Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 15 Part 1

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 15 Part 1 – Episode sebelumnya bisa kamu cari tahu di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. Terima kasih yaaa guys telah sabar menanti.

“Apa yang tbtb kamu bicarakan?”

“Aku juga tidak tahu kenapa aku seperti ini. Kupikir aku hanya perlu memberi cinta. Tapi, ketika kamu melihat orang lain, aku terus merasa aneh. Pacar, aku ingin dicintai sekarang, ahhh bukan. Aku akan dicintai bagaimanapun caranya. Jadi, aku meminta agar kamu tidak menghindariku.”

“Tunggu. Aku harus berangkat kerja. Pukul berapa sekarang? Kita ada di mana? Apa kita di Incheon?”

“Kita berada di Timur Laut, pacar.”

“apa kamu sudah gila? Cepat ikuti aku.”

Mereka pun naik mobil. *ehhh mobil dari mana coba. “yang paling penting adalah kita sudah resmi, dan semuanya sudah dimulai.” Ucap Young Gu.

“Lihatlah ke depan.” Ucap Da Da.

****

Manager akhirnya sembuh dan dijemput oleh Wang Joon. “Apakah kamu sungguh baik-baik saja? Kurasa kamu belum pulih sepenuhnya. Kenapa kamu bersikeras meninggalkan RS?”

“Aku benci rumah sakit karena aku merasa sesak. Aku lebih suka beristirahat dengan nyaman di rumah.”

Mereka pun masuk mobil.

“Yaaa… aku tidak pernah menyangka akan naik mobil yang dikemudiakan Wang Joon.”

“Anggap ini suatu kehormatan bagimu.”

“Kamu selalu pamer. Yak… aku dengar kamu tidak jadi bicara dengan Da Da. Apa rencanamu sekarang? Apa kamu tidak akan bicara dengan Da Da?”

“Da Da hampir terluka karena aku. Aku berencana untuk menjauhi Da Da untuk sementara. Dia tidak akan mendapat bahaya lagi karena aku.”

“Aku juga tidak tahu. Aku dengar kamu akan ada pembacaan skenario hari ini.”

“Ya. Sore ini.”

“Bagaimana dengan manager sementaramu? Pak Guem bililang kamu merekrutnya, siapa dia?”

“Kamu tidak perlu tahu. Kamu akan bilang aku picik lagi jika kamu tahu. Pokoknya, jangan coba cari tahu.”

***

Dengan mobil kuningnya. Young Gu pun sampai. “Pacar, kamu harus segera masuk. Kamu tidak akan terlambat bukan?”

“Ya. Bagaimana denganmu?”

“Aku akan langsung berangkat kerja. Untungnya, aku nanti bisa datang cepat waktu.”

“Kalau begitu, aku akan pergi sekarang. Ahhh jangan lupa mengembalikan mobil sewaaannya.”

****

“apa itu tadi? Dia bilang hanya akan memberi aku cinta. Sekarang tbtb dia ingin dicintai.” Ucap Da Da seorang diri. “Jangan-jangan ada mode yang membuatnya ingin dicintai?”

Kemudian, tablet dibuka. “Tanyakan saja apa yang ingin kamu ketahui.” Ucap tablet.

“Apa ada mode yang membuat Zero Nine ingin dicintai?”

“Tidak ada mode seperti itu.”

“APA? Lantas kenapa tbtb dia bertingkah seperti itu?”

****

“Yak. Kenapa kamu baru datang sekarang?” Ucap Ma Wang Joon. “Aku menyuruhmu datang siang karena ada pembacaan skenario.”

“Ini sudah siang.” *dan emang pas jam 12.00. “Siapa yang datang tepat pada waktunya? Kamu harus berada di sini setidaknya 30 menit sebelumnya.”

“Aku akan mengingatnya.”

“Sudahlah. Cepat. Kita tidak punya waktu. Omong-omong, apa pergelangan tangan Da Da baik-baik saja?”

“Itu tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Aku harap kamu tidak mengajukan pertanyaan yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan.”

****

Saat sudah sampai di lokasi. Wang Joon masih menonton dirinya yang ada di TV. Kemudian Young Gu bertanya. “Wang Joon. Kamu dicintai oleh begitu banyak orang.”

“Sungguh aneh mengatakan ini sendiri. Tapi bukan hanya wanita, pria wanita, tua muda. Semua orang mencintaiku.”

“Bagaimana kamu mencapai semua itu? Bagaimana kamu bisa dicintai?”

“Kenapa? Apa Da Da mengatakan bahwa dia tidak mencintaimu?”

“Bukan itu.”

“Kamu berbohong. Jika dipikir-pikir. Da Da punya standar yang tinggi bukan? Tentu saja, itu sebabnya dia bertemu aku. Pokoknya, itu bukan sesuatu yang bisa diajarkan seseorang. Dan terlahir dengan bakat juga perlu diperhitungkan. Menyerahlah. Aku akan pegi. Datanglah setelah memarkir mobil.”

***

Young Gu masih melihat acara Ma Wang Joon, “Tiga kiat terbaik Wang Joon untuk dicintai. Ini kiat pertama, kalian penasaran bukan? Memiliki pesona seperti buldoser.” Wkwkkwkwkw yang punya pesona kayak odong-odong gimana?”

“Entahlah. Sejujurnya. Aku tidak tahu banyak.” Ucap Wang Joon saat diwawancara.

***

Da Da berjalan dengan Nona Baek.

“Kupikir kita akhirnya bisa beristirahat setelah musim berlalu. Tapi kita langsung mengerjalan musim berikutnya seperti ini.” Ucap Nona Baek.

Kemudian Yoo Jin berkata. “Kita tidak tahu kapan pekerjaan selanjutnya. Lakukan sebisanya. Ayooo…”

“Benar.”

Di hadapan mereka pun ada Ma Wang Joon lewat. Nona Baek berkata. “Pria idamanku. Ma Wang Joon. Aku tahu dia tidak pernah ramah. Tapi dia sungguh dingin hari ini.”

Kemudian ada aktris perempuan dadah-dadah ke arah mereka. Tak lama, giliran Young Gu muncul.

Nona Baek langsung halu lagi. “Bukankah… apa dia datang untuk menemuiku?”

“Tidak. Dia baru-baru ini bekerja sebagai Manager Ma Wang Joon.” Ucap Da Da.

“Ahhh ini gila. Kenapa nasibku buruk. Ini cinta segitiga terburuk yang pernah ada. Takdir sedang mempermainkanku. Aku sangat sedih, aku hanya punya satu hati……” Young Gu menghampiri Da Da. Tapi Nona Baek masih nyerocos. “Kita sepertinya sering bertemu. Atau itu hanya perasaanku saja?”

“Benar.” Jawab Young Gu singkat. Wkwkwkwk.

“Aku mencintaimu.” Ucap Young Gu ke Da Da.

“Apa kamu bilang??? Apa kamu bilang… sepupu?”

“Aku mencintaimu, pacar.” Whwhwhh mulut Young Gu langsung ditutup. “Dia lama di LN. Jadi, bicaranya terlalu bebas. Luxemburg, di sana tempatnya. Dia dari Luxemburg. Dia sendirian selama bertahun-taun dan merasa sangat kesepian dan kehilangan cinta. Itu sebabnya dia berani berkata begitu.”

Da Da bisik-bisik pada Young Gu. “Apa kamu sudah gila?”

“Sudah kubilang. Aku akan mendapatkan apapun sebisaku untuk membuatmu mencintaiku. Bagaimana? Apa kamu suka aku menyerangmu seperti buldoser?”

“Buldoser kakiku. Kembali ke dalam sekarang.”

Lanjut ke bagian 2 yaaa…. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat