Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 7 Part 2

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 7 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa…. Untuk kalian yang pengen tahu update bisa cari tahu di chanel telegram besoksore ya. Terima kasih.

Young Gu memegang cincin milik Da Da yang pernah dibuang. Di dalamnya ada inisial nama. Dan layaknya tukang akik, Young Gu malah fokus menggosok-gosok cincin itu.

Kegiatan Young Gu ini tbtb diusik oleh ketukan pintu. Saat dibuka, ada pria dengan helm yang datang. Dia adalah kurir cepat kilat. Kurir itu memberikan ponsel.

“Ini aku.” Ucap Da Da.

“Ohhh… pacar.”

“Bisa tolong lihat adakah model jantung di ruang kerja?”

Young Gu pun mengecek. Model jantung itu masih di dalam kotak. “aku menemukannya. Ada di sini.”

“Benarkah? Berikan kotaknya pada kurir.”

“Ada masalah?”

“Aku akan jelaskan nanti. Sekarang mendesak sekali.”

Kotak pun diberikan. Sang kurir berkata. “Aku tidak bisa ke sana dalam waktu 30 menit, dua atau emapat kali lipat, secara fisik itu mustahil. Kamu mau aku mati? Aku tidak akan bisa. Sudah kubilang itu tidak bisa, kamu benar-benar menyebalkan.”

Young Gu mendengarnya. Dan dengan gantengnya justru ia yang membawa motor dan pergi membawa model jantung.

Da Da dan kawan-kawan menunggu dengan resah.

“Bagaiama? Apa dia bisa sampai?” Tanya Nona Baek.

“Dia bilang akan datang secepatnya. Menurutky dia tidak akan tepat waktu.”

“Ini buruk. Lalu apa? Waktu 5 menit lagi.”

Salah satu kru pun datang, “Ternyata kalian semua di sini. Ahhh sutradaraaa…”

Sutradara Kim yang jahat pun datang, “sedang apa kalian? Kenapa setnya belum diatur?”

“Begini…”

“Kalian mengacau ya? Di hari terkahir kita? Kalian gila? Kenapa kalian tidak menjawabku? Kalian mengacau ya?” Sutradara berteriak-teriak.

“Maafkan kami, sutradara. Aku membuat bonekanya kemarin, ..”

Dan Young Gu pun tiba dengan paketnya. Udah kayak iklan apa yang Young Gu turun dari motor kece…. aaahhh yaaaaa  nggak mungkin yaaa kalau bawanya motor vario kayak mimin. Young Gu membuka helmnya dan membuat yang melihat menjadi terpesonaaaaaaaa…

Da Da mendekat pada Young Gu. Young Gu langusng memberikan paketnya.

“Yang ini ya?”

“Ya.” Da Da pun mengambil paketnya.

Kru pun masuk kembali untuk melakukan syuting.

****

“Ada apa? Apa aku terlambat? Maaf.” Ucap Young Gu pada Da Da.

“Tidak. Terima kasih.”

“Jangan berterima kasih kepadaku. Untumu, pacar…. maksudku, untukmu, Da Da. Aku bisa melakukan apa saja.” Kemudian Young Gu memegang lengannya yang tadinya terkena mobil parkir saat membawa motor.

“Ada apa?” Tanya Da Da.

“Tidak apa-apa.”

“Ayo pulang bersama nanti. Syutingnya akan segera selesai.”

“Baik. Akan kutunggu.”

“Panggil namaku saat kita bersama, aku akan coba membiasakannya.”

“Terima kasih.” Young Gu memegang lengan Da Da sambil tersenyum. Saat itu ada Ma Wang Joon dari kejauhan yang melihat mereka.

“Aku masuk dulu.”

Dan Ma Wang Joon juga masuk ke dalam untuk melakukan syuting.

****

Syuting berjalan. Ada adegan operasi jantung dan Da Da dan kawan-kawan kerjaannya adalah memompa. Kemudian sampailah pada adegan terkahir.

Semua bertepuk tangan. Pak Ogah pun sesumbar akan mentraktir makan.

****

Da Da masih di studionya membereskan barang-barang.

“Da Da yaaa… siapa pria tampan yang membawa jantungku dengan sepeda motor tadi?”

 

“Sepupuku.”

“Apa? Sepupumu? Yak!!! Kamu punya sepupu tampan dan tidak pernah memberitahuku. Kenapa kamu tidak memberitahuku, sepupu ipar?”

“Jangan konyol. Aku pergi dulu.”

“Noona… kamu tidak ke pesta?” Tanya Yoo Jin.

“Ada yang menungguku.” Da Da pergi begitu saja walaupun kedua rekannya ini sangat penasaran.

“Da Da… sepupumu itu dari mana?” Tanya Nona Baek.

“Luxembrug.” Jawab Da Da ngasal. Wkwkwkkw.

****

Pak Ogah bertemu dengan Wang Joon. “Wang Joon, mau ke mana kamu? Bagaimana makan malamnya?”

“Aku tidak akan lama.”

“Ada wartawan di luar karena ini hari terkahir. Ada mata dan telinga di mana-mana. Kendalikan dirimu.” Namun Wang Joon malah nyelonong.

*****

Kru bertanya pada Pak Ogah. “Ke mana kita akan pergi makan malam? Aku harus memberi tahu para staf.”

***

“Pacar, sudah selesai?” Tanya Young Gu saat melihat Da Da keluar lokasi. “Biar kubawakan.”

“Tidak aku bisa sendiri.”

“Tidak apa-apa. Aku bisa membawakannya untukmu.”

“Ahhhh akhirnya selesai.” Da Da terlihat sangat senang. “Kenapa menatapku seperti itu?”

“Pacar. Kamu melakukannya dengan baik hari ini.”

“Kenapa kamu mengatakan hal seperti itu? Rasanya tidak terlalu buruk. Punya seseorang yang bilang aku melakukannya dengan baik.”

Saat mereka akan pergi. Suara Ma Wang Joon terdengar. “Eom Da Da…. ayo bicara.”

“Tentang apa?” Tanya Young Gu.

“Jangan ikut campur.”

“Maaf, tapi pergilah dahulu.” Ucap Da Da pada Young Gu. “Aku tidak akan lama. Pergilah.” Dengan beik hati, Young Gu pun pergi.

****

“Apa maumu? Ma Wang Joon Sshi…”

“Yakkk Eom Da Da. Apa kamu sungguh berkencan dengannya?”

“Aku tidak punya alasan untuk menjawabnya. Jika tidak ada lagi yang mau kamu katakan, aku akan pergi. Sampai jumpa, Ma Wang Joon.”

Wang Joon memegang tangan Da Da. “Kamu akan pergi tanpa menghapus riasan wajahku? Nona Eom?”

“Aku yakin kamu mempekerjakan seseorang untuk melakukan itu.”

“Bukankah kamu harus menghapus riasan padaku? Kenapa kamu tidak bertanggung jawab?”

“Dengar… Ma Wang Joon. Kamu sepertinya lupa. Syuting berakhir beberapa saat lalu. Itu berarti aku bukan lagi bagian dari kru dan tidak lagi bekerja untukmu. Jadi, jangan berharap aku bertanggung jawab. Selain itu, kita tidak perlu bertemu lagi. Semua kini sungguh benar-benar berakhir.” Da Da pun pergi.

****

Ma Wang Joon masuk ke ruangannya kembali. Sebuah kotak hitam ada di kumpulan para hadiah lainnya.

Kotak itu dibuka. Isinya kata-kata dengan darah bertuliskan. “PUTUS.”

Lanjut ke bagian 3 yaaa…. klik di sini….

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat