Sinopsis Secret Boutique Episode 1 Part 5

Sinopsis Secret Boutique Episode 1 Part 5 – Episode sebelumnya ada di sini yaaa... terima kasih sudah mengikuti sinopsis dimari.

Ahjumma polisi masuk ke rumah Hyun Ji, “Apa ini tempat untuk prostitusi? Kenapa Ibu sangat peduli?”

“Mereka ingin lakukan hal lain, tapi tidak bisa bekerja di siang hari. Mereka tidak bisa menatap mata orang di siang hari karena takut ada yang mengenali mereka. Menghibur dan membantu mereka menemukan pekerjaan itu menyenangkan.”

“Aku tahu, tapi apa Ibu satu-satunya polisi? Ibu pikir mereka akan berhenti karena tidakkan ibu untuk mereka?”

“Kamu main go. Kamu bilang kamu bertarung sendirian. Ini pertarungan Ibu.”

Kemudian berakhir dengan Lee Hyun Ji yang membanting pintu. Di luar ada ahjumma dan anaknya yang mendengarkan.

Ahjumma dan anaknya tadi masuk lagi. Membantu ahjumma polisi mencuci sayur.

“Kamu bertemu Hye Ra? Dia bilang akan menemuiku hari ini sebelum pulang.” Ucap Polisi.

“Hye Ra? Aahhh gadis muda itu. Orang yang tidak mau menyebut nama atau usianya.”

“Memangnya kamu memakai nama aslimu?”

“Jangan tanya. Kamu percaya dia akan pulang? Dia pergi dengan kelompok dan bilang bekerja paruh waktu.”

“Ke mana?”

“Apa katanya? Semacam kapal pesiar. Itu pasti pekerjaan sehari. Dia tidak cocok di bar.” Kemudian ahjumma menemukan piala…. “Ahhjumma.. anakmu menang hari ini. kamu tahu?”

“aku tahu.”

“Ibu macam apa kamu? Jika putraku di posisi kelima dalam kontes lompat tali, jantungku berdebar kencang dan aku menggila.”

“Menurutmu apa yang dipikirkannya saat bermain di turnamen amatir? Aku lebih suka dia melakukan hal lain.”

“Itu tidak mudah. Itu yang dia lakukan seumur hidup. Karena itu aku tidak bisa berhenti dari pekerjaanku.”

“Kamu bilang kamu sudah tua, tidak ada yang menanyakanmu. Mau kucarikan pekerjaan?”

“Ahjumma, bagaimana bisa aku melakukan hal seperti itu? Aku tidak bisa memanggang daging di pasar swalayan.”

“Aigoooooo…. pikirkan Ye Jun.”

“Temuilah putrimu, bagaimana jika dia menangis karena frustasi?”

****

Memang sedang frustasi di kamarnya.

“Ya. Batu ke 145. Ini adalah poin penting.” Lagi main go di komputer.

****

Hari sudah gelap. Kembali ke kapal periar.

Wali kota baru bangun dari mabuknya. Ia menengok dan ada gadis muda sedang duduk.

“Hei. Ada orang di sana?” teriak wali kota.

Seseorang kemudian masuk.

“Berapa usianya?” tanya walikota pada pegawai lelaki. “Dia terlalu muda. Kamu mau menghancurkanku?”

“Aku minta maaf. Keluarlah.”

Gadis itu akan keluar tadi. Wali kota berkata. “Tunggu.”

Wali kota membuka laci dan mengambil jarum suntik.

Gadis itu ia suntik hingga terpejam.

Bersambung ke episode 2. klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat