Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 2 Part 2

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 2 Part 2 – Episode sebelumnya ada di tulisan yang ini yaaaa guysssss…. yokkkk langsung aja. Biar hari jadi plong. Mata jadi jrenggggggggg…

Di kamarnya, Wang Joon mencoba menelpon Eom Da Da.  Saat ponsel Da Da  berdering dan bertuliskan nama “kekasihku”. Dan tentu saja dia nggak pakai sarung tangan. Tbtb ponselnya byaaarrr petttt byarrrr pet.

“Apa? Kenapa tidak bisa menjawab?” hingga ponsel Da Da pun metong alias mati.

****

Salah satu tamu mau ke toilet. Pak Ogah menunjukkan di mana toiletnya. Karena panik, Da Da yang masih memegang celana milik Wang Joon pun menahan pintunya agar tidak bisa dibuka.

“Pak Geum (Pak Ogah), ini tidak bisa dibuka.” Ucap si pria.

“Apa? Kenapa tidak bisa dibuka?” Pak Ogah mencoba membukanya. “Pak Hwang akan mengompol jika begini. astagaaa… kenapa pintunya tidak bisa dibuka?”

Wang Joon pun bertanya. “Ada apa?”

“Kupikir pintnya terkunci atau apalah.”

“Tidak mungkin terkunci dari dalam.”

Kini giliran Wang Joon yang mencoba membuka. “Apa ada yang tersangkut?”

Di dalam toilet. Da Da mencoba meraih topeng nenek. Hingga Wang Joon berhasil membukakan pintunya.

“Dia sangat mengejutkan. Siapa dia?” Tanya para tamu.

“Dia pasti petugas pembersih.”

“Tunggu… itu pakaian dalam bukan?” Tanya salah satu tamu. Karena Da Da masih memegang celana.

Hingga topeng yang dikenakan Da Da terlepas. Karena para tamu adalah wartawan. Mereka pun memotret.

“Jangan, tidak perlu.” Ucap manager.

“Wang Joon, kamu kenal perempuan ini?” Tanya wartawan.

“Dia penguntit.” Njirrrrr… cowok macam apa ini!!!

“Dia sungguh pengintaimu?”

“Dia penguntitku.”

Pak Ogah menambahkan. “Ahhh dia pengintai yang kamu ceritakan padaku waktu itu?”

Da Da hanya terdiam. Mendengarkan apa yang terjadi.

****

Di dalam kotak. Zero Nine sedang nonton sebuah drama yang dibintangi oleh Ma Wang Joon. Karakter dalam drama yang ditonton adalah lelaki brengsek. Sehingga Zero Nine memukul TV karena marah.

Saat itu juga ada Nam Bo Won yang bengong atas apa yang ia lihat.

“Zero Nine. Apa yang kamu lakukan?”

“Aku menangkap nyamuk. Besar sekali.”

“Serius? Kamu hancurkan monitor LCD super ultra hanya karena seekor nyamuk? Kamu tahu? Kamu agak berbahaya. Aku harus mengatur kekuatan lenganmu. Tunggu saja.”

****

Eom Da Da dengan barang bukti celana kampret masuk ke kantor polisi dan diinterogasi.

“Kamu menyelinap masuk rumah itu untuk mencuri ini? Karena itu kamu menyemar sebagai orang tua? Agasshi… jawab pertanyaanku. Kamu sudah membisu selama 30 menit! Kenapa kamu masuk ke rumah itu?”

“Karena aku mencintainya.” Da Da pun teriak. “Aku mencintai dia. Aku sangat mencintainya. Aku mau menikmati makanan enak bersamanya di restoran bagus. Aku mau menonton fil, bersamanya di bioskop. Aku mau menggenggam tangannya dan berjalan bersamanya di jalanan. Aku juga mau memamerkan dia kepada semua temanku. Aku mau melakukan itu. Tapi tidak bisa!!!” Da Da pun menangis.

“Jadi, minimal jika aku memiliki ini (celana kampret). Aku suka pakaian dalamnya. Aku lebih suka jika dia hanya memakai ini.” Da Da menangis lagi.

***

Usai di interogasi. Da Da keluar dari kantor polisi seorang diri. Alasan Da Da dibiarkan pulang adalah karena Ma Wang Joon meminta melepaskan Da Da.

Da Da pun dihampiri oleh Ma Wang Joon. “Masuk ke mobil. Kuantar pulang.”

Da Da pun menolak. “Ayoo… ayooo hentikan. Ayo kita putus. Aku tidak bisa lagi melakukan ini. Kupikir aku tidak bisa terus mengencanimu secara rahasia.”

“Maafkan aku.”

Dalam hati Da Da berkata. “aku mau berdebat. Aku mau teriak. Bertanya kenapa aku tidak bisa menjadi diriku sendiri saat bersamamu. Aku ingin bertanya kenapa aku harus merasa bersalah karena mencintaimu.”

Yang keluar dari Da Da malah. “Aku pergi.”

Da Da berkata lagi dalam hati “Alasan aku bisa menahannya setelah semua itu adalah karena aku percaya kamu dan aku saling mencintai. Tapi hari ini. Kepercayaan yang kumiliki itu hancur berantakan.”

***

Da Da pun makan ramen sendirian. Ia melihat cincin di kelingking yang ia pakai selama tujuh tahun.

“Benda yang tua dan usang akhirnya akan hancur dan rusak. Sama seperti cinta kita.” Da Da pun melempar cincinnya. Ia menangis. “Dan hari ini, cintaku yang sudah tua dan usang itu berakhir.”

Sebuah episode awal yang dilatar belakangi patah hati.

****

Zero Nine kini beroprasi dalam mode pacar.

“Zero Nine apa yang kamu lakukan? Mulai sekarang, pakai hanya satu persen kekuatan lenganmu  saat menangkap nyamuk. Paham?”

“Terim kasih. Apa monitor yang kupecahkan tadi sangat mahal?”

“Ya. Semua yang kamu hancurkan dipotong dari gajiku.”

“Maaf Hyung.”

“Kenapa minta maaf? Aku juga minta maaf.”

“Kenapa Hyung minta maaf?” Tanya Zero Nine.

“Tidak bisa kukatakan. Dengarkan baik-baik yang akan kukatakan ini, Zero Nine.” Sebuah plastik dibuka. Ada kartu di dalamnya. “Laut malam, ombak, cahaya bulan, awan, kupu-kupu. Zero Nine masukkan kode.”

Saat itu juga Zero Nine tertidur.

Nam Bo Won berkata. “Maafkan aku. Karena tidak bisa menepati janjiku. Zero Nine.”

****

Kilas balik. Ada perempuan berambut bule di lantai 2. Nam Bo Won melihatnya di lantai satu.

****

Sebuah peti dibuka.

Ada robot perempuan cantik banget. “Number seven. Yak….. apa yang terjadi.” Nam Bo Won amat sedih melihatnya.

Tuan Ko berkata. “Sulit untuk merusak robot separah ini. Tapi dia pasti terus menyiksanya untuk menguji kesetiannya.”

Zero Seven berkata…. “Dianaaa…. adalah orang baik.”

Peti dibuka sepenuhnya. Nampak badan robot penuh dengan kerusakan.

Pak Ko berkata. “Dia sudah dalam kondisi kritis. Sebaiknya buang dia dan buat baru. Ambil semua bagian pentingnya dan bakar sisanya.”

Nam Bo Won nampak sedih. “Sial.”

“Nona Diana adalah orang baik.” Robot masih mengatakan hal demikian.

Nam Bo Won bilang. “Bagaimana dia bisa jadi orang baik? Dasar bodoh!!!”

*****

Kilas balik lagi antara Nam Bo Won dan Tuan Ko.

“Kamu mau mengirim Zero Nine ke orang macam itu?” Tanya Nam Bo Won.

“Itu diputuskan oleh kantor pusat. Kita tidak boleh ikut campur.”

“Kamu ingat katamu kepadaku saat pertama kali berkerja di sini? Kami perusahaan yang membuat keluarga, teman, dan kekasih untuk robot. Tepat begitulah ucapanmu kepadaku.”

“Saat Kronos Seven menerima permintaan dari klien, tugas kita adalah membuat produk dan mengirimnya kepada mereka. Itu saja. Bagaimana klien akan memakai produknya bukanlah urusan kita. Jadi, jangan punya hubungan emosional dengan produk kita.”

Lanjut ke bagian 3 ya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat