Sinopsis The Last Empress Episode 45 Part 2

Sinopsis The Last Empress Episode 45 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Hyuk mendengar laporan dari Pak Han di ruangannya. “apa yang kamu bicarakan? Na Wang Shik menghilang? Bagaimana dengan para penjaga yang membawanya?”

“Mereka semua hilang.”

“Kamu bilang mereka memihak pada NWS? Panggil penjaga khusus. Aku akan pergi sendiri. panggil semua pengawal yang siap mati.”

“Ya.” Pak Han pun pergi.

****

Hyuk membuka brangkasnya dan mengambil senjata. Hyuk akan mencobanya namun lampu di kamarnya tbtb mati.

“Na Wang Shik. Apakah itu kamu? apakah kamu di sini? keluar!!!!!”

Dari arah belakang Bin memukul kepala Hyuk dengan guci. Hyuk langsung tidak sadar. Bin pun membawa Hyuk lewat pintu rahasia di dalam kamar mandi.

***

“Buka pintunya.” Ucap Sunny di kamarnya. Kamarnya digembok dari luar. “Apakah kamu menentang perintah Permaisuri? Buka pintunya!!!”

Sunny akan mendobrak dengan kursi. Namun Mak Lampir dan kawanan sirkusnya datang dan membuka pintu.

“Oh Sunny. Kamu bocah pemberani.” Mak Lampir membanting kursi yang tadianya dibawa Sunny. “Beraninya kamu menghancurkan keluarga kekaisaranku yang berharga.”

“Tidak ada yang tersisa untuk dihancurkan. Sudah busuk sampai ke intinya. Ini yang terburuk!!!”

Mak Lampir menarik kerah Sunny. “Kamu mengkhianati kami. Beraninya kamu berteriak kepadaku!!! Kamu bekerja sama dengan Byun Baek Ho dan hampir membunuh putraku Yoon yang tidak bersalah. Itu kamu bukan?”

Sunny melepaskan cengkraman Mak Lampir. “Kamu lebih tahu dari orang lain siapa yang menyerang Putra Mahkota Yoon!!! Itu sebabnya kamu melindungi dia. kami akan segera mencari tahu masalah apa yang kalian berdua buat.”

“Apa?”

“inilah keluarga kekaisaran!!! Kamu menghargai kehidupan manusia seolah itu adalah lalat. Kamu sangat kampret tercela. Ketika aku menikah dengan keluarga kekaisaran, kupikir aku mendapatkan jackpot. Aku tidak tahu itu selokan kotor. Aku membencimu. Kamu membuatku sakit. Berapa dosa yang kamu lakukan dan sembunyikan? Sadarlah tindakkanmu selama ini!!!”

“Beraninya kamu terus bicara! Kamu bersekongkol dengan NWS dan menikam Suneo dari belakang, kamu orang rendahan….” Mak Lampir akan menampar Sunny dan lansung ditangkis oleh Sunny.

“Jangan sentuh aku. Aku bukan seseorang yang bisa kamu sentuh.”

“Kamu bukan apa-apa di sini. beraninya kamu?”

Mak Lampir akan memukul tapi ditangkis lagi. “Kata-kataku tidak mempan padamu?”

“Aku memilihmu karena satu alasan. Karena kamu mudah digunakan dan dibuang, karena kamu bukan siapa-siapa. keluar dari istanaku sekarang! keluar!!!!”

“Kamu pikir aku ke sini karena keinginanku? Aku bahkan tidak ingin menghirup udara yang sama denganmu. Aku akan pergi setelah menangkap pembunuh nenek, pelaku yang meracuni makananku. Jadi, pergi dan katakan pada putramu yang hebat agar tidak perlu mengunciku seperti ini. aku tidak akan pergi ke mana pun walau dia menyeretku keluar.”

“Kamu ini!!! aku bahkan tidak akan berkeringat jika menginjak serangga seperti mu.”

“Ayo!!!! Coba kalau kamu berani!!!”

YAAAAAAAAAAKKK KAMI SUKA KERIBUTAN!!!!! Sunny lanjut ngomong. “Setiap kali aku terbangun, aku berencana untuk mengungkapkan satu lagi kesalahanmu. Apa yang kamu tunggu? Cepat LUNGOOOOOOO!!!! KELUARRRRRRR!!!”

Kesal. Mak Lampir nendang guci. Halahhhh berani sama guci.

***

Mak Lampir ke kediamannya. “Bagaimana bisa Oh Sunny bisa seberani itu? dia benar-benar orang gila!!!”

Nona Choi pun masuk dengan terburu-buru. “Yang Mulia. Kita dalam masalah. Mereka bilang, kaisar menghilang.”

“Apa maksudmu? Apakah dia mengejar Na Wang Shik? Lacak lokasinya sekarang!!!”

“Ya. Yang Mulia.”

***

Hyuk dengan luka-luka. Terbangun di jalanan. Tbtb ada suara mesin mobil menyala dan itu adalah Bin. Bin berkata. “Kamu harus merasakan apa yang dirasakan oleh Ibuku. Lihat bagaimana rasanya.”

Bin menginjak gas dan akan menabrak Hyuk. Hyuk bisa menghindar. Karena gagal, Bin putar balik, percobaan yang kedua pun gagal. Hyuk yang tersudut mencoba melepaskan ikatan tali di tangannya dengan menggesekkannya ke besi pembatas jalan. Hyuk berhasil lepas.

Hyuk pun berdiri di jalanan sambil berteriak menantang Bin dengan mobilnya. Bin kembali menginjak gas dan berhenti tepat di hadapan Hyuk.

Bin keluar dari mobilnya. “Kamu pengecut!!! Mengapa kamu lari?”

“Hentikan. Apa kamu berencana untuk membunuhku?”

“Apakah aku terlihat seperti main-main? Aku bermimpi untuk membunuhmu tiap hari.”

“Lalu kenapa kamu tidak membunuhku saja? lagipula kamu tidak bisa membunuhku. Aku juga muak. Berapa lama kamu menyiksaku? Apa dengan melakukan ini kepadaku akan mengembalikan ibumu yang sudah mati?”

“Ahhh elu sampah.” Bin memukul Hyuk. keduanya saling memukul dengan lukanya masing-masing. bayangan mulai muncul, mulai dari Ibu NWS, saat Yu Ra muncul dari selimut Hyuk, saat Hyuk meminta Bin memanggilnya Hyung. Keduanya sama-sama dengan lukanya masing-masing.

Adu jotos mengantarkan Hyuk ke tepi sungai yang curam.

Bin berkata. “Ini belum berakhir. Ingat tempat ini? kamu menyuruhku untuk membunuh Permaisuri. Ini tidak akan selesai jika kamu menyangkal kesalahanmu. Ingat kesalahanmu pada setiap orang yang telah kamu sakiti. Mengerti?”

“Apakah itu masalah besar tentang orang yang sudah mati? Mengapa kamu mempertaruhkan hidupmu?” Hyuk teriak.

“Kamu benar-benar bukan manusia. Baiklah. Lihat bagaimana rasanya kehilangan semua yang kamu cintai satu per satu.” Bin melepaskan satu tembakkan peringatan.

Hyuk tersenyum. Ia malah menjatuhkan diri sendiri di dalam air. Persis seperti Sunny dulu. masih ingat kan guys?

Bin berkata. “Kaisar? Kamu tidak bersalah? Maka lakukan yang terbaik untuk tetap hidup. persis seperti yang aku lakukan.”

***

Nona Choi bicara dengan Mak Lampir.

“Kamu masih belum menemukan kaisar? Apa yang dilakukan penyihir Oh Sunny?”

“Dia tidak melakukan apapun saat ini.”

“Apa yang terjadi sekarang? apakah Na Wang Shik….sudah membereskan Kaisar? Jika tahta kosong, bawakan aku Seo Kang Hee.”

***

Kang Hee langsung menghadap Mak Lampir.

“Rumor mengatakan bahwa Kepala Chun mencoba membunuh Kaisar. Apa yang terjadi?” Ucap Jalang Seo.

“Itu bukan urusanmu. Lebih penting lagi, aku akan mampir ke kantor auditor kekaisaran dan mengesahkan Putri Ari untuk menjadi Putri Mahkota hari ini.”

Seo seneng banget. “Sungguh? Terima kasih. Terima kasih banyak.”

“Kita di jalan yang sama sekarang. jika kamu menyimpan perasan sakit, singkirkan sekarang. jika tidak, Putrimu, Putri Ari, akan menjadi yang pertama mati.”

“Aku akan mengingatnya. Aku akan melayani anda sampai akhir hidupku.”

Lanjut ke bagian 3. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *