Sinopsis Secret Boutique Episode 1 Part 1

Sinopsis Secret Boutique Episode 1 Part 1 – Haloooo… ada drama dari SBS yang baru, episodenya sampai 32 episode saja. jadi, saya akan coba buat sinopsisnya. Nggak tahu sampai selesai apa nggak. So, ini diaaa… peran utamanya adalah Kim Sun A. Ini kedua kalinya buat sinopsis yang ada Kim Sun A, tahun kemarin ada Children of Nobody.

Adegan secara misterius menampilkan seorang perempuan di dalam pejara. Hal itu terlihat jelas dari jeruji besi. Kemudian, nampak seorang sipir memberikan sekeranjang barang-barang awal saat napi pertama kali masuk.

Napi itu, nampak berpenampilan glamor. Tidak ada nampak wajah sedih. Dialah Jenny Jang yang diperankan oleh Kim Sun A.

***

Kemudian…. nampak dari belakang seorang perempuan berambut pendek berjalan dengan baju glamor.

Hingga adegan sampai di sebuah pesta. Pesta yang ia jadi tuan rumahnya.

Eehhh balik ke Jenny Jang lagi. Jenny Jang nampak berjalan mantap kek mancing mania.

***

Empunya pesta, perempuan cantik dengan rambut pendek. Ia meminum anggur dan seorang karyawannya mendekatinya. “Direktur, Jenny Jang bebas.”

“Hanya satu hari?” kaget cuy…. kayak cucian. Sehari aja abis itu diangkat.

“Mereka akan menyelidikinya. Tapi tanpa menahannya. Kurasa dia akan hadir sesuai rencana.”

***

Teklak tekluk… teklak tekluk… bukan suara sepatu kuda. Itu adalah suara sepatu Jenny yang masuk ke mobil jemputan.

Seorang pria nan guanteng muda bingit membukakan pintu. “acara pesta VIP tiga jam dari sini.”

“Aku ingin mandi dahulu.” Jawab Jenny santuy.

****

Jenny pun nampak mandi. Pria muda tadi nampak membacakan jadwal.

“Menurut rumor pesta itu untuk orang-orang di proyek kota internasional Yungcheon. Semua orang akan berusaha untuk terlibat.”

“Lumayan jika ekonominya tumbuh. Ada yang lain?” tanya Jenny yang berendam sambil minum anggur.

****

Suara pria teriak…. “Berapa kali harus kukatakan? Tidak ada perceraian!!!” Pria itu mendorong yang nampaknya istrinya dengan amat kasar ke kasur.

Dan dalam hal ini, sekretaris tadi memberikan keterangan. “Istri Jenderal Kim menginggalkan wastu kementrian dan pergi ke hotel.”

Perempuan tadi masih berseragam. Nampak berlari. Lelaki kasar itu berteriak. “Kolonel Park!!!!”

Perempuan yang nampak ketakutan didekati Jenderal Kim menodongkan pisau.

Sekretaris masih menjelaskan. “ada acara militer untuk pasangan suami istri dan jenderal tampak bingung.”

***

Jenny selesai dengan mandinya. “Cari dia sekarang. Mari buat mereka bercerai.”

****

Di dalam pertarungan antara jenderal dan istrinya. Terdengar suara tebasan pisau.

Jenderal terkena sabetan di pahanya. Kolonel Park yang kalap mengambil ponselnya.

“Jangan menelepon. Kamu ingin orang-orang melihat ini? Jenny Jang. Hubungi Jenny Jang.”

***

Sekretaris Jenny masih melaporkan. “Aku menemukan mereka. Mereka berada di Hotel Heritage.”

“Jangan menjemputku nanti. Aku tidak akan pulang malam ini.” Ucap Jenny saat sekretaris memakaikan jas padanya. “Sun Woo ya. *akhirnya tahu namanya. Tanpa bantuanmu. Aku tidak bisa sampai sejauh ini. hanya kamu yang bisa membantuku melalui ini.”

Jenny pun pergi.

****

Jenderal Kim dibebat oleh seorang pria. “Pendarahan selesai dan aku selesai dengan pertolongan pertama.”

Di dalamnya, ada pria muda lagi. Kemudian seorang perempuan muda berjas putih masuk membawa amplop coklat. “Aku membawa berkasnya.”

“berkas apa?” tanya Jenderal Kim.

“Aku masih kuliah hukum. Park Yoon akan menjelaskannya.”

Park Yoon, seorang pria muda dengan setelan mencoba menjelaskan. “Ini perjanjian perceraian 256 halaman. Apa satu jam cukup?”

Di luar hotel, nampak mobil akan masuk.

Kembali ke jenderal. “Aku ditikam. Kenapa aku harus menceraikanmu?”

“Selama ini kamu sudah memukul istrimu berkali-kali.” Ucap Pengacara Yoon sambil mengeluarkan foto-foto.

“Jika kamu terus bicara omong kosong, aku akan mengusir kalian semua dan menelepon polisi. Akan kupastikan membuat wanita itu membayar karena mencoba membunuhku.”

“Silakan.” Ucap pengacara.

“Apa?”

“Hubungi polisi. Seorang letnan jenderal tentara yang memimpin 50.000 tentara telah ditikam oleh istrinya. Dia juga seorang kolonel yang berada di bawah komandomu. Jika kamu tidak bisa mengendalikan istrimu, bagaimana kamu bisa memimpin ribuan tentara? Orang-orang akan menikmati kisahmu, menertawakannya, dan menganggap itu gosip saja untuk menghibur hidup yang menjemukan. Tanda tangani, jika tidak, aku akan menelepon polisi.”

Berlanjut ke bagian 2 ya. klik di sini.

 

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat