Sinopsis The Last Empress Episode 45 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Jalang Seo akan membawa Ari pergi. Mereka pun berjalan di lapangan istana. Rombongan pelayan pun memberi salam.

“Selamat atas pemilihan anda sebagai putri mahkota. Aku mengucapkan selamat yang tulus. Mama-nim, ini pasti sangat menyenangkan bagi anda. Anda nampak lebih cantik dari biasanya.”

“Begitu? terima kasih.” Ucap Jalang Seo.

Sunny pun mendatangi mereka. Ari yang akan pergi ke Sunny ditahan oleh Seo.

“anda akan dilantik menjadi putri mahkota?”

“Ya. oma mama, ngomong-ngomong kenapa ibu terlihat sedih? Apakah ibu tidak bahagia?”

“Itu…”

“Bawa putri…” Mak Lampir versi 2 pun memerintahkan pada pelayan membawa ari. Ari pun terpaksa pergi.

Sunny berkata pada Seo. “Apakah kamu benar-benar percaya ini akan membuat Putri Ari menjadi bahagia?”

“Apa hakmu mengajukan pertanyaan seperti itu? kamu bukan ibu kandung ari. Dan aku dengar itu sudah berakhir, antara kamu dengan kaisar. Kamu harus memikirkan masa depanmu sendiri.”

“Mengingat kondisi putra mahkota. Melihat kamu dan ibu suri bergegas memilih putri mahkota. Kecurigaanku makin kuat. Kamu bahagia seolah-olah karena putra mahkota telah jatuh.”

“Pikirkan sesukamu. Kamu akan segera diusir dari istana. Aku wali ari sekarang. berhentilah mencampuri hubungan kami.” Seo bahkan sengaja menabrakkan tubuhnya pada Sunny saat pergi.”

***

Segerombolan orang mengerumuni Hyuk ada di pingir sungai “Mengapa pemudia ini tidur?”

“Yaa ampun…”

“Lihat… ini adalah kaisar.” Seseorang mencocokkannya dengan poster.

Lainnya berkata. “Dia hanya mirip. Seseorang yang mirip. Mengapa kaisar tidur di sini?”

“Maksudku… lihatlah. Cincin dan pakaiannya. Itu terlihat sangat mahal.”

“Jika ini adalah kaisar. Aku akan menjadi dewa. dewa, kamu dengar?”

Seseorang diantara mereka mulai mengambili barang yang ada di tubuh Hyuk. bahkan tangan Hyuk akan digergaji untuk mengambil cincin yang dipakai.

Namun Hyuk langsung sadar dan berkata. “apakah kamu punya kopi instan? Aku akan memberimu hadiah untuk secangkir kopi instan.” Wkwkwkwkkwkwkwkwkwk dueeehhh kukasih serenceng daaahh…

***

Hyuk pun diberi kopi. Ia menum seolah-olah nggak pernah terjadi apa-apa dalam hidupnya.

“Ambil ini. jika kamu mengizinkan aku menggunakan ponselmu, aku akan memberimu hadiah yang besar.”

Telpon diberikan. “Anda akan memberikanku hadiah yang lebih besar. Bukan?”

Hyuk menekan tombol dan bicara. “Han Tim Jang, ini aku.”

***

Sebuah rapat dimulai.

“Mengikuti mayoritas auditor kekaisaran, aku mengumumkan bahwa Putri Ari, telah menjadi Putri Mahkota kekaisaran korea.” PM baru pun mengetuk palu. Semua tepuk tangan.

Ehh ari malah menguap yang langsung dimarahi oleh Mak Lampir. Ari memberikan pidato singkat. “Aku dengan tulus berterima kasih pada auditor kekaisaran karena menunjukku sebagai Putri Mahkota. Karena aku adalah putri mahkota pertama kekaisaran, aku akan melakukan yang terbaik untuk menunjukkan manrtabat dan kebijaksanaan sang putri, untuk memenuhi harapan anda semua.”

Tepuk tangan lagi.

***

Mak Lampir bicara empat mata dengan PM yang baru.

“Kaisar masih diselidiki tentang kematian Permaisuri So Hyun. Tidak ada yang bisa dia lakukan di istana.” Ucap Mak Lampir.

“Itulah mengapa, kami menunjuk wali resmii putri mahkota sesegera mungkin.”

“Aku ingin beristirahat sekarang, tapi karena masalah di sitana, tampak sangat mendesak, sebagai tetua di keluarga kerajaan, aku akan memimpin….”

“Anda masih menyelesaikan layanan di komunitas, mungkin ini nampak akan sulit.” wkwkkw kerjaan bersih-bersih belum selesai?

“Lalu siapa yang akan menjadi wali sahnya? Siapa yang akan membuat keputusan akhir tentang masalah ini?”

“Permaisuri Eun di AS akan membuat keputusan.”

“Permaisuri Eun? Apakah kamu akan menunjuk ipar perempuanku?”

“Ya.”

“Dia adalah istri dari kaisar yang digulingkan. Apa haknya? Dan dia diusir karena menggunakan narkoba. Bagaimana kita memercayai wanita seperti itu untuk membuat keputusan?”

“Dia sudah dalam perjalanan.”

“Apakah Permaisuri Eun setuju untuk mengambil bagian dalam masalah ini?”

“Ya.”

Nona Choi pun masuk dan berkata pada Mak Lampir. “Teo Mama, sudah waktunya merekam video dengan Putri Mahkota. Anda harus pergi sekarang.”

Lanjut ke bagian 4. klik di sini.

 

Sinopsis The Last Empress Episode 45 Part 3
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat