Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 22 Part 1

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 22 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini guysss… selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini. Mian telat yaaa… mimin sibuk wara wiri nih selama minggu ini karena ngurus rujukan ke rumah sakit. Terima kasih aja yang masih ngikuti sinopsis di sini.

Di rumah, Young Gu hanya menuliskan memo. “Pacar. Aku ada beberapa tugas pagi ini.”

“Tugas? Sepagi ini?”

Da Da pun akan bekerja. Ia bicara dengan foto ayahnya. “Apppa… kami stuting acara baru hari ini. Aku akan berhasil, bukan? Aku akan berusaha keras agar tidak membuat ayah malu. Pasti.”

Nam Bo Won tbtb datang.

“Ini diaaa… kontraknya!!” Bo Won memberikan tabletnya. “Kamu bisa dapat robot hebat seperti Zero Nine dengan harga diskon 90% dan cicilan bulanan selama 70 tahun. Hebat bukan?” wkwkwkwkkwkw itu umurnya nanti nyampe nggak?

“Kukira 10 juta dolar, tapi kini hanya sejuta dolar. Tampaknya murah, tapi sebenarnya tetap mahal. Walau cicilannya 70 tahun, masih 1,200 dolar dalam sebulan. Selain itu, umurku 29 tahun, 70 tahun lagi, aku akan berusia 99 tahun. Kamu pikir aku akan hidup selama itu?”

“Jangan cemas. Ada ungkapan kita akan hidup hingga 100 tahun. Ada dua syarat untuk tawaran hebat ini. Pertama, kamu harus bagikan data perasaanmu dan Young Gu kepada kami.”

“Itu berarti orang akan menganalisis dan mengedarkan perasaanku?”

“Jangan cemas, itu hanya akan dipakai untuk tujuan riset.”

“Apa syarat keduanya?”

“Jika ada orang yang tahu Young Gu robot. Young Gu akan dikirimkan ke kantor pusat kami, dan tidak akan bisa bertemu denganmu lagi. Kamu mau dia dikembalikan ke Diana?”

Akhirnya dengan jempolnya. Da Da meneken kontrak.

***

“Eom Da Da menjadi pemilik sahnya?” Tanya Diana.

“Ya. Sudah diputuskan oleh kantor pusat.” Ucap Tuan Ko.

“Kamu yakin sungguh ingin melakukan ini padaku? Aku yakin kamu akan menyesal karena menjadi musuhku.”

“Orang-orang hampir tahu tentang teman kencan karena kehebohan dulu. Kata perusahaan, melanggar kontrak adalah peringatan untuk keamanan. Jadi, sabarlah menghadapi kami.”

“Kamu bilang akan menangani segalanya. Ini kemampuan terbaikmu?”

“Zero Nine adalah robot yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia. Hanya dia yang bisa mengontrol dirinya sendiri. Aku akan mengurus biaya pinalti dan dendanya. Selamat tinggal.”

***

“Ran… Ran….”

“Nona memanggilku?”

“Telepon kantor pusat kronos heaven sekarang juga. Suruh mereka kirim mainan baru untukku. Yang paling kuat.”

“Ya. Nona.”

Diana pun merusak lukisan Ken. “Jika aku tidak bisa mendapatkannya, tidak ada orang lain yang boleh mendapatkannya. Tunggu saja Ken. Aku akan menghancurkanmu dengan saksama.”

****

“Kamu akan kembali ke kantor?” Tanya Da Da.

“Belum ada yang diputuskan. Aku tidak yakin. Tapi kurasa aku akan istirahat dahulu.”

Dan dua rekan Da Da datang…..

Nam Bo Won kaget melihat Nona Baek. Begitupun sebaliknya.

“Kamu ratu menampar di sauna.”

“Orang mesum RPJ???”

“Ya…”

“Da Da kenapa dia ada di sini?”

“Halo… senang bertemu kalian. Aku Nam Bo Won, anggota baru Tim Real. Tidak sabar untuk melakukan kerjasama.” Wkwkwkkwwk Da Da sampe kaget. “Untuk memperkenalkan diri, aku lulusan MIT dari jurusan Ilmu Komputer dan Kecerdasan Buatan, dan IQ ku 150.”

Kemudian Bo Won berbisik pada Da Da. “Izinkan aku kerja tanpa dibayar, aku akan memberimu tempat tinggal.”

Yoo Jin berkata. “Ini sudah waktunya tim kita bertambah besar.”

“Tapi tetap saja walaupun butuh bantuan untuk proyek ini. Orang ini tidak akan bisa.” Ucap Nona Baek.

Da Da berkata. “Kupikir kalian sudah bertemu…dan kita mungkin butuh bantuan hari ini, jadi anggaplah kamu diterima untuk saat ini.”

“Yes. Terima kasih, aku akan berusaha keras.” Bo Won pun sangat senang.

Kemudian mereka siap-siap pergi,

***

Di lokasi. Mereka bertemu sutradara.

“Kalian sudah siap?” Tanya Sutradara Kim.

Da Da mengambil dukumen. “Kita diskusikan konsepnya di rapat terakhir. Pakai gambar dari konsep A atau B untuk Ma Wang Joon.”

“Kita tidak bisa tahu hanya dari foto ini.”

“Mencoba kedua rias wajah dalam waktu singkat bisa merusak kulitnya.”

Kemudian muncullah dua model… ada Nam Bo Woon dan Yoo Jin yang sudah diberi makeup.

“Kamu coba beberapa sampel saat kemari. Kami punya contoh terpisah untuk pemiligan pemeran langsung.”

Bo Won tanya. “Dia sudah ikut pemilihan pemeran acara ini, bukan?”

Nona Baek menyenggol Bo Won. “Duhh… cetakan wajah itu yang kami sebut “pemilihan secara langsung.”

Asisten sutradara memuji… “Yaaahh… kalian selalu bisa dipercaya. Tim Real. Kalian sudah menyiapkan semuanya.”

Sutradara Kim berat hati bicara. “Itu lumayan. Kamu kadang menyebabkan masalah, tapi kamu berbakat. Ayoo pakai yang pirang.”

***

Seorang pria memegang tangan Da Da. “Siapa kamu?”

Ehhh pas dibuka malah isinya Young Gu. Njirrr saya suka yaaa sama ni bocah… “Hei pacar.”

“Apa yang kamu lakukan di sini?”

Kemudian Da Da menarik Young Gu.

“Pacar. Aku akan menjadi pemeran pengganti. Jika kerjaku bagus hari ini, peran itu akan untukku selamanya. Lalu kita akan bisa mendapatkan 1200 perbulan.”

“Bagaimana dengan menjadi manager Ma Wang Joon? Kenapa kamu mendadak menjadi pemeran pengganti?”

“Aku berhenti.”

“Aku rasa kamu dipecat.” Wkwkwkw. “Sulit dipercaya kamu terlibat masalah lagi. Apa rencanamu?”

“Kamu tahu aku. Aku bisa melakukan apapun untukmu.”

“Kamu tidak pernah mendengarkanku. Pastikan saja kamu berhati-hati. Paham?”

“Pacar. Kamu mencemaskanku sekarang?”

“Ya. Tentu saja. Aku mencemaskanmu. Tapi harus aku akui. Aku bangga. Kamu bisa langsung dapat pekerjaan baru.” Da Da mengelus Young Gu.

“Pacar, kamu menandatangani kontraknya. Jadi, itu berarti kita akhirnya bisa bobo brng malam ini?”

“Ya… orang biasa tidur saat malam.”

“Sampai nanti pacar…” dan Young Gu mengedipkan matanya. Kenapa saya yang meleleh yaaa ampun. Wkwkkwkw.

“Apa artinya senyuman itu? Seolah-olah dia tahu apa yang dia bicarakan.”

***

Setelahnya. Da Da ngobrol bareng Wang Joon.

“Kamu serius berpacaran dengan Young Gu?”

“Ya. Aku berpacaran dengannya.”

“Da Da kamu tidak mendengarku? Kulihat dia jalan bergandengan dengan gadis lain.”

“Aku yakin dia punya alasan untuk melakukan itu.”

“Kamu bahkan melihat mereka ke hotel bersama.”

“Itu antara aku dan dia, kami akan mengatasinya sendiri. Mari tidak saling bertemu di lokasi syuting. Ada banyak orang di sini. Jika orang mulai menyebabkan rumor, karirmu akan hancur. Banyak yang harus kusiapkan, jadi, aku harus pergi.”

Lanjut ke bagian 2 yaaa… klik di sini kelanjutannya.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat