Sinopsis The Last Empress Episode 43 Part 2

Sinopsis The Last Empress Episode 43 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya bisa kamu cari tahu di sini.

Mak Lampir membuka brankas dan mengambil ponsel. Ponsel milik Yoon yang ia ambil sembunyi-sembunyi dari TKP. Mak Lampir memutar videonya. “Gadis bodoh itu, sembarangan meninggalkan bukti seperti ini.”

Kilas balik juga ditunjukkan. Saat Mak Lampir menyaksikan Seo membunuh So Hyun. mak Lampir pun berkata. “Terima kasih telah mengurusnya untukku.”

Kilas balik selesai… Mak Lampir berkata. “Jika Putra Mahkota bangun, apa yang terjadi pada Seo Kang Hee?”

Ponsel pun dimasukkan kembali ke dalam brangkas.

***

Sunny bicara dengan ahjussi detektif.

“Maksudnya apa? Anda tidak menemukan apapun?” Ucap Sunny pada Detektif yang sudah disuap.

“Kami tidak menemukan DNA Seo Kang Hee di kuku putra mahkota.”

“Itu tidak mungkin. Anda yakin?” dari kejauhan Seo Kang Hee pun mencuri dengar pembicaraan ini.

“Aku idak berpikir Seo Kang Hee terlibat dalam insiden ini. agaknya, bukti menunjuk pada kaisar. Aku pikir Permaisuri harus mempersiapkan diri untuk itu.”

Dalam hati sunny berkata. “Tidak. Ada yang salah. Aku yakin Seo Kang Hee terlibat.”

Seo yang melihatnya berkata dalam hati juga. “Oh Sunny. Anda dapat melakukan apa pun yang anda bisa. Tapi penyerang Yoon adalah Kaisar.” Anjir… dalam hatinya aja bohong.

Dan kilas baliknya saat Yoon dijatuhi rak. Memang Seo Kang Hee lah pelakunya. Yoon cukup pintar dengan mencakar leher Kang Hee. Sayangnya polisi sudah disuap.

Kang Hee merasa menang. Ia menelpon seseorang. “Tuan Song. Aku ingin anda menulis artikel untukku. Judulnya adalah perang saudara keluarga kekaisaran korea. bagaimana? Terdengar bagus?”

***

Min Yu Ra bertemu dengan Sunny di ruangan Sunny.

“Aku ingin bertanya, Min Yu Ra. Kamu harus kembali ke RSJ.”

“Apa kamu sudah gila? Aku sudah keluar dari sana. Kenapa aku harus kembali ke sana?”

“Kamu harus pergi dan membuat ingatan Kang Joo Seung kembali. Cari tahu apakah dia ingat tentang Seo Kang Hee.”

“Seo Kang Hee?”

“Aku pikir dia adalah Penyerang Putra Mahkota.”

“Kenapa Seo Kang Hee?”

“Jika dia membuat Putri Ari Kaisar Wanita, maka Putra Mahkota adalah penghalangnya. Begitu juga dengan Kaisar.”

“Jadi itu sebabnya dia melakukan ini?”

***

Kang Hee berjalan di koridor dan berpapasan dengan Yu Ra. Saat itu Yu Ra tidak memberi salam dan Kang Hee marah.

“Apa masalahmu? Bukankah kamu harusnya menyapaku?” Tanya Kang Hee.

“Aku? Menyapamu? Kenapa aku harus melakukan itu? kamu pikir kamu setara denganku sekarang?”

“Apa? Apa katamu? Yak… Min Yu Ra.” Yu Ra ditoyor Kang Hee berkali-kali. “Pilih sekutumu dengan bijak. Menurutmu berapa lama lagi Permaisuri akan bertahan? Kaisar akan menjadi tersangka dari penyerangan Putra Mahkota dalam waktu singkat.”

“Meski begitu, dia ayah anakmu. Kamu sudah melangkah sangat jauh. Membuat dia menjadi tersangka pembunuhan?”

“Tutup mulutmu sebelum aku merobeknya.” Wkwkwk Jadi ingat Kwak Mi Yang. “Kamu hanya seorang pelayan rendahan yang dibuang oleh Kaisar.”

“Apa kamu juga tidak dibuang? Kamu bahkan tidak pernah menerima cinta kaisar. Kamu penyihir yang menyedihkan. Kamu pikir bisa menjadi ibu suri? Melihatmu bermimpi tentang sesuatu yang tidak mungkin, itu tidak lucu.”

“Apa? Apa yang kamu katakan?”

“Kamu pikir kamu tidak bisa berakhir sepertiku? Seperti yang kamu tahu, kekuatan keluarga kekaisaran cepat berlalu.” Gileee Yu Ra bijak juga. “Jadi, makan saja selagi bisa dan lakukan yang terbaik. Kamu tidak tahu kapan ini akan berakhir.” Yu Ra pun pergi.

Kang Hee kesal dan berkata. “Min Yu Ra. Tunggu saja. hari ari menjadi kaisar, aku akan mencincang-cincangmu terlebih dahulu.”

***

Yu Ra dengan pakaian RSJ dimasukkan oleh salah seorang perawat ke tempat Kang Joo Seung dikurung.

***

Hyuk sedang ditanyai oleh Detektif di ruangannya.

“Tolong akui, apakah anda mencoba membunuh Putra Mahkota Yoon?”

“Aku akan memberi tahu alibiku. Namun, kamu tidak boleh mengatakannya pada orang lain.”

“Ya. tentu saja. di mana anda saat kejadian?”

“Aku pergi ke rumah sakit jiwa kekaisaran. Menggunakan jalan rahasia. Hanya itu yang aku lakukan.”

***

Dan nyatanya. Detekif kampret melaporkannya pada Ibu Suri. Yha… semacam sekongkol. Hukum bisa dibeli dan dipermainkan selagi kamu punya uang.

“Rumah sakit jiwa kekaisaran?” Tanya Mak Suri. “Mengapa peya pergi ke sana?”

“Dia bilang untuk mengunjungi seorang pasien. Detektif ada di sana sekarang dan memeriksa video rekaman. Kita akan segera tahu apakah peya mengatakan yang sebenarnya atau tidak.”

“Siapa pasien di sana sehingga dia tidak mau mengatakan alibinya?”

“Kang Joo Seung. Apakah anda tahu dia?”

“Kang Joo Seung? Jangan beri tahu kaisar bahwa kamu memberi tahuku tentang ini. kamu harus berjaga-jaga jika menginginkan menjadi komisaris polisi.” Mak Lampir melemparkan segepok uang.

“Jangan khawatir yang mulia.” Uang pun diambil. “Terima kasih telah menjagak dengan baik. Mak Lampir.” Detektif pun pergi.

***

Mak Lampir berkata. “Kang Joo Seung masih hidup? dan kaisar melindunginya? Nona Choi… Nona Choi…”

Dengan gercep Nona Choi pun masuk. “Anda memanggilku mama?

“Pergi ke rumah sakit jiwa sekarang dan bawa Kang Joo Seung.”

“Apa? Kang Joo Seung?

“Dia bilang Kang Joo Seung masih hidup dan sehat. Kamu idiot bodoh.” Mak Lampir melemparkan bantal pada Nona choi. “Tidak bisakah kamu melakukan sesuatu dengan benar? Pergi dan tangkap dia sekarang.”

“Ya , mama.”

Nona Choi pergi. Mak LAMPIR ngomong sendirian. “Peya….kamu menipuku selama ini? kamu berencana menggunakan Kang Joo Seung untuk menusukku dari belakang?”

***

Kembali ke Min Yu Ra dan Kang Joo Seung.

“Seo Kang Hee? Bagaimana kamu tahu tentang Kang Hee?” Tanya Joo Seung pada Ijah.

“Seperti apa dia?”

“Dia sahabat permaisuri. Mereka juga banyak menyukai hal yang sama seperrti saudara perempuan. Mereka bahkan mengalami mual di pagi hari ketika Permaisuri hamil.”

“Itu karena Kang Hee hamil saat itu juga.”

“Kang Hee hamil? Apakah dia berkencan dengan seseorang? Permaisuri tidak pernah bilang apa-apa.”

“Permaisuri mungkin tidak tahu. Aku yakin dia tidak akan pernah membayangkannya.”

“Siapa ayahnya?”

Yu Ra akan mengatakannya tapi ada perawat gadungan yang masuk. Yu Ra buru-buru bersembunyi di bawah ranjang.

Saat itu dokter gadungan dan perawatnya membawa suntikkan dan menyuntik Joo Seung hingga tak sadarkan diri. Joo Seung dibawa kabur. Saat itu Yu Ra hanya melihat sepatu yang dipakai oleh perawat dan dokter gadungan itu.

Yu Ra masih bingung ketika Joo Seung dibawa pergi. Perawat yang membawa masuk Yu Ra pun mendatanngi Yu Ra.

“Kemana pasien pergi?” Tanya perawat.

“Itu yang ingin aku tanyakan. Seseorang baru saja masuk dan dia menghilang. Seseorang membawanya pergi.” Yu Ra pun pergi.

***

Joo Seung dibawa dalam ambulance. Yang membawanya adalah Jalang Seo. Saat itu rombongan Nona Choi datang dan sudah telat.

Dalam wiu wiu ambulance.  Joo Seung pun terbangun.

“Kang Hee ya…”

“Oppa… sudah lama. Aku tidak bermimpi bukan? Terima kasih sudah tetap hidup.”

“Lalu apa kamu mengeluarkanku?”

“Ibu Suri akan segera sampai ke rumah sakit. Nasib ada di pihak kita. Pasti sangat sulit. maafkan aku karena butuh waktu lama untuk menemukanmu. Aku akan membawamu ke tempat yang aman.”

Lanjut ke bagian 3. klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Satu tanggapan untuk “Sinopsis The Last Empress Episode 43 Part 2

  • 08/02/2019 pada 3:52 PM
    Permalink

    Ya ampuuun…
    Makin kerasa sinetronnya. Yoon dibekab gitu doang bisa smpe koma. Mana ruangan koma-nya semua org bisa masuk n berantem. Ckckkc…
    Mimin, sy tau kamu eneg, tapi bertahanlah menulis sinopsisnya ya… Yaa 😆😆

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *