Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 17 Part 3

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 17 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa guys. Terima kasih ajaaaa.

Pak Ogah dipukul Wang Joon. “Apa kamu menikmatinya? Bermain-main denganku? Begitukah?”

“Yak… kamu harus tenang. apa kamu sudah gila?

*****

Pak Ogah dengan tenang melihat foto Da Da dan Wang Joon. “Bukankah sudah kubilang agar berhati-hati?”

“Jangan berpura-pura. Kamu mengatur itu semua. Aku tahu segalanya.”

“Lumayan…  kamu hebat. Wang Joon.”

“Aku melindungi produk hit yang kubuat. Apa salahnya? Aku membiarkannya selama tujuh tahun. Kamu akan melamarnya di upacara penganugerahan? Sadarlah, Ma Wang Joon. Nilaimu akan anjlok saat kamu melakukan itu.”

“Kamulah yang perlu sadar. Menurutmu aku robot yang kamu kendalikan? Kamu menciptakanku? Kamu tidak peduli terhadapku saat aku masih pemula.”

“Apa kamu tidak melihat alasannya hanya karena kamu terkenal sekarang? Aku adalah presdir agensimu. Dan dengan demikian, aku hanya mengelolamu, lancang sekali kamu bersikap seperti ini.”

“Aku ingin sekali menghajarmu mati-matian saat ini. Tapi itu hanya akan menjadikanku orang sepertimu. Jadi, aku menahan diri sekuat tenaga. Jangan menguji kesabaranku. Urusan kita sekarang sudah berakhir. Akan kuakhiri semua kontrak mulai hari ini. Enyahlah dari hadapanku.”

“Wang Joon Ah… aku sudah bilang bahwa Da Da akan terluka. Aku tidak akan melukaimu. Kamu adalah produkku. Kamu tidak boleh rusak.”

“Jika kamu menyakiti Da Da sedikit saja. Aku pasti akan menghancurkanmu dengan semua yang kumiliki. Itu pasti.”

****

Pak Ogah ngomong sendirian. “Wang Joon mahir mengayunkan tinjunya.”

Kemudian Pak Ogah memotret dirinya. “Menurutmu berapa nilaimu? Kamu pikir aku akan membiarkanmu begitu saja?”

****

Da Da sedang menggambar. “Jika AlpahGo yang dikira mati, kembali lagi. Seperti apa tampangnya? Kurasa drama itu dan kamu sudah berakhir bagiku. Tapi tidak ada yang berakhir.”

Wang Joon mengirimi Da Da pesan. “Masalah kotak bunga sudah selesai. Hal seperti itu tidak akan terjadi lagi. Aku ingin bertemu denganmu. Eom Da Da.”

*****

Manager bicara pada Wang Joon. “Kamu seharusnya memberitahuku jika kamu datang ke kantor?”

“Kamu juga seharusnya begitu.” Ucap Wang Joon. “Kenapa kamu ada di sini padahal seharusnya di rumah sakit?”

“Aku datang untuk meminta perusahaan membayar tagihan medisku.”

“Itu bagus. Ada sesuatu yang harus kuberikan kepadamu juga. Dalang di balik kotak bunga, sudah kutangkap.”

“Apa?”

“Presir Geum pelakunya.”

“Pesdir Geum orang di balik ancaman itu? Astaga… berarti dia mempermainkanmu sampai sekarang. Lalu apa yang sedang kamu lakukan di sini? Kamu seharusnya membuat dia tertangkap secepatnya.”

“kamu tidak tahu secepat apa rumor beredar di industri ini? Bahkan Da Da pun tidaka tahu tentang ini. Da Da bisa terluka jika semuanya telah memburuk.”

“Bisa-bisanya kuanggap bedebah itu sebagai presdir sampai sekarang.”

“Noona… kurasa aku akan bekerja sendiri untuk sementara. Sampai kontrakku selesai.”

“Tidak.”

“Aku bahkan belum mengatakan apa pun.”

“Aku tidak perlu mendengarnya. Tidak. Apa kamu pikir aku gila? Kenapa aku rela bekerja demi Ma Wang Joon?”

“Kamu mengenalku. Hanya kamu yang bisa kupercaya di industri ini. Noona… tidak mudah bertemu bintang top seperti aku.”

“lupakan. Aku akan mempertimbangkannya jika kamu membayarku dua kali lipat.”

“Dua kali lipat? Kamu mau merampokku? Kenapa tidak sekalian pakai pisau?”

“Tapi apa kamu yakin semuanya akan baik-baik saja? Presdir Geum mungkin tampak mudah. Tapi dia bertahan 20 tahun di industri ini bukan tanpa apa-apa. Dia tidak akan melakukan apapun padamu atau Da Da, bukan? Apa kamu ingat Son Min Hyuk? Dia tidak memperpanjang kontraknya. Dan dia dinggap mati oleh industri  ini.”

“Aku tidak takut sama sekali. Jika dia membahayakan orang di dekatku. Aku tidak akan tinggal diam.”

Young Gu datang dan membawa obat. Ia mengatakan akan menunggu di mobil.

“Mobil? Apa dia manager sementara yang kamu bicarakan?” Tanya Manager. “Astagaaa… kamu sulit dipercaya. Wang Joon…”

“Sudah kubilang. Kamu pasti menganggapku menyedihkan jika tahu.”

“Terserahlah. Kata Da Da di antara mereka tidak ada apa-apa.”

“Apa katamu barusan?”

“Kamu tidak tahu? Aku bertanya saat Da Da datang menjengukku di RS. Kutanya ada apa di antara mereka. Dia bilang tidak ada apa-apa.”

“Benarkah?”

“Ya.” Wang Joon memeluk managernya.

***

Wang Joon berada di mobil. Ia tersenyum. “tentu… seperti dugaanku.”

“Apa? Aku tidak jelas mendengarnya.” Ucap Young Gu.

“Tidak apa-apa. Teruslah mengemudi.”

****

“Boleh aku pulang jika jadwalku sudah selesai?” Ucap Young Gu,

“Kenapa? Kamu hendak pergi?”

“Aku mencemaskan pacar. Aku mau menemuinya.”

“Kamu terus menyebutnya pacarmu. Bisa hentikan itu sekarang?”

“Apa maksudmu?”

“Kudengar tidak ada apa pun antara kamu dan Da Da. Kudengar, Da Da berkata bahwa tidak ada apa-apa diantara kalian.”

“Apa pacar sungguh mengatakan itu?”

“hei pemagang. Hentikan sandiwaramu dan jauhilah Da Da sekarang. Aku tidak tahu kenapa kamu bertingkah seolah-olah kamu pacarnya sampai kini. Apa kamu mengincar uang? Kalau begitu, aku akan membayarmu. Tidak punya tempat tujuan? Aku bahkan akan memberimu rumah. Jadi, menjauhlah darI Da Da. Maksudku, Da Da tidak membutuhkanmu lagi. Kini aku akan mendampingi Da Da.”

Bersambung…. klik di sini kelanjutannya.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *