Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 20 Part 2

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 20 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa... terima kasih. Selamat membaca dan mengikuti.

Rombongan kronos heaven pun pulang. Kemudian Diana mencari Ran. “Ayo ke Swiss. Kita pergi besok.”

“Swiss? Kenapa?”

“Kamu tahu aku tidak bisa percaya orang Korea. Aku mau ke kantor pusat Kronos Heaven. Minta mereka mengatur ulang Ken.”

“Kamu mau ke sana sendiri?”

“Akan kuminta mereka periksa dari ujung rambut sampai ujung kaki. Jika ada masalah dengannya, aku akan membuangnya dan menukarnya dengan yang baru. Dia pernah dipakai orang lain, itu sangat menggangguku.”

***

Bo Won kembali menyelinap ke Kronos Heaven. Ia langsung menggunakan komputer. Mengecek kondisi Ken,

“Sudah kuduga aku benar. Yaa….”

“Apa yang kamu lakukan di sini?” Tanya Tuan Ko. “Apa yang kamu lakukan selarut ini?”

“Pak, tolong lihat ini. Pola yang dia tunjukkan selema bersama Eom Da Da. Semuanya hilang setelah Diana membawanya. Dia kembali normal.”

“Kenapa itu menjadi masalah? Bagus jika dia kembali normal.”

“Bukan itu maksudku. Kamu tidak mengerti? Eom Da Da adalah kuncinya. Zero Nine harus bersamanya. Lalu kita bisa menjelaskan penyebab gejalanya.”

“Kamu masih bicara tentang itu? Kamu sungguh harus berhenti. Ini sudah berakhir.”

In Hyuk sengak datang. “Nam Bo Won. Apa yang kamu lakukan di sini? Kamu masih belum menyerah? Apa masalahmu? Zero Nine sedang menikmati hidupnya. Aku mau tinggal bersama Diana jika bisa.”

Bo Won kesal akan memukul In Hyuk. Tapi dicegah oleh Pak Ko.

“Ada apa?” Tanya Pak Ko pada In Hyuk.

“Aku baru aja ditelepon Diana. Dia akan membawa Zero Nine ke kantor pusat kita di Swiss. Dia akan membuangnya jika ada masalah dan minta diganti dengan robot baru.”

“Kapan dia pergi?” Tanya Tuan Ko.

“Besok pagi.”

“Tidak akan kubiarkan itu terjadi.” Ucap Bo Won kemudian ngacir.

***

Da Da masih galau dengan melihat foto Ma Wang Joon dan cincin dari Zero Nine. Kemudian Nam Bo Won masuk begitu saja.

“Eom Da Da. Kita dalam masalah. Diana akan membawa Young Gu ke Swiss besok pagi. Kita harus bergegas sekarang. Kita tidak ada waktu.”

“Itu tidak ada kaitannya denganku.” Nahhh ini kalimat baru masuk akal. “Itu bukan lagi urusanku. Silakan pergi.”

“Eom Da Da, apa kamu merelakan dia? Kamu sungguh menginginkan Young Gu pergi? Jika kamu biarkan dia pergi begini, semua akan berakhir selamanya!”

“Tidak ada apa pun yang bisa kulakukan. Aku bukan pacarnya lagi.”

“Ya. Aku tahu, tapi…”

“Tidak ada lagi yang mau aku katakan. Tolong berhentilah menggangguku.” Da Da memberikan cincinnya. “Mulai sekarang, robot itu tidak ada kaitannya denganku. Dia memang tidak pernah jadi milikku. Kamu hanya minta aku menyimpannya selama beberapa hari. Kini semua telah berakhir. Jadi, tolong jangan datang lagi.”

****

“Semua sudah siap?” Tanya Diana kepada para pelayannya.

“Pacar, kita mau ke mana?” Tanya Ken.

“Ken. Kamu hanya perlu menuruti kata-kataku. Mengerti?”

“Baik.”

Dan tbtb Nam Bo Won muncul dengen diseret oleh para penjaga. “Kubawa dia kemari karena bersembunyi secara mencurigakan di kebun.”

“Siapa kamu? Aaahh kamu dari Kronos Heaven? Kamu yang membawa Zero Seven. Halo….”

“Halo? Aku sedang tidak mau menyapamu. Aku mau Young Gu kembali.”

“Kamu kemari demi dia? Kenapa orang terus meminta ken dikembalikan padahal dia milikku.”

“Hentikan omong kosong ini! Aku tidak bisa mengakui kamu sebagai pacarnya, jadi, kembalikan dia.”

“Mengapa aku butuh pengakuan mengenai seseuatu yang kubeli?”

“Karena Young gu bagaikan adikku.”

“ADIK?” Diana pun tertawa. “Dia pikir kamu adiknya. Dia pasti sudah gila, ken… kamu kenal dia?”

“Tidak. Aku tidak pernah bertemu dia. Kamu benar, pacar. Dia agak gila.”

“Young Gu yaa… kamu mungkin tidak mengenal aku sekarang. Tapi jangan pergi bersamanya, kamu bisa mendapatkan masalah besar.” Bo Won akan menusuk paku ke kepaka kuntilanak. Ehh maksudnya mau menusuk sesuatu ke Ken. Tapi, Ken mencegahnya dengan tangannya yang kuat.”

“Buat dia tenang sampai kami pergi.” Ucap Diana.

****

Buku pangeran yang bahagia dibuka. “Dahulu ada kota yang punya sesuatu yang dibanggakan semua orang. Yaitu, patung perunggu pengeran di tengah alun-alun. Patung perunggu itu selalu tampak menakjubkan. Aku setuju, tiap kali melihatya, itu membuatku bahagia. Warga kora menyukai patung itu dan menyebutnya pangeran tersenyum. Karena pangeran itu selalu berdiri di sana sambil tersenyum.

……. halo, burung layang-layang, bisa pecahkan emas yang melapisiku? Menjadi serpihan kecil dan berikan kepada orang yang membutuhkan?”

“Tidak…. jika kulakukan itu, kamu akan jelek.”

“Tidak apa-apa. Apa pun tidak masalah bagiku asalkan pacar bahagia.”

….. orang tidak lagi menyukai patung pangeran karena matanya berkarat. Dan seluruh tubuhnya menjadi usang. Patung pangeran dibawa ke tungku peleburan. Namun, itu tidak masalah. Karena patung hanya ingin dicintai oleh satu orang, yaitu kekasihnya.”

Dan mungkin setelah membaca ini. Young Gu ingin dicintai.

Da Da membuka lembarannya kembali. “Yang ingin kucintai hanyalah pacarku. Eom Da Da.”

Ehhh Da Da nangis. Mengingat semua kenangan bersama dengan Young Gu.

Lanjut ke bagian 3. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat