Sinopsis The Last Empress Episode 45 Part 1

Sinopsis The Last Empress Episode 45 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Hyuk berkata saat adegan saling todong. “Kenapa kamu tidak membunuhku selama ini? aku yakin kamu punya waktu yang cukup.”

“Aku tidak bisa membunuhmu begitu saja. karena seluruh dunia harus tahu sisi mengerikan dari dirimu yang selama ini kamu sembunyikan. Mereka harus tahu siapa kamu dan tempat apa ini.”

“Ibumu yang melompat ke depan mobilku, aku tidak bersalah.”

“Tutup lambemu!!! Tidak cukup menabrak mobil ibuku dengan mobilmu, kamu membuang tubuhnya di jalanan yang dingin. Dan mobil lain menabraknya lagi!! Beraninya kamu bilang tidak bersalah? Jika kamu segera membawanya ke rumah sakit. Pasti ibuku masih hidup. organ tubuh ibuku pecah, dan dagingnya terkoyak saat mati.”

Hyuk mundur selangkah dan ia melepaskan todongannya pada Bin. “Karena seorang wanita biasa, kamu akan membunuh kaisar? Hanya karena seseorang mati?”

“Apa yang kamu katakan brengsek?”

Hyuk mundur kebelakang dan berteriak. Tembakkan ia arahkan pada lampu. Hyuk memberikan perintah pada para penjaga. “Bunuh, bajingan itu!!”

Mendadak. Beberapa kawanan penjaga malah mendekat pada Bin dan melindunginya. Mak lampir yang duduk di atas odong-odong pun kaget dan langsung berdiri. Kann yhaaa keknya kebagusan gitu bilang singgasana.

Para penjaga ini pun menodongkan pistolnya pada Hyuk. jadi pecah jadi 2 kubu tuh.

“Apa yang sedang kalian lakukan? Apakah kalian memihak pada Na Wang Shik?”

“Penjaga terkutuk!!! Kalian pengkhianat!!!!” Mak Lampir teriak.

Salah satu penjaga berkata. “Kami menunggu perintah anda ketua, kami sudah menunggu datangnya hari ini. kami siap untuk mengambil nyawa Lee Hyuk.”

Hyuk berkata. “Beraninya penjaga istanaku merencanakan pemberontakkan? Na Wang Shik, kamu ke sini memanggil mereka?”

“Tidak. Aku tidak memanggil mereka. kamu yang melakukannya, dasar bego. Orang-orang sepertimu, Mak Lampir, dan keluarga kekaisaran yang busuk ini telah menginjak-injak mereka. mereka yang akan membalasmu sekarang. karena kamu. keluarga mereka meninggal. Karena kamu, keluarga mereka hancur. Mereka kehilangan seluruh hidup mereka. kamu menggunakan orang seperti Ma Pil Joo untuk meninggalkan luka tak tersembuhkan pada orang-orang ini. sama seperti peluru di kepalaku. Kamu TAHU ITU?”

“Kamu tidak perlu menyeretnya keluar, kami akan membunuh si brengsek ini malam ini juga.” Teriak penjaga di sebelah kanan Bin.

“Kami akan mengakhiri semua ini.” Ucap penjaga di sebelah kiri Bin.

Bin lanjut berkata. “Saat pertama kali datang ke istana, tujuanku adalah mengambil hidupmu. Tapi kini sudah berubah. Aku akan mengalahkan keluarga kekaisaran yang gila ini.”

Hyuk tersenyum mendengarnya. sementara Dong Shik teriak karena Nona Choi mengancam Dong Shik dengan suntikkan.

“Dong Shik!!!!” Bin teriak melihat Dong Shik yang diancam.

Mak Lampir ngomong, “Beraninya kamu membuat ancaman terhadap keluarga kekaisaran? Beraninya kamu, Na Wang Shik. Jika kamu ingin hidup, jatuhkan senjatamu sekarang juga.”

“Tidak ketua!!!!!!” Para penjaga pun berteriak.”

“Kamu harus menjatuhkan senjatamu untuk menyelamatkan bocah ini.”

“Tidak…!!!” Bin teriak dan menembak ke arah lampu. Mak Lampir teriak jelek banget. “Jika kamu menyentuh anak itu, aku akan meledakkan seluruh istana.”

Bin menodong Hyuk lagi. “Bawa saja aku bersamamu. Lepaskan orang-orangku. Lalu aku akan menurunkan senjataku.”

“Kamu ingin aku melepaskan penjaga yang akan membunuh kaisar? Membebaskan pengkhianat ini?”

“Maka haruskah kita semua mati di sini? kami tidak akan rugi apa-apa. Pilihan ada padamu.” Ucap Bin pada Hyuk.

“Mundur.” Penjaga pun mundur beberapa langkah sesuai permintaan Hyuk.

“Kenapa? turunkan senjata kalian dan pergi bersama bocah itu?” Perintah Bin pada para penjaga yang membelanya.”

“Aku tidak mau. Aku tidak bisa. Kami akan mati bertarung di sini.” Ucap penjaga.

“Kalian semua tidak bersalah. Jangan sia-siakan hidupmu. Cepat!!! Keluar dari sini sekarang! apa yang sedang kamu lakukan?”

Penjaga akhirnya mengalah.. senjata diturunkan dan mereka pergi dengan membawa Dong Shik.

“Tikus-tikus itu pantas mati.” Ucap Mak Lampir yang mulai turun dari odong-odongnya.

Hyuk berkata. “Apa yang sedang kalian lakukan? Tangkap bajingan itu.”

Bin berkata. “Aku sudah bilang jangan kejar mereka!!! bukankah aku sudah cukup untukmu?” Bin melepaskan senjatanya.

“Jika itu keinginanmu, baiklah.” Hyuk kini menodongkan pistol di kepala Bin. “Selamat tinggal. Na Wang Shik.”

Sunny yang melihat langsung melindungi Bin. Dengan menyentuh lengan Hyuk. Hyuk langsung melesakannya dan membuat Sunny terjatuh.

Sunny pun bangkit. “Permaisuri.” Ucap Hyuk.

“Kamu pengecut yang mengejar pria tidak bersenjata. Berapa kali lagi kamu akan membunuh orang lain? kamu membunuh seorang wanita yang tidak bersalah dengan mobilmu, meninggalkan tubuhnya, dan berusaha membunuh putra wanita itu. apakah kamu berhak melakukan itu? apakah dengan peluru di kepalanya tidak cukup untukmu?”

“Kamu tahu semuanya? Kamu tahu dia adalah Na Wang Shik? Setelah mengetahui semuanya, apakah kalian berdua menipuku? Bagaimana kamu bisa melakukan ini padaku. Ottokeeeee.” Hyuk nangis guys. “Apa yang sedang terjadi di antara kalian berdua?” Hyuk menodongkan pistolnya pada Sunny.

Melihatnya, Bin langsung melindungi Sunny. Tapi Sunny malah menarik Bin dan menantang Hyuk. “Tembak aku jika kamu mau.”

Hyuk menangis dan melepaskan todongannya. Ia berkata pada Bin. “Na Wang Shik. Aku akan membunuhmu sendiri. bawa dia!!!!” Hyuk memerintahkan para penjaga membawa Bin. Bin akhirnya dibawa. Sunny akan mengikuti Bin tapi ditarik oleh Hyuk.

“Cukup Oh Sunny. Hentikan, kecuali jika kamu ingin melihatnya mati di depan matamu…. Bawa permaisuri. Pastikan dia tidak meninggalkan kamarnya.”

Sunny pun akhirnya dibawa pergi.

Saat Dong Shik dibawa pergi. Ijah berkata. “Mengapa kamu harus dilahirkan sebagai anakku dan melalui sesuatu seperti ini? kamu seharusnya tidak dilahirkan. Kamu seharusnya sudah mati denganku saat itu.”

***

Para penjaga masih ada di lapangan istana dan membawa Bin. Mereka berhenti tbtb. Ikatan tali pada Bin pun dilepas.

“Silakan pergi. Kepala Chun.”

“Apa?” Bin cukup kaget.

“Karena selama ini kami diperlakukan layaknya manusia. Tolong jangan kembali, pergilah sejauh mungkin.” Para penjaga dengan hormatnya memberikan salam pada Bin dengan membungkuk.

“Hyuk akan membunuh kalian semua. Aku tidak bisa melakukan itu.”

“Tidak ada waktu. Kamu harus pergi.”

“Tidak. Aku tidak akan membiarkan kalian mati karena aku. Aku akan menyelesaikan ini.”

Lanjut ke bagian 2. klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat