Sinopsis The Last Empress Episode 41 Part 3

Sinopsis The Last Empress Episode 41 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

“Kamu bilang Peya yang mengirim uang bukan?” Tanya Ibu Suri pada Hyuk.

“Ya.tentu saja. dia mengunci ayah permaisuri dan mengintimidasi dia.”

“Pasti Oh Sunny sudah muak padanya sekarang. jika Peya tidak akan melepaskannya, aku bisa membuatnya meninggalkan Oh Sunny.” Mak Lampir tertawa.

***

Ayah pulang dengan lemas ke rumahnya. Sementara itu, Hel Ro dan Sunny sudah ada di rumah dan menunggu.

“Apa yang terjadi? Kenapa baru kembali? Apakah ayah dikurung di istana?” Tanya Sunny.

“Sunny. Cerai dan kembalilah. Dan Hel Ro, keluarlah dari pekerjaanmu. Mari kita pindah ke negara lain.”

“Apa Hyuk mengatakan sesuatu? Apa itu?” Tanya Sunny.

“Tidak bisakah ayah memberi tahu?seberapa besar dia mengancam ayah hingga ayah seperti ini?” Tanya Hel Ro.

“Aku ingin menghentikan semuanya.”

***

Sunny marah dan kembali ke istana. Sebelum masuk. Ia mencuri dengar apa yang dikatakan Nona Choi dengan pria yang katanya utusan Peya yang memberikan hadiah pada Ayah Sunny.

“Kerja bagus. Ibu suri sangat senang. Sekarang kamu harus terus menangani masalah keluarga permaisuri.”

“Ya.”

***

Hyuk duduk di kursi kamarnya. Ia mengingat kalimat Bin bahwa Ibu Suri tidak akan berhenti melukai Sunny jika Sunny masih di istana.

“Benar. Baik burung atau So Hyun, mereka tidak akan mati jika aku tidak mencintai mereka. Oh Sunny juga. Selama ini aku tidak mencintainya, lalu…….. maka kamu akan baik-baik saja.” Hyuk malah menangis. “Sadarlah Hyuk. biarkan dia pergi. Kamu sampah. Kamu bajingan.” Hyuk menangis sambil menampar-nampar wajahnya sendiri.

Ada Sunny masuk dan Hyuk membelakangi kemudian menghapus air matanya.

“Kamu menangkapku? Ya. aku melakukannya. Aku mengirim uang untuk ayahmu. Aku memerintahkan mereka mematahkan derek dan membunuhmu di pernikahan kita. Aku memerintahkan untuk membuatmu jatuh dari tebing. Apakah kamu tidak sadar bahwa aku adalah seorang bajingan? Itu menyenangkan karena kamu jatuh cinta padaku. Aku telah lelah berakting. Oh Sunny, kamu punya keahlian membuat orang muak denganmu.” Hyuk yang memakai gelang dari Sunny langsung dengan lebay mematahkan gelang itu. “Kenapa? kamu pasti bingung kenapa aku baik padamu? Tapi sampah sepertiku tidak akan berubah. Aku bisa membunuhmu lagi malam ini juga. Ayah dan saudaramu juga!”

Plak… Sunny menampar Hyuk.

“Kamu edan. Kamu brengsek. Apa kamu tahu hal buruk yang kamu lakukan? Menjadi kaisar tapi tidak bertindak seperti seorang kaisar. Menjadi pengecut dan tolol. Dengan kaisar seperti ini, bagaimana keluarga kekaisaran tidak membusuk? Jika kamu benar-benar merasa bersalah kepadaku, bertindaklah dengan benar. Jangan lari. Selesaikan apa yang busuk, termasuk jika itu dirimu sendiri!”

Sunny berjalan beberapa langkah. Kemudian ia mengatakan. “Aku tahu kamu tidak melakukannya.”

Hyuk mengejar Sunny dan memeluknya dari belakang. “Apakah kamu memercayaiku? Brengsek sepertiku? Meskipun aku membuat hidupmu menjadi sengsara.”

“Aku tidak pernah mengatakan aku memercayaimu. Itu karena diam juga merupakan kejahatan.” Sunny pun pergi.

***

Saat di luar. Ia bertemu dengan Mak Suri yang akan pergi.

“Permaisuri. Sepertinya kamu sedang dalam suasana hati yang buruk? Kamu mesra dengan Peya belakangan ini. aku kira kamu sedang mengalami pertengkaran antar kekasih hari ini.”

“Kulitmu bersinar hari ini, Mak Suri. Mungkin karena tugas bersih-bersih, sirkulasi darah anda sangat baik.”

“Terima kasih untuk itu.” Mak Suri kzl.

“Haruskah aku menemanimu hari ini? aku tidak bisa melewatkan pertunjukkan yang bagus sekarang ini bukan?”

Sunny akhirnya ikut mak suri yang belum selesai tugas bersih-bersih di museum. Namun, kali ini. Sunny mengerjai Mak Suri.Sunny menyerobot antrian Mak Suri di toilet hingga mak suri jadi kesal.

Tak cukup. Sunny membuat mak suri keluar dari lift karena lift sudah terlampu penuh. Meskipun mak suri sudah masuk lift lebih dulu.

Akhirnya Mak Suri marah. “Kamu kesal akan itu?”

“Bagaimana tidak. Aku di sana lebih dahulu. Bagaimana seorang permaisuri berperilaku seperti itu di tempat umum?”

“Apakah kamu berada dalam posisi mengeluh tentang etiket, Yang Mulia?”

“Apa?” mulailah mereka berdua dikerubuti warga karena sedang ribut.

“Bagaimana dengan ibuku? Bagaimana dengan keluargaku? Menurutmu bagaimana perasaanmu setelah mengambil transfusi darahnya? Kamu harus menunggu sebentar untuk toilet dan lift. Tapi ibuku kehilangan nyawanya yang berharga.”

“Kamu sangat diluar kendali. Menurutmu berapa lama peya akan melindungimu.”

“Apa? Aku tidak membutuhkannya untuk melindungiku. Aku bisa melindungi diriku sendiri. aku akan menunjukkan padamu bahwa aku bukan orang yang mudah untuk kamu hancurkan.”

“Tutup mulutmu sebelum aku merobeknya.”

“Tolong tenanglah.kamu bisa belajar dengan perlahan sekarang.” Sunny pun pergi. Mak Lampir kesal sekali. Nona Choi yang datang malah jadi pelampiasan tendangan kekesalan oleh Mak Suri.

***

PM dan istrinya yang sakit sedang melakukan wawancara di RS.

“Kurasa gambar itu cukup. Mari lakukan wawancara.” Ucap PM.

Jalang Seo tiba-tiba masuk ke tengah wawancara. “Siapa kamu?” PM pura-pura tidak kenal.

“Halo Samunim. Aku datang untuk memberi tahu sesuatu.”

“Aku?” Tanya Istri PM.

“Maaf. Tapi dia butuh istirahat.” Ucap PM. “Kita perlu bicara di luar.”

Jalang Seo tentu saja menolaknya. “Tolong lepaskan aku. Samunim perlu tahu yang sebenarnya. Tolong berhenti melecehkanku.”

“Maksud kamu apa? Tolong beri tahu aku.”

“Dia berpura-pura menjadi suami yang peduli terhadapmu. Tapi dia berusaha membobokan diriku dibelakangmu.”

“Apa yang kamu bicarakan? Tarik wanita gila ini dari sini.”

“Jaga mulutmu. Aku Ibu kandung Ari Gungju dari Kekaisaran Korea. dia mendekatiku, mengatakan dia akan membuat Ari Gungju kaisar wanita. Aku takut otoritas yang kamu pegang, tapi aku tidak bisa menipu hati nuraniku. Dia punya istri yang sakit di RS.Tapi memaksaku ke hotel diluar kemauanku.”

“Pembohong. Hentikan itu Seo Kang Hee.” Akhirnya Seo Kang Hee terjatuh. Istri PM kritis.

Dalam hati jalang seo begini. “PM. Kamu telah melakukan kesalahan, kamu tidak dapat menyingkirkanku karena aku tidak berguna lagi. Jika kamu tidak bisa membantu ari lagi, kamu seharusnya tidak bisa menjadi pm lagi.”

***

Di istana. Sunny membaca berita tentang Kang Hee. Yoon pun mendatangi Sunny.

“Apakah kamu sudah membaca artikelnya?

“Ya.”

“Aku akan membocorkannya di waktu yang tepat. Dia mendahuluiku.” Ucap Yoon.

“Dengan ini. aku tahu seberaa licik Seo Kang Hee.”

“Apa kamu pikir itu benar bahwa Peya adalah pembunuh sebenarnya  dari kasus kematian So Hyun?”

“Bisakah kita mencari terlebih dahulu tentang keberadaan Kang Hee 7 tahun lalu?”

“Mengingat pernyataan dia yang diberikan pada Auditor kekaisaran, dia terlambat datang ke pesta pembangunan istana baru.”

“Apakah kamu yakin dia ada di pesta?”

“Ya. benar. Beberapa orang bahkan melihatnya ada di pesta.”

“Kamu menyelidiki So Hyun, dia cukup pandai berenang. Tahukah kamu sedalam apa kolam itu?”

“Ada konstruksi di kolam. Sebelum kematian So Hyun, nenek mengatur beberapa konstruksi kolam. Seorang pelayan meninggal di kolam karena tidak ada pijakkkan. Mereka menutupi dasar kolam denga tanah sehingga kedalamannya menjadi dangkal.”

“Mengingat bahwa airnya tidak dalam. Bagaimana jika sesuatu terjadi pada So Hyun, ketika ia mencoba keluar dari kolam?”

“Aku harus lihat di ruang catatan keluarga kerajaan.”

Bersambung…. klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat