Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 19 Part 3

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 19 Part 3 =Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa... terima kasih yaaaa….

Ken dengan setelan jasnya pergi bersama Diana. Sementara Eom Da Da hanya bisa bersembuyi di semak-semak. “Aku pasti akan mengembalikanmu. Karena ini salahku.”

***

“Apa kamu ke sini mengembalikan pakaianmu?” Tanya pegawai toko pada Ma Wang Joon.

Wang Joon memberikan pakaian yang dia bawa. “Ya ini.”

“Apa kamu membawanya sendiri ke sini?”

“Itu karena… managerku sedang sakit.”

“Astaga. Apakah dia baik-baik saja? Tapi, terima kasih ya.”

***

“Jika sampai melihatnya lagi, akan kubunuh dia.” Wang Joon kesal.

Ehh nggak lama. Ada Ken naik ke lantai atas. “Yakk pemagang. Sedang apa kamu di sini?”

“Apa kamu mengenalku?”

“Yak. Ada apa denganmu?”

“Siapa kamu?” kemudian Diana muncul. “Kamu lihat apa? Jika kamu bekerja di sini, buka pintunya.”

“Lalu kamu siapa?”

“Pacar…” Sapa Ken.

Otomatis Ma Wang Joon kaget.

Ma Wang Joon mengejar Ken sampai ke mobil. “pemagang. Apa yang kamu lakukan di sini? Kamu sudah gila? Siapa wanita itu?”

“Kurasa kamulah yang sudah gila.”

“Kamu mengalami amnesia dalam waktu sesingkat itu?”

“Yak. Kenapa kamu terus mengganggu kami?” Tanya Diana. “Minggir. Jangan menghalangi jalanku dan menyingkirlah.”

“Siapa kamu memperlakukanku begitu? Kamu tidak tahu siapa aku?”

“Haruskah aku tahu? Ken… masuk ke mobil.”

“Ya. Pacar.”

***

“Apa ini? Aku yakin itu si pemagang. Kenapa dia memanggilnya ken?” dan di saat yang sama, Ma Wang Joon melihat Eom Da Da sedang mengejar mobil Ken.

***

“Nona. Aku rasa pria tadi adalah aktor, Ma Wang Joon.” Ucap Ran di dalam mobil.

“Ma Wang Joon? Begitu banyak masalah terjadi dalam waktu singkat. Haruskah aku meminta wajah itu lain kali? Kita sudah selesai berbelanja. Selanjutnya apa?”

“Kamu mau berkencan?”

“Berkencan terdengar menyenangkan. Aku ingin bermain kencan.”

***

“Haloooo… apa kamu pelanggan yang menyewa kamar?” Tanya pegawai hotel pada rombongan Ran.

“Ya.”

“Ini untuk dua orang, bukan?”

“Kami bukan dua orang.” Ucap Diana.

“Apa kalian bersama orang lain?”

“Hanya satu orang. Dan ini….”

“apa? Ahh begitu rupanya. Akan kuantar ke lift.”

***

Da Da masih mengintai. “Kenapa meraka ada di hotel pada siang hari?”

Eehh Da Da mau naik tapi nggak boleh sama pelayan karena lift itu untuk pelanggan saja.

Ehh tapi ada Ma Wang Joon datang. “Kenapa dia tidak boleh masuk?”

Pelayan kaget. “Ma Wang Joon Sshi…”

“Halo.. aku tahu ini tidak diperbolehkan. Tapi aku di sini untuk mencari tempat untuk drama baruku. Kami hanya butuh waktu sebentar. Tolong izinkan kami masuk.”

“Ya… itu tidak mudah.”

****

Da Da bicara dengan Ma Wang Joon.

“Hei. Apa yang kamu lakukan di sini?”

“Ada sesuatu yang harus kulakukan di sini.” Ucap Da Da. “Bagaimana denganmu? Kenapa kamu di sini?”

“Aku mengikutimu. Aku melihatmu mengikuti Si Pemagang tadi. Aku melihatnya di toko tadi, tapi dia bersama wanita lain. Mereka berjalan bergandengan tangan. Pria berengsek macam apa dia?”

“Ada alasan di balik itu.”

“Alasan? Apa itu?”

“Aku berterima kasih atas bantuanmu. Tapi aku harus pergi karena ada yang harus kulakukan.”

***

“Apa kamu menyebut ini kencan?” Tanya Diana pada Ken di atap. “Ini sangat membosankan.”

“Leboh baik daripada merasa sesak di dalam ruangan. Kamu tidak suka ini, Pacar?”

“Ini membosankan. Ken, hibur aku.”

“Bagaimana aku bisa menghiburmu?”

“Entahlah. Ken… bisakah kamu melakukan sesuatu untukku?”

“Tentu saja. Aku bisa melakuka apa saja untukmu, pacar.”

“Benarkah? Lantas, bisakah kamu melompat dari sini?”

“Dari sini?”

“Ya. Katamu kamu bisa melakukan apa saja untukku. Kenapa? Tidak bisakah kamu melakukannya? Apa kamu tidak menyukaiku? Ken?”

“Bukan begitu, pacar. Aku bisa melakukan itu.”

Ken beranjak. Ia sudah berdiri di tepi.

“Apa? Kenapa dia ada di atas sana?” Ucap Da Da yang mengintip. “apakah… tidak….”

Tinggal selangkah lagi Ken terjun tapi sudah ditarik oleh Da Da. “Apa kamu ingin mati? Apa kamu sudah gila? Turun dari situ sekarang!!! Bagaimana jika kamu terluka?”

“Lagi-lagi kamu?” tanya Diana. “Tapi bagaimana kamu bisa ke sini?”

“Kamu pikir kamu siapa? Kamu gila?” Ucap Da Da. “kenapa kamu menyuruhnya melakukan ini? Bagaimana jika dia mati?”

“Dia tidak akan mati. Dia akan rusak. Dan aku, pemilik, Ken. Punya hak untuk memutuskan apa dia rusak atau tidak. Itu bukan urusanmu.”

“Kamu gila.”

“permainan denganmu sudah berakhir. Usir dia…”

“Baik, pacar…”

***

Ken membawa Da Da pergi.

“Tidak bisakah kamu menyadarinya? Dia orang yang mencoba menyakitimu. Apa kamu masih ingin berada di sisinya?”

“Tentu saja.”

“kenapa?”

“Karena dia pacarku.”

klik di sini selanjutnya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat