Sinopsis The Last Empress Episode 43 Part 3

Sinopsis The Last Empress Episode 43 Part 3 – Untuk episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Yu Ra menemui Sunny di ruangannya. LAHHH SUDAH BERKOMPLOT MEREKA!!!

“Kamu kehilangan Kang Joo Seung?” Tanya Sunny.

“Kita bisa mengekspos kejahatan Ibu Suri tujuh tahun lalu jika kita mendapatkan pernyataannya, tapi dia menghilang. Bagaimana jika mereka mencoba membunuhnya lagi?”

“Kita punya mata-mata di antara orang-orang Ibu Suri. Jadi, kita akan menemukannya.”

“Kita tidak punya waktu. Dengan emosinya, tidak mungkin dia akan membuat Joo Seung tetap hidup.”

“Aku akan melakukan apapun untuk menemukannya.” Ucap Sunny. “Kamu menanyakan soal Seo Kang Hee?”

“Menurut Kang Joo Seung, mereka sangat dekat, mereka bahkan menyukai hal yang sama. kupikir, dia cemburu pada permaisuri So Hyun dan meniru semua yang dia lakukan. Dia mungkin sangat menginginkan tahta sehingga ia membunuhnya. Tapi, kita tidak punya bukti. Anda tidak bisa meremehkan perempuan itu, Seo Kang Hee.”

“Jika kita tidak punya bukti. Kita harus membuatnya. Seperti yang mereka lakukan.”

***

Kang Hee didatangi pelayan yang membuntui Putra Mahkota.

“Mama-nim…”

“Aku berkata untuk memeriksa kondisi Putra Mahkota. Kenapa kamu kembali begitu cepat?”

“Itu.. aku pikir putra mahkota yoon sudah sadar.”

“Apa yang kamu katakan? Mereka bilang dia mungkin akan mati? Bagaimana mungkin dia bisa sadar?”

Foto ditunjukkan. “Aku mengambil foto-foto ini secara diam-diam dari kamarnya. Aku yakin melihat Putra Mahkoa bergerak.”

Foto dilihat Seo dengan kaget. “Tidak mungkin. Apakah mereka menyembunyikan fakta bahwa Yoon sudah sadar?”

“Sepertinya hanya Permaisuri yang diam-diam mengunjunginya.”

“Kamu mendengar sesuatu? Kamu dengar apa yang mereka katakan?”

“Aku tidak bisa mendengarkan banyak. Tapi…mereka mencari ponsel. Dia bilang dia mempunyai bukti siapa pembunuhnya di ponsel itu.”

“Apa?” Kang Hee lemes kayak bihun di prasmanan.

***

Sunny menemui Hyuk.

“Permaisuri.”

“Aku senang kamu bisa membersihkan dirimu dengan alibimu.”

“ketika nenek meninggal. Aku tahu itu bukan kamu pelakunya, tapi aku menjebakmu. Dan kini kamu memercayaiku sejauh ini.”

“Aku tidak memercayaimu, tapi kebenarannya. Jangan salah paham.”

“Aku tidak peduli apa pun alasannya. Tetaplah bersamaku. Aku mungkin kehilangan akal jika tidak memilikimu.”

Dan So Jin datang mencermahi Hyuk. “Haruskah aku memberitahumu apa yang akan membuatmu marah? Ini bukan waktunya peya diam. Apa yang akan kamu lakukan pada permaisuri dan kepala Chun?”

“Maksud kamu apa?” Tanya Sunny.

“Mereka berdua bahkan saling bertemu saat kamu sedang diselidiki. Dan diam-diam, dia masuk ke kamarnya.”

“Aku benar-benar tidak ingin membicarakan hal seperti ini.” Ucap Hyuk. “KELUAR!!!!”

So Jin masih lanjut. “Berapa banyak wajah yang kamu miliki Permaisuri? Anda mengundang Bin saat Peya sedang diselidiki. Dan kini kamu bertingkah seperti peduli kepada peya? Aktingmu sangat alami, hingga aku hampir tertipu.”

Hyuk marah pada noonanya. “kamu tidak mendengar aku menyuruhmu untuk ke luar?”

“Sunny menyukai Kepala Chun!!! Apakah kamu tidak mendengarku? Ini semua salahmu. Karena kamu tidak bisa melindungi keluargamu sendiri. hidupku kini ikut hancur.” Kini So Jin bicara pada Sunny. “Tapi maaf… aku menolak untuk menyerah. Tinggalkan Bin-ku sekarang!!! atau aku akan membunuhmu.”

“Anda sudah keterlaluan, Putri So Jin. Aku yakin tidak ada apapun di antara kami.”

Hyuk menoyor So Jin. “Maaf kamu harus mendengar semua ini. abaikan saja.” Ucap Hyuk pada Sunny.

Kini Hyuk mengancam kakaknya. “Jangan berani mengucapkan hal-hal menjijikan seperti itu. aku tersinggung. Mengapa kamu tidak pergi? Keluar sekarang juga!!!!”

“Dasar bodoh. Kamu tidak sadar sedang dibodohi. Wanita itu mempermainkan perasaanmu. Jangan sampai kamu mengabaikan perkataanku dan menyesalinya nanti.”

So jin marah kemudian pergi.

***

Mak Lampir menampar Nona Choi. “Kapan kamu melakukan pekerjaan dengan benar? Kamu tidak bisa membawa orang itu?”

“Aku pikir kaisar tahu dan memindahkannya.”

“Jika Kang Joo Seung bicara, kita semua mati. Temukan dia dengan segala cara sekarang juga. Ahh… apa yang terjadi dengan pulau Chungeum? Apakah kamu mencari di seluruh pulau?”

“Pemiliknya tidak mau mengalah. Dan menolak untuk menjual tanahnya.”

“Apakah perempuan tua itu masih saja menyebabkan masalah? Banyar dia berapapun agar dia mau menjualnya. Siapa namanya?”

“Namanya Sa Goon Ja….” kayak makanan ya guys. Sagon.

“Sa Goon Ja. Sebelum jauh lebih buruk. Aku harus bertemu dengannya. Aku harus membujuknya sendiri. dia harus tahu untuk takut pada keluarga kekaisaran. Wanita itu sungguh lancang.” Haaayooolloooo sapa lagi ini.

***

Jalang Seo yang ketakutan langsung menemui Mak Lampir.

“Yang Mulia. Tolong aku.”

“Ada apa lagi ini?”

“Putra Mahkota sudah bangun.”

“Apa? Sudah siuman? Kapan?”

“Aku tidak yakin. Tapi aku yakin Permaisuri bertemu dengannya secara diam-diam. Dia bilang memiliki bukti pembunuh di ponsel Yoon. Jika mereka menemukan ponsel itu, aku akan mati. Tidak… anda juga tidak akan aman. Karena menyerang Putra sendiri.”

“Apa? Perempuan tengik.” Mak Lampir menarik kerah Kang Hee.

***

Tbtb kilas balik.

Seo tersenyum licik. “Apa yang baru saja anda katakan?”

“Aku berkata untuk menghentikan Putra Mahkota Yoon untuk memasuki ruang rekaman. Gunakan segala cara yang diperlukan.” Ucap Mak Lampir pada Seo.

“Bagaimana mungkin aku bisa menghentikannya? Kenapa aku harus melakukan itu? aku akan berpura-pura tidak pernah mendengar ucapan ini.” Seo pun beranjak pergi.

Namun Mak Lampir masih bicara. “Meskipun buktinya ditemukan di ruangan rekaman itu? apakah kamu masih tidak peduli? Bukti bahwa kamu membunuh Permaisuri So Hyun.” Jalang Seo nengok ke arah Mak Lampir dan nggak jadi pergi. “KENAPA? Apakah kamu terkejut?”

“Apa yang anda bicarakan? Apa maksud anda aku membunuh permaisuri So Hyun?”

“Kamu yakin jika tidak ada orang yang melihatmu melakukannya malam itu? ekspresi kejahatan di wajahnu saat mencelupkan kepala sahabatmu ke dalam air dan membunuhnya. Itu tak terlupakan. Kukira kamu berfantasi tentang pembunuhan yang sempurna karena hidup diam-diam sebagai pengasuh yang baik selama 7 tahun. tapi maaf, aku melihat semuanya. Aku melihatmu menenggelamkan Permaisuri So Hyun dan membunuhnya.”

“Jika anda tahu, kenapa diam saja selama ini? mengapa anda menjebak peya sebagai pembunuhnya?”

“Kamu diuntungkan dari hal itu, kenapa kamu bertanya?”

“Haruskah aku mengatakanya? Anda membunuh permaisuri So Hyun melalui aku? Tapi membuat peya merasa bersalah sehingga anda bsa mengendalikannya seperti yang anda inginkan. Wahh… anda benar-benar menakutkan. Bagaimana bisa menjebak anak sendiri?”

“aku tidak berpikir bahwa pembunuh memiliki hal untuk menghakimi. Jika kamu ingin Yoon memukan bukti di ruang catatan, dan membuatmu dituntut atas pembunuhan, maka biarkanlah.”

“Bagaimana aku bisa melukai Putra Mahkota?”

“Pertama kalinya memang sulit. kali kedua tidak begitu sulit. aku berjanji untuk melindungi hidupmu demi masa lalu.”

Mak lampir melemparkan korsase bunga. “Itu milik Peya. Aku menganggapmu bisa mencari tahu bagaimana bisa menghindari dari masalah ini.”

Seo pun mengambil korsase itu. “Anda pikir mencoba membunuh dua putra anda sekaligus?”

“Jaga mulutmu.”

Kilas balik berkahir.

***

Mak Lampir masih mencengkeram kerah Seo. “Kamulah yang menyerang Putra Mahkota.”

“Tapi anda memerintahkanku untuk melakukannya. Dia dan aku tidak punya sangkut paut. Tapi dia adalah putramu.”

“Itu sebabnya kamu harus lebih berhati-hati. Aku memercayaimu tapi kamu tidak melakukan hal dengan benar. Pernahkan kamu tahu betapa sulitnya menyembunyikan analisis DNA dari kulitmu yang mereka dapatkan dari kuku Putra Mahkota?”

“Jadi tolong pastikan Permaisuri tidak menemukan ponsel itu.”

“Polisi bahkan tidak menemukannya. Apalagi Oh Sunny. Dia masih belum bisa mengalahkanku. Dia masih harus menempuh jalan yang panjang.”

“Tapi sekarang kaisar memberikan alibinya dan membersihkan namanya, kita perlu tersangka lain. bagaimana pun kita berdua harus bertahan hidup.”

“Aku punya rencana. Berhati-hatilah dengan situasi saat ini. jangan datang ke sini sementara waktu. Aku harus pergi menemui Putra Mahkota.” Mak Lampir pun pergi.

***

Dokter di dalam ruangan berkata. “Aku akan membiarkan anda beristirahat Yang Mulia.” Dokter pun keluar. Di luar sudah ada Mak Lampir dan Nona Choi.

“Aku mendengar bahwa Putra Mahkota sudah sadar.”

“Ya. benar Yang Mulia. Tapi karena dia menderita cidera yang sangat parah. Dia tidak bisa menerima tamu.”

“Meski begitu, aku ibunya. Aku harus melihat keadaan anakku. Minggirlah.”

Sunny pun mucul.

“Putra Mahkota, tidak ingin bertemu dengan siapa pun hari ini.”

“Apa hakmu? Apakah kamu wali hukumnya? Bangunnya putra mahkota tidak akan membersihkan kejahatanmu. Kamu membujuk Yoon masuk ke dalam ruang rekaman. Aku tidak akan memaafkanmu untuk itu.”

“aku juga tidak berpikir putra mahkota akan memaafkanku. Dia bilang semua video ada di ponselnya. Jadi setelah kita menemukannya, kita akan menemukan siapa penyerang.”

“Aku juga sangat berharap kamu menemukan ponsel itu.” Mak Lampir pun pergi.

Bersambung ke episode 44. klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *