Sinopsis The Last Empress Episode 42 Part 1

Sinopsis The Last Empress Episode 42 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Perawat memberikan makan pada Kang Joo Seung tapi malah Yu Ra yang makan.

“Bagaimana dengan bok-bok?” Ucap Kang.

Yu Ra menghentikan makannya. “Apa?”

Kang menyentuh perut Yu Ra. “Apa yang terjadi pada bayi kita, Bok-Bok?”

Yu Ra kali ini marah. “Kamu tidak berhak bertanya. Jika kamu datang hari itu, aku tidak akan berakhir seperti ini.”

“Aku pergi menemuimu. Aku sedang dalam perjalanan untuk bertemu denganmu Yu Ra.” Dalam ingatakan Kang ia berjalan sambil membawa bunga dan mobil yang dikendarai oleh Nona Choi menabraknya. Saat tidak sadar. Hyuk datang dan meminta kejelasan pada Kang yang terbaring di jalanan.

Hyuk berkata. “Katakan padaku yang sebenarnya. Katakan yang sebenarnya kemudian kamu bisa mati.”

Kembali ke Yu Ra dan Kang lagi.

Kang menunjuk foto Mak Lampir di majalah. “Wanita ini.” Kang pun teriak. “Ini semua karena Ibu Suri.” Ia pun teriak.

“Sadarlah. Ceritakan apa yang terjadi pada hari itu. katakan padaku!!!”

“Dia menabrakku dengan mobilnya.”

***

Bin dengan potongan rambut barunya bertemu dengan Putri So Jin.

“Ada apa Gungju Mama, apa ada masalah mendesak?”

“Mari kita mulai lagi Bin.”

“Sudah berakhir. Aku tidak punya hal lagi untuk dibicarakan.”

“Permaisuri berkata tidak. Dia mengatakan bahwa dia tidak tertarik denganmu. Jika latar belakang keluargaku masalahnya, aku akan membuang statusku.”

“Gungju Mama. Aku sungguh minta maaf. Tapi aku tidak dalam posisi menyukai seseorang saat ini.”

“Aku lebih baik mati daripada kehilanganmu.”

So Jin berlari kejalanan dan Bin menolongnya kembali.

“Kenapa kamu melakukan ini? kamu bisa terluka parah.”

“Apakah aku memintamu untuk menyelamatkanku? Kamu seharusnya membiarkan aku mati.”

“Inikah arti hidup bagimu? Beberapa orang berjuang untuk hidup dibanding mati. Bagi seseorang, satu hari sangatlah berharga. Kamu tidak akan menyerahkan hidupmu yang berharga hanya karena orang seperti aku bukan? Tolong… ini sudah cukup.”

***

So Jin langsung menemui Ibunya. “Aku tidak ingin bertemu denganmu. Pergilah.”

“Aku punya permintaan, oma mama.” So Jin menangis. “Buat Kepala Chun jadi milikku.”

“Apa yang kamu katakan? Chun Woo Bin?”

“Aku menyukai kepala Chun.”

“Apa? Apakah kamu tidak tahu apa yang telah dia lakukan kepadaku? Menghancurkannya tidak akan cukup. Beraninya kamu menyukainya? Sejak kapan?”

“Dia juga menyukaiku pada awalnya, tapi semua hancur karena oma mama. Mengapa ibu membuatnya menggoda Permaisuri? Kenapa kamu memaksanya meninggalkanku? Mengapa?”

“Kamu sudah gila.”

“Ibu tidak melakukan apa pun untukku sejauh ini. jadi tolong bantu aku sekali ini saja.”

“Berhenti meminta yang tidak masuk akal. Aku tidak akan menerimanya.”

“Aku harus menikah dengannya. Apapun yang terjadi. Bahkan jika itu berarti aku harus mengambil kakinya, aku akan menjadikannya milikku.”

Dalam hati mak suri. “Chun Woo Bin. Kapan kamu menggoda putri So Jin? Siapa dia sebenarnya?”

***

Bin sedang latihan menembak. Ia membayangkan yang ditembak adalah Hyuk.

“Apa aku yang harus kamu bunuh?” Ucap Hyuk yang datang dan menyela sesi latihan Bin.

“Untuk mempersiapkan peringatan 10 tahun acara penobatan anda. Aku sibuk menembak target.”

“Seharusnya. Targetmu adalah Na Wang Shik bukan?”

“Tentu saja Yang Mulia.”

“Aku sedang dalam penangguhan. Apa gunanya mempersiapkan acara?”

“Aku yakin pengangguhan anda akan segera dicabut. Aku akan mempersiapkan hari itu tanpa kegagalan.”

“Setelah mendengar ucapanmu yang percaya diri itu. aku tidak sabar menunggu acara tersebut. Teruskan.”

***

Hyuk bicara pada pelayannya. “Pak Han. Apakah kamu menyelidiki Chun Woo Bin sesuai dengan permintaanku?”

“Agak aneh. Aku masih mencari teman dan keluarganya, tapi tidak ada yang tahu siapa Chun Woo Bin.”

“Apa maksudmu?”

“Ini sangat sempurna di atas kertas. Tapi sepertinya dia tidak punya kehidupan yang benar-benar nyata di kehidupan nyata.”

“Dia tidak punya kehidupan nyata?”

“Ada seseorang yang ingin menemui anda Yang Mulia.”

“Siapa dia?”

***

Kepala Joo datang menemui Hyuk dan berlutut. “Aku datang untuk membongkar identitas asli Chun Woo Bin. Aku menemukan Chun Woo Bin yang asli, Yang Mulia.”

“Apa?”

***

Di sisi lain. ada sekelompok orang bersenjata yang menyerang Chun Woo Bin dengan mendadak. Bin yang sendiran kesulitan melawan dan dibekuk.

***

Ari membuang kue yang diberikan oleh Sunny.

“apakah kamu mencoba untuk memenangkanku dengan sesuatu yang seperti ini? apakah kamu pikir aku anak-anak? Aku mendengar semuanya. Aku mendengar kamu adalah orang yang menghentikanku menjadi Kaisar Wanita.”

“Gungju. Itu bukan…”

“Aku tidak mau mendengarnya. Imo benar tentang segalanya. Kamu tidak ingin aku menjadi kaisar wanita. Anda tidak benar-benar mencintaiku sebagai putrimu yang sebenarnya. Aku tertipu. Jangan datang ke kamarku lagi.”

Ari pun pergi.

“Seo Kang Hee… kenapa kamu…”

bersambung ke bagian 2 ya. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat