Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 5 Part 3

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 5 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys, terima kasih sudah mau mengikuti sinopsis di besoksore.com yaaaa…

Young Gu membangunkan lamunan Da Da… “Pacarku.”

Da Da pun mengambil ponselnya. “Ponselku berfungsi sekarang.”

Dengan wajah yang dihiasi penuh senyuman. Young Gu memperlihatkan barang elektronik di rumah Da Da yang ia perbaiki. “Aku memperbaikinya, itu masih bisa digunakan.”

“Seperti waktu itu. Seolah aku ke masa lalu dengan mesin waktu.” Da Da pun amat sangat senang.

****

Ma Wang Joon masih terganggu pikirannya atas apa yang ia lihat. Kemudian Pak Ogah bertanya kepadanya. “Yak!!! Kamu tahu kesulitan yang kamu dan Hwa Ni berikan kepadaku? Aku jarang bicara dengan pengiklan yang menuntut kita untuk kompensasi. Kesepakan ini sangat berharga.”

“Mereka bilang begitu padahal aku meningkatkan penjualan 10x? Bayar dendanya dan batalkan kontaknya. Pesaing mereka semua ingin menekenku.”

“ahhh kamu benar-benar paham statusmu. Yakkkk… apa Hwa Ni berulah gara-gara Eom Da Da? Apa kamu tahu itu?”

“Tidak. Aku tidak tahu.” Manager menjawab.

“Banyak hal terjadi tiap kali Eom Da Da muncul. Aku pikir kepribadiannya air. Aku dominan api. Setiap kali aku ingin melakukan sesuatu. Eom Da Da muncul dan menuangkan air dingin.”

“Pak Geum…bisakah kita tidak bicara? Aku lelah.”

“Kamu lelah? Baiklah. Semua pembicaraan itu juga membuatku lelah.”

****

Wang Joon sampai di kediamnanya. Turun dari mobil, ia bertanya pada manager. “Noona… pria yang mengenakan hanbok hari ini,…”

“Pria yang mengenakan hanbok? Pria yang menghilang setelah mendorong Hwa Ni itu?”

“Ya, cari tahu siapa dia.”

“Kenapa?”

“Intinya, cari tahu saja kalau aku memintamu.”

****

Tuan Ko masih mondar-mandir di kantor karena belum menemukan Nam Bo Won. “Kemana dia pergi?”

Tuan Ko pun mengakses komputer Nam Bo Won. Ia mencoba kata kunci dan berhasil di percobaan kedua.

Kemudian di layar monitor terdapat waktu dalam hitungan mundur.

“Inikah? Mungkinkah? Apa mode kencan Zero Nine aktif?”

Tuan Ko mendapatkan telepon. “ya.”

“Aku Direktur Park dari Grup BIA. Nona kami sedang menunggu robotnya.”

“Ahh yaaa… robotnya akan siap pekan depan.”

“Baiklah kalau begitu.”

****

Sebuah rumah yang gedenya nggak karu-karuan…..

“Ran…. kapan mainan baruku datang?” Tanya Diana.

“Aku baru saja menghubungi mereka. Mereka bilang akan menyiapkannya pekan depan sesuai janji.”

“Suruh mereka membawanya secepatnya, paham?…” “Apaaa?” suasana mendadak hening.

Pelayan di samping Ran berkata. “Nona. Pakaian boneka itu nampak kotor.”

Diana marah. “Bukankah sudah kubilang. Siapa yang menyuruhmu menyentuh bonekaku tanpa izin?”

“Maafkan aku.”

Diana pun bicara pada bonekanya. “Aku tidak bisa bermain denganmu hari ini. Kamu tidak berpakaian gara-gara wanita itu di sana. Maukah bermain denganku?” njirrrr… kek psikopat!!!

****

Diana sibuk dengan alat make up. Ia mendandani ahjumma tadi.

“Selesai, kamu cantik. Kamu mau lihat? Kamu cantik bukan?” ternyata kayak badut. “Ada yang kurang ya? Apa kira-kira?”

Diana pun mengambil gunting. Ia memotong rambut ahjumma dengan bar-bar.

“Bagaimana menurutmu? Kamu suka?” Diana menunjukkan cermin lagi.

“Ya. Aku suka.” Jawab ahjumma.

Diana tertawa. “Kamu berbohong. Inilah sebabnya kamu tidak menyenangkan.”

Diana memberikan pengumuman pada yang lainnya. “Jika kalian menyentuh barangku lagi tanpa izin, tidak akan kumaafkan.”

“Ya. Nona.” Jawab para pelayan yang berderet.

Ran memberikan setumpuk uang pada ahjumma yang didandani. Tapi Diana melarangnya. “Ini tidak benar. Kamu harus sopan ketika menerima uang. Kamu harus mengatakan terima kasih.”

Ahjumma pun menangis. “Terima kasih.” Diana pun menjatuhkan uangnya.

****

Seorang nampak seperti perempuan. Ia masuk ke dalam motel dan mengetuk pintu. Seorang pria membuka pintunya.

“Kamu siapa?” Tanya pria.

“halo….” ehhhh ternyata mukanya cowok. Wkwkwkkw.

“Apa-apaan ini!!!”  eeeh ternyata Nam Bo Won lagi nyamar.

****

Nam Bo Won pun masuk ke kamar.

“Kenapa kamu berdandan seperti itu?”

“Aku tidak punya pilihan.” Jawab Bo Won. “Aku bisa saja diikuti.”

“Apa yang membuatmu melakukan itu?”

“Situasinya rumit sekarang. Akan aku jelaskan nanti. Hal yang kuminta kamu bawakan…”

Dari tas dikeluarkan segepok uang, ponsel, dan kunci mobil.

“Aku cinta kamu…” Teriak Nam Bo Won.

“Yak!!! Jangan mendekat. Aku bisa memukulmu jika kamu melakukan itu. Enyahlah.”

Bo Won berkata. “Terima kasih. Tapi apa hidupmu baik-baik saja setelah keluar dari Kronos Heaven?”

“Yak… apa ini saat yang tepat bagimu untuk mencemaskanku?”

“Ahhh benar juga. Situasiku jauh lebih buruk daripada kamu. Sepertinya aku harus pergi sekarang. In Hyuk terima kasih. Aku pasti akan membaayarmu untuk ini.”

“Tidak perlu. Kamu harus pergi sekarang.”

“Aku pergi,” Nam Bo Won pun berkedip.

“Dasar berengsek!!!

****

Nam Bo Won masuk ke mobil dan mencoret agendanya yang bertuliskan bertemu dengan In Hyuk.

****

Esok kembali lagi. Pukul 08.00 alarm menyala. Tapi seseorang mematikannya lebih dahulu. Biasaaa robot gedek.

Bo Won berkata. “Kena kamu… sudah kubilang jangan masuk…” dan saat Da Da membuka matanya. Ia teriak dan menutup matanya.

Lanjut ke episode 6 yaaa…. klik di sini part 1 nya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat