Sinopsis The Last Empress Episode 40 Part 1

Sinopsis The Last Empress Episode 40 Part 1 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. selengkapnya bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Jalang Seo dengan marah menemui Mak Suri yang lagi santai di kamarnya.
“apa Anda akan menerimanya seperti ini? bagaimana dengan janji untuk menjadikan Putri Ari sebagai Kaisar wanita?”

“Janji? itu karena kamu tidak menjaga mulutmu. Tidak ada yang benar. Oh Sunny sudah mengetahui segalanya. Bagaimana aku memercayaimu dengan mulut besarmu?”

“Aku akan membereskannya. Mulailah dengan mencopot Lee Yoon sebagai Putra Mahkota.”

“Tunggu sebentar. Kamu bukannya berniat menjadikan Ari kaisar? Tapi kamu mengincar posisiku. Tetap diam sampai aku memperbaiki situasinya. Tunggu apa lagi? Pergilah.”

Dalam hati Seo berkata. “Rupanya kamu sudah mengerti. Aku yang akan menjadi Ibu Suri, bukan kamu. Putri Ari adalah Putriku.”

Dan Mak Lampir saling nyinyir juga setelah Seo pergi. “Aku tahu mana pihakku. Tapi beraninya dia menginginkan posisiku?”

***

Seo berjalan di sebuah koridor hotel. Seorang yang nampak sebagai pelayan hotel mengikutinya hingga tahu Seo masuk ke ruangan berapa. Pelayan hotel itu *Pak Byun pun memberikan kuncinya pada Sunny yang saat itu mengikuti Jalang Seo juga.

Di dalam ruangan, Seo bertemu dengan PM.

“Kita tidak bisa mengandalkan Ibu Suri lagi. Tolong kirim ini ke Auditor kekaisaran.”

“Apa ini?”

“Ini kesaksianku bahwa aku melihat Lee Hyuk membunuh Soo Hyun.”

“Benarkah?”

“Ya. aku tidak punya keberanian untuk mengatakan pada Ari bahwa Ayah Ari pelakunya. Tapi aku melihat pelakunya. Tapi, kamu harus menjaminnya.”

“Jika ini membuat seluruh dunia percaya, bahwa Lee Hyuk adalah pembunuh So Hyun, dia tidak punya pilihan selain kehilangan tahta. Lalu kita akan membuat Ari naik tahta.”

“Tapi kita masih harus berurusan dengan Pangeran Lee Yoon.”

“Jangan khawatir. Kita akan membuatnya terlihat seperti dia mengejar tahta dengan membongkar kematian mendiang permaisuri. Itu akan membuat Lee Yoon tersingkir. Aku memastikan bahwa dia tidak akan lolos dalam evaluasi untuk menjadi kaisar.”

“Aku percaya padamu PM.” Seo Pun menggandeng PM…. Sunny merekam semua aksi mereka.

***

Hyuk masih melihat lencana yang diberikan oleh Yu Ra. Tak lama, Bin pun datang.

“Anda memanggilku, Yang Mulia?”

“Ya. lencana itu. apa itu yang kuberikan ketika kamu ditunjuk sebagai kepala keamanan?”

“Ya. benar. Kenapa menanyakannya?”

“Begitukah?”

Hyuk mengambil lencana dari jas Bin dan memeriksanya. “Ini lencana yang aku berikan kepadamu? Lalu bagaimana dengan yang ini? milik siapa lencana yang berukiran harimau emas ini?”

“Maaf Yang Mulia, sebenarnya, aku kehilangan lencanaku. Yang itu palsu.”

“Kamu kehilangan lencana yang aku berikan kepadamu? Di mana?”

“Aku sudah mencarinya, namun tidak menemukannya. Aku kehilangan lencana yang anda berikan langsung kepadaku. Aku tidak memberitahu anda karena aku tahu tidak ada alasan untuk itu. aku sungguh-sungguh minta maaf.”

“Chun Woo Bin, aku percaya kesetiaanmu padaku tidak dibuat-buat. Aku akan pergi ke kediaman Permaisuri malam ini. aku tidak butuh penjaga. Kamu bisa pergi.”

“Baik.”

***

PM duduk di ruangan yang tadinya ia berbincang dengan jalang Seo. Sunny akhirnya menampakkan dirinya di depan PM.

“Ada apa ini?”

“Permaisuri?”

Sunny dengan santainya duduk di sofa. “Aku tidak tahu hubunganmu dengan Nona Seo seperti ini. kamu menjadi Perdana Menteri dengan memanfaatkan istrimu yang sakit untuk mendapatkan simpati. Apa yang kamu lakukan?” Sunny mengambil ponselnya. “Perselingkuhan yang baru saja aku saksikan, bisakah aku mengirim video ini pada istrimu yang ada di rumah sakit? Kejutan akan sangat hebat, tapi dia harus tahu seperti apa suaminya. Bagaimana menurutmu?”

“Tolong beritahu apa yang Anda inginkan?”

“Aku sudah tahu. Kita akan bernegosiasi seperti ini. kamu adalah PM yang ambisius. Aku tidak mau rencana Seo Kang Hee terwujud. Karena itu, jangan coba-coba melukai Pangeran Lee Yoon. Jika kamu melakukannya, kamu akan kehilangan pekerjaan lebih cepat daripada yang kamu duga.”

***

Hyuk dengan hati riang menuju kediaman Sunny. Ia melihat Yu Ra ada di dekat pintu. Kaget dongg… ada mantannya secara.

“apa? Kenapa kamu ada di sini?”

“Apa anda tidak tahu? Permaisuri menugaskanku sebagai pelayan pribadinya.”

“Dia melakukannya?” Hyuk heran. “Aku tidak mau melihatmu. Berdiri di sudut sana.”

Yu Ra bergeser beberapa langkah. “Lebih jauh lagi.” Ucap Hyuk.

Yu Ra bergeser lagi. Pindah beberapa langkah. “Ke sudut sana.”

Akhirnya Yu Ra sampai di pojokkan. Yu Ra bicara sendiri ketika Hyuk sudah pergi. “Aku tidak bisa melewatkan acara hebat ini.” Eh Yu Ra mendekat lagi. Gilaaaa kan???? Yu Ra pantas banget digelari MANTAN YANG HEBAT DAN BERHATI ANTI PECAH BAHKAN RETAK RAMBUT SUDAH LAYAKNYA SEMEN HOLCIM.

***

Sunny menyambut Hyuk. “Kamu sudah datang?”

“Bagaimana aku tidak menyadari kecantikkanmu, Permaisuri?”

“Aku tidak bisa mendengarnya. mungkin sedikit minol bisa membantu. Duduklah dulu.”

“Haruskah kita mulai dengan tegukkan cinta, kesukaanmu?”

“Tentu saja.” Sunny akan melakukannya. Tapi Hyuk berkata..

“he he he….. ini bukan tegukkan cinta. Kamulah yang mengajariku dulu. baiklah.” Itulho… saat makan malam antara para kru pentas dengan Hyuk yang habis membunuh Ibunya NWS.

Mereka pun melakukan tegukkannya. Sunny pun membuat campuran alkohol di dalam baskom. Hyuk meminumnya. Sunny tentu saja menyediakan ember untuk membuang air minol yang pura-pura ia minum.

Bersulang. Sampai Hyuk mabuk.

“Permaisuri, apa kamu mau bermain? Permainan raja.”

“Kita tidak bisa bermain karena hanya dua anggota. Kurasa kita harus bermain “jujur atau berani”.”

“Apa yang ingin kamu tahu tentangku?”

Lanjut ke bagian 2 ya. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat