Sinopsis Secret Boutique Episode 2 Part 2

Sinopsis Secret Boutique Episode 2 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. jenderal akhirnya disiksa di kursi yang buat terbaik. Sementara Jenny Jang di tempat yang berbeda sedang memakan makanannya.

***

Walikota Do terus memikirkan tentang Wi Ye Nam yang berkata jangan sampai Jenny Jang tahu. Dan saat Jenny dan Sun Woo ke kantor walikota. Keduanya tidak mau ditemui walikota.

kemudian Pimpinan menelepon Jenny. Meminta bertemu.

***

“Aku menelepon untuk membagi teh berharga denganmu. Daun-daun pertama selalu dipetik dan disangrai pada bulan april. Tapi biksu yang menanam daun teh ini berusia 100 tahun. Aku takut dia tidak bisa menikmati musim dingin kali ini. kalau begitu, daun teh ini adalah yang terakhir. Jadi, aku memikirkan akan meminum teh berharga ini dengan siapa, dan aku memikirkanmu lebih dahulu. Minumlah….”

Jenny meminumnya. Pimpinan masih bicara. “Aku takut kita tidak ditakdirkan menjadi keluarga. Berkat kamu, Ye Nam bisa hidup dengan baik, dan kamu sudah melakukan lebih dari cukup untuk Grup Deo.”

***

Kilas balik.

“Orang-orang bodoh menyedihkan itu. Menerima wanita sepertimu yang masa lalunya bahkan tidak diketahui sebagai menantu Grup Deo adalah sesuatu yang akan kusesali setelah aku mati.” Ucap seseorang pria tua di kursi roda.

Pimpinan berkata. “Tetapi, tetap saja, keturunan Deo hampir hancur. Tapi aku yang menlanjutkannya.”

“Si bodoh itu. Aku tidak percaya dia menikahi wanita jahat itu.” *eh siapa lagi nih.

“Kamu tahu betapa takutnya Chang Soo dalam perjalanan untuk menemuimu? Karena itulah kecelakaan terjadi. Kamu membuhuh Chang Soo.”

“Dia yang seharusnya selamat dari kecelakaan itu, bukan kamu. Kamu yang seharusnya mati, bukan Chang Soo. Jika dia tidak pernah berhubungan dengan wanita sepertimu, dia tidak akan mati setragis itu. Keluar!!!! Bawa semua anakmu yang mirip denganmu, dan keluar dari rumahku!!!”

Pimpinan Kim malah mengunci sang kakek tua di ruangan.

Mendengar ada ribut-ribut seseorang minta dibukakan pintu, seorang pelayan muda datang.

“kamu gadis pesuruh dari pemandian. Aku yang memilihmu dan membawamu ke rumah ini.”

Kemudian suara kursi roda kakek jatuh.

“Jangan membantunya.” Ucap Pimpinan Kim. “Kamu ingin kembali ke pemandian umum? Kembali makan dan tidur di tempat lembab itu. Melakukan hal-hal tidak penting untuk para wanita itu? Kamu sungguh ingin masuk ke kehidupan itu lagi?.” Anehnya, Pimpinan kini melakukan fitnah. “Kenapa kamu menutup pintunya? Kamu sekesal itu pada pria tua itu? Kamu baru di rumah ini, dan aku pemilik rumah ini. menurutmu siapa yang akan lebih dipercaya?” anjaayyyy ulaaarrr ni Pimpinan.

Kilas balik selesai. Tentang masa lalu Jenny.

****

“Jangan biarkan apa pun mengikatmu sekarang. Bebaskan dirimu.” Ucap Pimpinan mengusir Jenny Jang. “Melepaskanmu bukanlah keputusan mudah.”

“Anda akan menyesalinya. Aku tidak pernah kalah dari siapapun, Bu,” wahahahha suka nih suka.

“Jenny Jang ah.”

Jenny pun beranjak pergi.

Di pintu, ia melirik yang tadinya akan menjadi suaminya,

****

Jenny keluar dan di ruang tengah ada Wi Ye Nam sedang sesi pemotretan.

Ia nampak mengejek Jenny dengan mengatakan. “Reporter, kamu bisa menulis artikel tentangku bukan?”

****

Kilas balik lagi…

“Tolong umumkan pada semua orang.” Rupanya pimpinan meninggal. “Kami akan melakukan pemakaman 5 hari untuk Pimpinan.” Dua orang berjas pun pergi.

Saat itu Wi Ye Nam muda muncul. “Omma. Siapa gadis ini?”

“Dia gadis yang pintar, dia akan menjadi kaki tanganmu mulai sekarang.”

“Siapa namamu?” tanya Wi Ye Nam. “Aku Wi Ye Nam. Omma… apa dia bisu?”

“Jang Do Young.”

Kilas balik selesai.

Lanjut ke bagian 3 ya. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat