Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 9 Part 1

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 9 Part 1 – Sudaaaah hari kamis nih guys? Sudah siap mantengin drama ini di besoksore.com kan? Nahhh untuk episode lengkapnya ada di tulisan yang ini. Untuk episode sebelumnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. Selamat membaca saja. *pasang salonpas.

Bagaimanakah kisah robot gedek dan Da Da ketika masa pacaran mereka diperpanjang??? Udah kayak SIM aja diperpanjang.

Suara ost mengalun…. “Jangan matikan.” Ucap Da Da saat Young Gu memayunginya sebab payung Da Da kabur kena angin.

Ost masih mengalun. Da Da bicara lagi. “tiap kali aku ingin kabur akhir-akhir ini, kamu selalu muncul di hadapanku. Seolah ada semacam pintu ajaib ke dimensi lain. Saat itulah aku berpikir seperti ini. Apa jadinya jika kamu terus bersamaku? Jadi, jangan mematikannya. Itu jawabanku.”

Ost mengalun lagi. Semoga para pemain di sini nggak masuk angin sebab keujanan.

****

Ma Wang Joon di kediamannya. Dia memikirkan tentang ucapan Da Da tempo hari yang mangatakan bahwa Da Da ingin mereka tidak bertemu kembali di masa yang akan datang. Karena hubungan mereka yang sudah berakhir. Juga Da Da yang menyeret Young Gu.

Sang Mantan cemburu. Tapi, Ma Wang Joon melihat kembali kotak-kotak hitam di atas laci yang berisi ancaman-ancaman. Wang Joon hanya terdiam.

****

In Hyuk dan Tuan Ko mencari Young Gu di dermaga Incheon.

In Hyuk pun berkata. “Kami tidak dapat menemukanya di mana pun. Kurasa kini kita kehilangan dia.”

***

Young Gu pulang dengan Da Da.

“Aku masuk dahulu.” Ucap Da Da…

“Pacar… terima kasih. Kamu tidak mematikannya dan menghampiriku.”

“Kamu juga menghampiriku. Saat hujan turun waktu itu.” Ucap Da Da yang kemudian masuk kamarnya.

Tapi Da Da keluar kembali dan membawa handuk. Ia memberikannya pada Young Gu. “Ini.” Ucap Da Da.

Sayangnya, Young Gu diem aja dengan wajah super lucunya. Sampai akhirnya Da Da yang mencoba mengeringkan kepala Young Gu.

Gosok-sosok kepala. Hingga mereka saling menatap. Dan alat elekronik di rumah Da Da menyala kembali. Piringan hitam pun memutarkan sebuah lagu.

“Itu tadinya rusak.” Ucap Da Da.

Young Gu pun bangkit berdiri. Ia menatap Da Da. *njirrr kenapa saya yang meleleh. “Pacar…”

Handuk diberikan pada Young Gu. “Lakukan sendiri.” Da Da pun masuk ke kamar mandi.

***

Young Gu mengetuk pintu. “Pacar, apa kamu mandi? Boleh aku ikut?” wkwkwkkwkw.

“kamu gila? Pergi sana.”

“Baik.”

***

Dengan wajah riang. Young Gu kembali menempelkan stikernya. Young Gu pun membuka tas, di dalamnya ada buku anak-anak berjudul. Pangeran yang bahagia.

“Kira-kira di mana Bo Won?”

****

In Hyuk, Tuan Ko dan satu lagi entah siapa. Pergi ke rumah yang sangat mewah.

“Ayo masuk.” Ucap In Hyuk.

***

Di dalam rumah ada Diana yang semangat berlari diikuti para pelayannya. “Mainanku!!!”

“Kamu akhirnya membawakannya?” Ucap Diana penuh semangat.

***

Mereka bicara di ruang tamu.

“Jadi, aku tidak mendapatkan mainanku? Maksudmu apa?” Tanya Diana.

“Ada kekeliruan dalam produksi. Kami membutuhkan setidaknya sepekan lagi untuk…” pelayan menuangkan minuman dan nampak gemetaran.

Pelayan berkata. “Maafkan aku. Nona, aku sungguh minta maaf. Apa sangat panas?” pelayan mengelap dan tidak sengaja menyentuh Diana.

“Tidak apa-apa. Aku mungkin tidak merasakannya.” Kemudian sarung tangan diana dilepaskan. Ehhh ternyata tangan diana terbuat dari robot buatan.

Kemudian Diana menjatuhkan cincin ke dalam teko secara sengaja. “Astaga. Cincinku terjatuh ke teko. Bagaimana ini? Keluarkan cincinku. Cepat… ambilkan.”

Karena air itu panas. Pelayan dengan ketakutan memasukkan tangannya. Dan diana sengaja sekali mendorong tangan itu ke air teko.

“Jangan…” Ucap pelayan yang menangis. “Aku melakukan kesalahan. Tolong maafkan aku. Agasshi… tolong.”

Yang lain hanya diam. Diana melepaskan tangan pelayan dan mengambilnya sendiri dengan tangan robotnya. “Apa susahnya? Tidak apa-apa. Tanganku sangat aneh. Bukankah begitu?”

Ran akhirnya maju. “Nona.. aku akan membersihkannya.”

“Selesaikan ucapan kalian tadi.” Ucap Diana pada Pak Ko.

“Baik, jadi… untuk membuat robot dengan fungsi yang lebih sempurna. Kami akan bekerja lebih keras.”

Diana menjawab. “Kenapa? Aku yakin telah memberimu banyak waktu dan uang.”

“Ya benar… tapi. Soal mesinnya. Kita tidak pernah tahu kapan dan bagaimana mesinnya akan mengalami kerusakan dengan cara apa.”

“Apa itu alasan sungguhan?”

“Ya…” In Hyuk ikut menjawab.

“Baiklah kalau begitu. Aku percaya. Apakah kalian membuat Zero Nine dengan spesifikasi yang kuatur?”

“Ya. Tentu saja.” In Hyuk lagi yang menjawab. “Berdasarkan data yang kamu kirim. Kami memberikannya wajah yang disukai wanita.”

“Salah…” Ucap Diana. “Aku tidak butuh yang seperti itu. Hanya ada dia hal yang aku inginkan dari robot itu. Kepatuhan dan tidak ada pengkhianatan.”

Tuan Ko menjawab. “Ahh tentu saja. Kamu pernah menggunakan model kami, jadi, kamu tahu seperti apa itu.”

“Ahhh Zero Seven? Yang itu membosankan karena terlalu lemah. Aku ingin sesuatu yang lebih tahan lama. Intinya, bawakan dia kepadaku secepatnya. Jika kamu melewatkan tenggat waktu lagi setelah ini dan mengecewakanku. Kita akan memainkan permainan yang sangat menyenangkan.” Diana pun pergi.

Lanjut ke bagian 2 yaaa… klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat