Seo Kang hee mengkhianati sahabatnya dan menggoda suaminya. Bisakah kita memercayai orang seperti itu?”

“Itu aku yang akan memutuskan. Jangan coba mempengaruhi penilaianku. Aku ingin kamu tidak terlibat.”

***

Di ruang keluarga, ada Eun yang melihat rumor di internet bagaimana Sunny memperlakukan Ari dengan buruk. Saat itu juga ada Seo dan Sunny.

“Benarkah para wartawan mengarang cerita tentang kamu yang melecehkan Ari?” Tanya Eun pada Sunny.

“Aku memukulnya. Tapi itu untuk memperbaiki perilakunya yang tidak pantas.”

“Apakah kamu akan melakukannya bahkan jika dia adalah anakmu sendiri?”

“Apa maksudnya?”

“Aku bisa langsung tahu bahwa Ari cerdas. Aku ingin tahu apakah perlu untuk memukulnya sebagai sebuah pelajaran.” Ucap Eun.

“Ari tumbuh dengan percaya bahwa uang adalah solusi dari segalanya. Aku percaya bahwa seseorang harus mengajarinya yang benar dan salah.”

“Kamu rupanya keras kepala juga.” Ucap Eun. Dan Seo senang mendengarnya.

***

Hyuk nyelonong masuk ke kamar Seo.

“Apa kamu menyadari apa yang aku alami karena pernyataanmu? Pergi dan beri tahu mereka bahwa yang kamu lihat itu salah. Sekarang.” Ucap Hyuk.

“Akankah itu menyembunyikan kebenaran? Kamu mendorong So Hyun ke kolam itu. jika tidak, silakan menyangkal saja. berapa lama kamu akan menyalahkan orang lain? pergi ke kuburannya dan minta maaf.”

“Kamu bilang melihatnya? Itu berarti kamu ada di sana juga.”

“Apa?”

“Jadi kenapa kamu tidak menyelamatkannya? Kamu bukan saja asisten pribadianya, kamu adalah sahabatnya. Apa yang kamu lakukan? Aku melewatkan sesuatu bukan? Kamu takut ketahuan. Itu sebabnya kamu mencelakai Yoon. Apakah aku salah?”

“Tolong berhenti mengada-ada, Peya.”

“Kamu ingin mengusirku dan melenyapkan Yoon. Dan menjadikan Ari Kaisar Wanita. Aku akan mengungkap kebenaran yang terjadi malam itu.” Hyuk pun pergi.

Seo yang jahara berkata. “Kamu tidak akan mendapatkan apa yang kamu inginkan, Yang Mulia.”

***

Di ruang makan. Bin dan Eun berkumpul bersama anggota kerajaan lainnya.

“Seorang saksi anonim melihat Kaisar membunuh TETE MAMA dengan tusuk konde.” Ucap Bin.

“apa ini?” Eun kaget mendengarnya.

“Ini tidak masuk akal. Siapa yang telah mengatakan omong kosong seperti ini? apakah kamu berani menuduhku berdasarkan hal yang belum bisa dikonfirmasi?” Ucap Hyuk.

“Aku meminta untuk mengkonfirmasi petunjuknya. Kenapa kamu begitu kesal?”

“Aku tidak membunuhnya. Berapa kali aku harus mengatakan itu?”

Sunny berkata. “Jika itu buka peya. Lalu siapa orang yang meracuninya dengan makanan yang aku kirim dan membunuhnya? Apakah itu Ibu Suri yang melakukannya?”

“Apa? Aku? Bukti apa yang kamu miliki untuk mengatakan hal seperti itu.” Ucap Mak Lampir.

“Kaisar memberitahuku bahwa dia melihatmu memasukkan racun ke dalam makanan yang telah aku kirim.” Ucap Sunny.

Hyuk merespon. “Aku tidak bicara hal seperti itu. dia berbohong.”

“Kamu mabuk saat itu. tetapi aku tahu apa yang kudengar.”Sunny memperlihatkan lengan Mak Suri di sampingnya yang terluka. “Dari mana anda mendapatkan bekas luka ini? bukankah itu dari percikan racun yang tumpah di lenganmu saat menjatuhkan botol?”

“Lepaskan aku!!!” Mak Lampir pun galak.

“Apa yang terjadi? Jelaskan?” Ucap Eun.

Sunny lanjut bicara. “Ibu suri meracuni nenek, dan kaisar menusuknya dengan tusuk konde. Begitukah cara kalian membunuh nenek?”

Mak Lampir menggebrak meja. “Bukti!!! Bawakan aku bukti! Jangan menuduh orang yang tidak bersalah berdasarkan ucapan orang yang sedang mabuk. Na Wang Shik, Oh Sunny, aku akan melaporkan kalian atas tuduhan pencemaran nama baik.”

Mak Lampir pun pergi. So Jin menahannya. “Tidak benar!!! Oma mama tidak membunuhnya bukan?”

“Lepaskan, penyihir.!!!” Mak Lampir pun pergi.

Eun berkata. “Bagaimana keluarga kekaisaran berakhir seperti ini? mengapa? Tidak ada yang perlu dipikirkan lagi. Aku akan memutuskn kuasa hukum wali sah atas Putri Mahkota besok.”

“Itu tidak seharusnya diputuskan secara gegabah.” Ucap Sunny.

“Memikirkan hal itu tidak akan mengubah keputusanku. Aku harus segara menunjuk wali sah hukum dan mengungkap kebenaran kasus TETE MAMA.”

***

Sunny masuk ke kediamannya. Sudah ada Hyuk di sana.

“Apakah kamu memanggil Na Wang Shik? Mengapa? Untuk membunuhku?” Hyuk memojokkan Sunny.

“Apa kamu takut jika kebenaran terungkap?”

“Jangan lakukan apa pun. Jangan pernah! Jangan menempatkan dirimu dalam bahay, dan jauhi itu. kamu mengerti?” Hyuk pun pergi.

Di lorong. Ia berkata dalam hati. “Aku akan berurusan dengan oma mama. Jangan melawannya seperti yang dilakukan oleh So Hyun dan terbunuh. Jangan lakukan apapun, Oh Sunny.”

***

Saat masuk ke kediamannya. Pak Pyo langsung berlutut di depan Mak Lampir.

“Maaf. Yang Mulia.”

Mak Lampir menendang Pak Pyo. “Tidak ada yang bisa kamu lakukan. Tidak bisakah kamu melakukan sesuatu dengan benar? Kenapa aku harus melihat Permaisuri Eun berkuasa seperti itu.”

“Na Wang Shik menghalangi kita.”

“Siapa yang memberi tahu Na Wang Shik? Siapa?”

Nona Choi pun masuk. “Ibu Suri, perusahaan distribusi menekan kami untuk pembayaran yang terlambat.”

“Itu karena si brengsek itu. Na Wang Shik bukan?” Mak Lampir teriak. “Hanya ada satu cara untuk mendapatkan lebih banyak uang setelah Na Wang Shik mencuri uangku. Aku harus meningkatkan aset. Pergi ke pulau Chungeum sekarang. dan bawakan wanita tua Sa Goon Ja.”

“Ya. yang Mulia.” Ucap Pak Byun.

Lanjut ke bagian 3. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat