Sinopsis The Last Empress Episode 44 Part 1

Sinopsis The Last Empress Episode 44 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Ada remaja yang menangis karena tidak bisa membayar tagihan rumah sakit. Tapi saat itu Bin memberikan paket. Saat paket dibuka, isinya adalah uang dengan kalimat “Keluarga kerajaan mungkin lupa, tapi kami tidak akan melakukannya. Na Wang Shik.

Paket juga dikirimkan ke banyak orang oleh Na Wang Shik. Yaaaaaaa ampunnn… kapan paket isi uang dikirim ke sayaaaaa…

Bin menceklis nama-nama korban keluarga kekaisaran dan bicara dengan Pak Byun. “Masih terlalu banyak orang yang menjadi korban keluarga kekaisaran.” Ucap Bin.

“Namun, berkat bantuanmu terus menerus, orang-orang jadi penasaran tentang Na Wang Shik. Dengan guci seladon Goryeo yang kamu sumbangkan ke museum, keluarga kekaisaran seharusnya sudah menempatkanmu di radar mereka sekarang.”

“Ya. aku perlu lebih terkenal sehingga aku mengungkap kebenaran di balik kematian ibuku. Jika keluarga kekaisaran mengetahui siapa aku. Mereka tidak akan pernah bisa menyentuhku.”

“Apa yang terjadi dengan kasus penyerangan putra mahkota? Kamu menemukan sesuatu tentang Seo Kang Hee?”

***

Seo Kang Hee sedang cemas di kamarnya. Pelayannya pun datang.

“Apa yang terjadi?” Tanya Kang Hee.

“Permaisuri biang dia menemukan ponsel.”

“Apa? Di mana?”

“Mereka bilang menemukannya di meja bawah di ruang rekaman. Dia pergi ke rumah sakit untuk bertemu dengan Putra Mahkota sekarang.”

“Tidak. Aku harus menghentikannya… bagaimanapun caranya.”

***

Jalang Seo pergi ke tempat Yoon dirawat.dari pintu ia melihat Sunny mengambil ponsel dan menaruhnya di laci. Ketika ada dokter yang akan datang. Seo pun sembunyi.

Dokter mengetuk pintu dan berkata. “Kami sudah siap.Putra Mahkota.”

“Aku akan pergi dengannya.” Ucap Sunny.

Sunny mendorong kursi rodanya dan pergi. Melihat situasi sudah aman, kang hee masuk ke ruangan dan mengambil ponsel tersebut.

Ia lega dapat mengambil ponsel. Tapi, ia melihat ada suara Yoon di balik tirai. Seo membuka tirai tersebut dan melihat Yoon masih dalam keadaan koma. Seo Kang Hee pun kaget.

Sunny dan yang lainnya pun masuk.

“Apa yang kamu lakukan di sini, Kang Hee?” dan ternyata yang duduk di kursi roda yang berpura-pura sebagai Yoon adalah Suneo. Suneo pun membuka maskernya.

“Peya.” Ucap Kang Hee. Ponsel di tangan kang hee pun langsung dirampas oleh Hyuk.

“Apa kamu datang untuk ini?” Tanya Hyuk. “Penjaga.” Penjaga langsung menodongkan pistol pada Kang Hee.

“Jawab aku. Apa kamu yang mencoba membunuh Putra Mahkota? Kenapa kamu melakukannya? Apa yang terjadi 7 tahun lalu. Apa yang kamu lakukan pada Permaisuri So Hyun?” Tanya Sunny.

Suneo sudah marah. “Katakan yang sebenarnya. Sekarang!!!!”

“Aku… aku….”

Tbtb mak lampir datang. “Aku membuatnya melakukan itu.”

Sunny berkata. “Kenapa anda melindunginya kali ini? pria yang berbaring di sana adalah putramu. Seo Kang Hee adalah penyerang yang mencoba membunuhnya.”

“Penyerang? Aku bilang aku membuatnya melakukan itu. karena aku tidak bisa membiarkanmu memiliki ponsel itu. itu sebabnya aku menyuruh Seo Kang He untuk membawakannya. Aku tidak bisa memercayaimu dengan bukti yang begitu penting.”

“Oma mama.. anda tahu betapa konyolnya ini?” Ucap Hyuk.

“Bagaimana kamu bisa merencakan ini dengan Permaisuri? Dan menipuku dengan mengatakan bahwa Yoon sudah sadar? Kamu tahu aku bisa gila karena dia? apakah kamu mencoba untuk membunuhku lagi. Apakah ponsel itu miliknya? Apa yang dikatakan Permaisuri untuk memikatmu dan ada di sisinya? Kamu mencoba membantu seseorang yang membuat adikmu celaka. Kamu sangat menyedihkan. Bebaskan Seo Kang Hee.”

Sunny menjawab. “Tidak. Kami akan menyerahkannya ke polisi dan membiarkan mereka menyelidiki dengan benar. Aku akan meminta penyelidikan ulang. Tentang keberadaannya saat kejadian dan DNA-nya.”

“Kamu tahu siapa yang melakukan itu? itu orang lain.”

“Dan siapa itu? beri tahu kami?” Ucap Sunny.

“Kepala penjaga Chun.” Wkwkwkwkwkwkwkwkwkkwwkkwkwkwkwkwkwwkwkkwkwkw yaaaaa ampunnn kapaaaaaan kelar ini dramaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

“Kenapa kepala Chun mencoba membunuh Putra Mahkota?”

“Itu bukan Chun Woo Bin. Mengapa Ibu begitu terobsesi kepadanya?”

“Menurutmu kenapa Ibu menyuruhya bertugas di penjara istana? Chun Woo Bin berpura-pura loyal kepadamu, tapi dia selama ini memberiku informasi tentangmu peya. Aku yakin dia pun berlaku demikian kepadamu. Dia adalah agen ganda. Bukan hanya itu. dia juga memikat Putri So Jin, jadi, kepalaku ini rasanya mau meledak gara-gara dia.”

“Itu tidak benar. Ibu punya bukti apa untuk menuduhnya seperti itu? teganya ibu asal menuduh orang demi melindungi Seo Kang Hee?” Sunny pun menarik Seo Kang Hee. “Kamu pelakunya bukan? Permaisuri So Hyun dan Yoon. Kamu yang menyakiti mereka.”

Mak Lampir melindungi Kang Hee. “Aku datang ke sini atas perintah Ibu Suri.” Jawab Kang Hee.

***

Mak Lampir bicara dengan Hyuk empat mata di kediaman Hyuk.

“Ibu masih berbohong untuk mengadu domba? Aku tidak mau mendengar apa pun soal kepala chun.”

“Ibu belum selesai bicara. Bukan hanya kepala Chun. Permaisuri pun terlibat dalam insiden ini. dia yang masuk ke ruang catatan bersamanya.”

“Itu karena adiknya meminta dia…”

“Kamu sungguh menyedihkan. Sunny yang menyuruh PM untuk menjadikan Yoon Kaisar. Dia berpura-pura baik kepadamu. Tapi diam-diam menyelidikimu.” Hyuk ingat semua tingkah Sunny akhir-akhir ini padanya.

“Ibu pernah bilang jika aku memercayai istiku, aku tidak boleh goyah dengan ucapan orang lain. aku memercayai dia. jadi, tolong hentikan.”

“Menurutmu Yoon kemana dahulu saat datang ke istana sebagai kaisar? Dia pergi ke kamar permaisuri. Dia datang untuk berterima kasih karena permaisuri memberikannya tahta.”

“So Hyun belum cukup bagi ibu? Itu sebabnya ibu melakukan hal ini lagi?”

“Jika kamu tidak memercayai Ibu, lihatlah dan putuskan sendiri.” Lagi-lagi ngasih foto.

Hyuk melihatnya. “Ini tidak masuk akal.Chun Woo Bin diam-diam menemui Yoon. Dan bekerja dengan Byun Baek Ho. Permaisuri, Chun Woo Bin, Byun Baek Ho, dan Yoon. Mereka semua bersekongkol.”

“CUKUP!!!”

“Ingat anak kecil yang belum lama datang karena ibu sponsori? Bocah itu sebenarnya adalah adik Na Wang Shik. Ibu dengar dia mengancammu, jadi, Ibu membawa adiknya sebagai umpan untuk menangkapnya. Tapi Byun Baek Ho membawanya kabur. Chun Woo Bin membantunya. Itu tidak mungkin dilakukan tanpa bantuan dari dalam istana.”

“Aku tidak memercayai ucapan Ibu. Jadi, jangan menggoyahkanku dengan omong kosong. Keluar sekarang juga!!!”

Mak Lampir pergi. Ia berkata dan senang sekali di lorong. “Peyaaa… kamu sudah mulai goyah. Siapa yang akan kamu kejar lebih dahulu? Chun Woo Bin atau Oh Sunny?”

Lanjut ke bagian 2. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *