Sinopsis The Last Empress Episode 39 Part 2

Sinopsis The Last Empress Episode 39 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini.

Putri Ari diajak Jalang Seo pergi ke mal.

“Kenapa kamu membawaku ke sini? aku harus membaca banyak buku hari ini.”

“Putri, apa kamu tahu itu bangunan apa?”

“Itu adalah kafe.”

“Itu simbol 100 tahun sejarah keluarga kerajaan. Awalnya hanya perusahaan biasa dan sekarang berkembang menjadi Imperial Mall dan pusat apartemen. Mal akan segera menjadi milikmu, jadi perhatikan baik-baik.”

Ari senang sampai menarik napas panjang… “hhhaaa…Mal akan menjadi milikku?”

“Tentu saja.kamu harus melalui banyak hal, mengerti? Kamu bisa melakukannya?”

***

Di sebuah kafe. Seo Jin menunggu Bin yang tak lama Bin pun datang.

“My Bin. Ada apa? Kenapa kamu memesan tempat yang bagus? Apa kamu akan melamarku? Apa kamu akhirnya memutuskan untuk melakukannya?”

“Aku ingin berhenti bertemu denganmu.”

“Apa aku melakukan sesuatu yang salah?”

“Tidak. Aku yang brengsek. Aku melakukan sesuatu yang buruk kepadamu. Aku benar-benar minta maaf.”

“Jangan tinggalkan aku, Bin. Aku akan bersikap baik lagi, kumohon.”

“Maafkan aku. Kita harus mengakhiri sekarang.”

“Tidak. Aku tidak mau putus denganmu. Jika kita putus, aku akan mati saja.”

“aku benar-benar minta maaf.” Bin pergi begitu saja.

“Bin, jangan pergi!”

***

Ari sedang membaca bukunya yang ditemani oleh Jalang Seo.

“Ini menunjukkan kesediaan untuk membayar satu dolar dan….”

Sunny tiba-tiba masuk. “Hentikan sekarang!”

“Apa yang membuatmu datang ke sini, Permaisuri?” Tanya Seo.

“Apa maksudmu? Kenapa kamu membuatnya kelaparan hanya untuk belajar?”

“Aku memberikannya makan dengan baik jadi anda tidak perlu khawatir.”

“Bagaimana dia bisa makan sambil membaca? Bagaimana jika dia sakit?”

Ari menutupi wajahnya dengan tangan. Seolah tidak mau bertatapan mata dengan Sunny. “Aku baik-baik saja. aku lebih suka ini, Ibu.”

“Gungju…”

“Jika permaisuri mengandung seorang anak, maka kamu bukan siapa-siapa baginya. Dia bukan ibu kandungmu. Jadi, itu tidak bisa dihindari.” Mendengarnya. Ari langsung memegang bukunya kembali.

“Aku tidak punya waktu. Aku harus menyelesaikan semua buku ini, sore ini juga.” Ucap Ari.

Sunny mengambil buku yang dibaca Ari. “Putri, kamu tidak perlu melakukan ini.”

“Apa ibu tidak suka jika aku menjadi pintar? Aku akan menjadi orang yang penting, jadi aku tidak boleh bermain dengan plastik gelembung seperti yang ibu inginkan.”

“Aku ingin kamu tumbuh menjadi anak yang pintar, ari. Tapi membaca buku-buku ini sekarang, tidak akan membuatmu pintar atau memberikanmu kebijaksanaan. Kamu harus bermain di usiamu sekarang ini. apa kamu berencana mengunci diri dan belajar untuk ujian nasional? Aku akan menyita buku-buku ini.”

“Oma mama, kenapa kamu melakukan ini?”

“datanglah kapan pun kamu mau makan bersamaku. Aku akan menunggu.”

***

Kini Sunny bicara berdua dengan Seo.

“Jangan macam-macam dengan anakku.” Ucap Sunny. “Apa rencanamu untuk menghancurkan Ari Gungju? Kamu harusnya malu karena kamu adalah Ibunya.”

“Anda belum pernah melahirkan bukan? Anda belum pernah menggendong bayi yang demam sepanjang malam bukan? Lalu kenapa anda mengatakan anda lebih mencintainya daripada aku?”

“Aku belum pernah melahirkan atau merawat bayi sepanjang malam. Tapi aku tahu caranya membesarkan monster. Aku tidak mau melihat putriku terkubur dengan buku-buku ini dan berubah menjadi monster.”

***

Hyuk mendatangi kamar Sunny tapi kamarnya kosong. Ia membawa koper dan membukanya. Koper berisi bantal pasangan, sandal pasangan, baju tidur pasangan dan gelas pasangan. Hyuk menaruhnya di atas kasur sambil membayangkan masa lalunya bersama dengan Sunny.

Hyuk juga menaruh sikat giginya di kamar mandi Sunny. “Aku akan bersikap padanya seperti pasangan yang benar-benar menikah.” Hyuk juga melihat ada bintang-bintang di kamar mandi Sunny.

Tiba-tiba Sunny datang. “Apa yang kamu lakukan di sini?”

“Ahhh kamu mengagetkanku. Permaisuri.”

Sunny melihat semua ulah Hyuk yang membawa benda-benda ke dalam kamarnya.

“Aku membawa beberapa barang yang sepasang, bagaimana menurutmu? Aku akan menyimpannya jika kamu tidak menyukainya.”

“Biarkan saja. apa ada hal lain yang ingin kamu lakukan denganku?”

“Tentu saja. kita sudah menikah, tapi kita begitu canggung. Jadi maksudku, kenapa kita tidak menghabiskan malam bersama malam ini?”

“Tentu. Datanglah ke kediamanku malam ini.”

“Kamu sungguh-sungguh?” Hyuk seneng banget. “kalau begitu aku harus mempersiapkan banyak hal. Sampai jumpa malam nanti.”

Hyuk langsung lari ke luar. Sunnya berkata. “Kita kan bicara sangat panjang malam ini. aku tidak sabar menunggu.”

***

Yu Ra bicara pada Dong Shik di kamar Dong Shik.

“Aku tidak membutuhkanmu lagi, aku sudah menemukan kakakmu. Jika saja kamu memberi tahu aku sebelumnya, dia pasti akan baik-baik saja. kasihan dia. dia hampir mati.”

“Apa? Apa maksudmu? Aku melihatnya kemarin, dia baik-baik saja.” Dong Shik sudah menangis mendengarnya.

“Kamu melihatnya kemarin? Tapi kamu berbohong kepadaku dan mengatakan kamu tidak melihatnya? Kamu membunuh kakakmu. Kamu tahu itu? kamu tidak akan pernah melihatnya lagi.”

“Tidak. Dia tidak boleh mati. Jangan bunuh kakakku.”

Min Yu Ra pergi dan sengaja pintunya tidak ditutup. Dong Shik pun pergi.

“Ya…. cepatlah. Cepatlah pergi pada Na Wang Shik.” Min Yu Ra pun mengikuti Dong Shik. Dong Shik berjalan di lorong.

“Kamu bersembunyi di mana Hyung? Kamu bilang kepadaku kamu akan menyelamatkanku.” Dong Shik akhirnya menemukan Ari di ruang keluarga.

“Hei. Pinjamkan aku  itu..” Ucap Dong Shik pada Ari.

“Apa?”

“Pinjamkan aku ponselmu!!!”

Ari pun memberikannya.

***

Bin memberikan sejumlah uang pada pasukan penjaga.

“Tolong jangan. Kamu sudah memberi kami lebih dari cukup waktu itu.” Ucap panjaga lainnya.

“Ini bukan dariku.  Aku memberikan kembali apa yang dirampas keluarga kekaisaran dari kalian. Pikirkan keluarga kita sendiri dan selalu waspada sampai akhir. Mengerti?”

Bin menerima telpon.

“Hyung. Kamu baik-baik saja?” Tanya Dong Shik. “Kudengar, kamu sedang sekarat sekarang. apa kamu terluka? Kamu baik-baik saja?”

“Apa maksudmu? Siapa yang bilang?”

Yu Ra langsung menutup mulut Dong Shik dan mengambil ponselnya. “Di mana kamu sekarang?” Tanya Bin.

Dan Dong Shik langsung menggigit tangan Yu Ra. Yu Ra teriak kesakitan.

“Hyung…. Lari.” Ucap Dong Shik.

“Min Yu Ra?”

***

“Na Dong Shik. Kamu pikir aku bercanda padamu? Dasar tikus kecil.” Ucap Yu Ra,

“Biarkan dia hidup. aku tidak punya pilihan.”

“Aku hampir menangkapnya. Dia lolos karenamu.” Yu Ra langsung mendorong Dong Shik sampai terjatuh.

Tbtb Sunny datang dengan dua orang pelayan.

“Apa yang kamu lakukan?” Sunny pun membangunkan Dong Shik yang terjatuh. “Kamu memperlakukan anak yang dibiayai oleh Ibu Suri seperti ini?”

“Dengan segala hormat. Ini bukan urusan anda.” Sunny yang melihat Yu Ra memungut ponsel Ari langsung mengambilnya dengan paksa.

Lanjut ke bagian 3. klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *