Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 23 Part 2

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 23 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa… terima kasih guys sudah mengikuti. Hehheheheheheh,,,

Ma Wang Joon diinfus di rumahnya. “Kamu seharusnya di rumah sakit.”

“Untuk apa kalau aku tidak lagi kesakitan?”

Manager membaca pencarian teratas. “Wang Joon keluar RS, kacang dan MWJ, aaahhh kacau sekali. Tidak mungkin Da Da melakukannya. Siapa pelakunya? Apa kamu tahu sesuatu?”

“Aku tahu.”

“Siapa itu?”

“Seseorang memanggil Young Gu. Dialah yang paling aku curigai.” Anjaaaayyy masaaakkk curiga sama Nam Bo Won? Hubungannya apa?

“Tidak. Tidak mungkin dia.”

“Aku pernah menggunakan kulit silikon berkali-kali untuk syuting. Aku lebih tahu dari siapapun tidak ada kacang sedikit pun di sana. Seseorang sudah merencakan ini.”

Pak Ogah datang membawakan makanan.

“Noona bilang padanya aku di sini?”

“Dia bilang sudah membeli bubur telur. Hanya itu yang kamu makan saat sakit.”

Pak Ogah berkata. “Sudah kubilang, aku akan menjagamu sampai akhir musim kedua.”

“Menampar wanita di depan umum kamu sebut menjagaku?” Tanya Ma Wang Joon. “Apa kamu datang di balik kejadian ini?”

“Ma Wang Joon… dia bahkan tidak tahu kamu alergi kacang.”

“Kata siapa? Apa Pak Ogah mengatakan itu?”

“Asisten sutradara bilang begitu dalam perjalanan ke rumah sakit. Bahwa dia mendengar Pak Geum dan Da Da sambil membagikan roti lapis. Pak Geum, bagaimana nasib tim Real?”

“Mereka akan tetap bekerja.”

“Bagus sekali.” Ucap manager.

“Tapi tanpda Eom Da Da.”

“Apa? Perkerjaan ini bagi Da Da lebih berarti daripada hidupnya. Ini bisnis keluarga yang dirintis ayahnya!”

“apa yang bisa kulakukan?” Tanya Pak Ogah. “itu keputusan sutradara. Tentu saja menurutku itu sangat disayangkan. Bukan begitu? Aku yakin sudah memberitahumu Eom Da Da lah yang akan menderita.”

“kalian berdua silakan pergi.”

“Bagaimana jika kamu sakit di malam hari? Aku tidur di sofa.” Ucap Manager.

“Tidak apa-apa. Pulanglah dan tidurlah dengan nyaman. Aku butuh waktu untuk berpikir sendiri siapa kira-kira dalang di balik ini.”

“Silakan.” Ucap Pak Ogah. “Syuting ditunda. Dinginkan tubuhmu dan kepalamu. Paham?”

***

Da Da sedang melihat sketsa yang ia buat. Kemudian dimasukkan ke dalam kotak. “Sudah… itu semua yang aku kerjakan.” Ucap Da Da pada anggota tim lain.  “Bawa semuanya ke lokasi syuting dan bekerjalah dengan tenang. Pasti akan repot datang ke sini sebelum syuting.”

“Menurutmu kami bisa bertahan tanpamu?” Tanya Yoo Jin.

“Kenapa khawatir? Kamu akan baik-baik saja. Aku takut Pak Geum akan mengeluh jika dia tahu aku masih membantu kalian.”

“Lantas kamu akan mengerjakan proyek lain?” Tanya Nam Bo Won.

Nona Baek yang menjawab. “Ahjussi… bisakah kamu berhenti bersikap sebebal itu?”

“Bukan begitu, faktanya adalah, rumor tentang apa yang terjadi hari ini menyebar bak kebakaran…” Ucap Yoo Jin yang kemudian menghentikan kalimatnya. “Maaf.”

“Bagaimana kalau aku bicara dengan Ma Wang Joon?” Tanya Nona Baek.

“Unnie, Pak Ma sedang dalam perawatan.”

“Kamu juga kesakitan. Kamu harus mendapatkan catatan dokter untuk tamparan itu.”

“Aku terkenal kuat dan sehat. Aku baik-baik saja.” Ucap Da Da.

Nona Baek pun melihat ponselnya dengan kesal. “Coba lihat ini…jangan cemaskan aku penggemar…” eeehhh Wang Joon update IG gitu guys. “Eom Da Da. Dia sama sekali tidak dalam perawatan.”

“Dia pasti mengunggah ini agar orang tidak menyalahkan Da Da.” Ucap Yoo Jin.

“Kurasa kita sudah selesai. Kita bisa bubar sekarang?”

“Tunggu… Young Gu tetap di sini?” Tanya Nona Baek.

“Ya.”

“Da Da, apa kamu tinggal bersama sepupumu?”

“Ahhh adik ipar…” Yoo Jin hampir keceplosa. “Keluarlah. Akan kujelaskan semuanya di luar.”

Ehhh Da Da memegang tangan Young Gu. “Young Gu Sshi, adalah pacarku. Kami baru saja berpacaran dan sudah lama aku ingin bersenang-senang. Ini bagus. Aku akan menganggap ini hari libur dan akan menikmatinya. Bekerja keraslah untukku, paham? aku pamit.”

***

Nona Baek bertanya pada Yoo Jin. “Kamu tahu?”

“Ya.”

“Nam Bo Won si anak baru itu tahu, dan kamu tahu. Tapi aku tidak?”

“Aku yakin Da Da punya alasan untuk tidak memberitahumu. Apa kamu sangat kesal?”

Lanjut ke bagian 3 aja ya guys. klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat