Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 14 Part 1

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 14 Part 1 – Episode sebelumnya kamu bisa cari tahu di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. Terima kasih sudah mengikuti sinopsis di besoksore.com yaaa guysss… selamat liburan juga buat kalian. Kalau yang mager. Selamat mager juga. Wkwkwk.

“pemagang. Apa kamu bisa latihan angkat beban?” Tanya Ma Wang Joon.

“Aku belum pernah.”

“Dasar pecundang. Menjadi pria sejati, hal yang terpenting adalah kekuatan.”

Kemudian ahjumma menyapa Wang Joon. “Wang Joon lama tidak jumpa. Apa kamu sibuk syuting?”

“Tentu.”

“Tapi kamu tetap bugar.”

“Aku terlahir dalam tubuh bugar bukan?”

“Kamu akan latihan seperti biasa? Siapa dia?”

“Ahh dia managerku, seorang pemagang.”

“Benarkah? Dia sangat tampan. Aku pikir dia aktor baru.”

“ayolah… dia akan berpikir kamu serius jika berkata begitu…. aku akan melakukan pemanasan sebelum latihan EMS.”

Guys, nyatanya mereka pergi ke pusat kebugaran. Saat Wang Joon akan mencoba angkat berat. Young Gu berkata. “Ini nampak berat. Kamu bisa cidera.”

“Yak. Kenapa kamu melakukan itu? Berdiri saja di sana. Aku akan tunjukkan kepadamu seperti apa pria sejati.”

“Kamu belum pemanasan. Ototmu akan mengalami kejang.”

“Aku Ma Wang Joon. Kamu tahu sudah berapa lama aku melakukan latihan pribadi? Minggirlah dan diam saja. Kamu tidak tahu apapun.”

Dengan sombongnya Wang Joon angkat beban dan emang susah. Tapi, dia keras kepala mencoba sampai mukanya kayak mamang cilok yang kebelet eek.

“Pemagang… tolong aku… cepat!!!” Wang Joon tidak bisa mengangkat beban. Dan karena Young Gu adalah robot kuat. Beban dipegang nampak seperti kapas. Ringan.

“Aku hampir mati. Itu menyakitkan. Kurasa ini agak berbeda daripada yang biasa aku pakai. yakkk… pemagang. Kenapa kamu tersenyum?”

“Kenapa tidak coba yang lebih ringan, Pak?”

“Ikuti aku. Akan kutunjukkan caranya.”

****

. “Wahh… posturmu sempurna. Ma Wang Joon memang yang terbaik.” Ucap ahjumma usai Wang Joon latihan apakai alat listrik yang dililitin ke badan.

Wang Joon menyombong lagi. “Itu mungkin nampak mudah. Tapi lebih sulit dengan memakai alat ini. Kamu tidak bisa membandingkannya dengan barbel.”

Ahjumma berkata. “Ini merangsang otot dengan listrik. Jadi, jauh lebih sulit.”

“Pemagang kamu mau coba?”

Young Gu akhirnya memakainya. Setelah alat dinyalakan. Listrik malah konselet. Da Da yang datang pun langsung masuk ke area gym. Young Gu nampak diam saja seperti patung.

“Apa yang terjadi? gawat” Da Da di depan Young Gu yang tak lama. ia memang sudah mengintai aktivitas Young Gu dan mantan kekasihnya, Young Gu pun tertidur. Saat akan menghubungi 119. Da Da pun mencegahnya.

“Dia baik-baik saja. Dia akan baik-baik saja.”

****

“apa yang terjadi? Aku tahu ini akan terjadi.” Da Da mencoba membangunkan Young Gu.

“Eom Da Da. Kamu yakin dia baik-baik saja?” Tanya Ma Wang Joon. “Ada apa dengan si pemagang? Kamu yakin dia tidak perlu ke dokter?”

“Ayo bicara di luar.”

****

“Yak… ada apa?” Tanya Wang Joon. “Kenapa tidak mau ke dokter? Dia mungkin tersetrum.”

“Dia akan baik-baik saja.”

“Dia pingsan dan kamu pikir dia akan baik-baik saja?”

“Kenapa kamu dari awal menyuruh dia melakukan ini?”

“Aku hanya…aku hanya ingin berlatih bersamanya. Dan aku biarkan dia mencobanya.”

“Kamu yakin kamu tidak berniat mempermalukannya? Kamu senang melakukan itu?”

“Dan kamu sendiri? Bagaimana kamu tahu kami ada di sini? Apa kamu mengikuti kami karena mencemaskan dia? Eom Da Da, kamu sungguh punya perasaan kepadanya?”

****

Ahjumma bersama Young Gu melihat Young Gu sadar. “Kamu sudah sadar? Astaga… kamu baik-baik saja?”

“Ya. Aku baik-baik saja.”

“Mesin kami biasanya sangat aman. Tolong jangan katakan kepada siapapun bahwa kamu tersetrum.”

“Baik, jangan cemas.”

****

“Apa kamu tidur dengannya?” Tanya Ma Wang Joon.

“Apa?”

“Aku bertanya apa kamu tidur dengannya. Katakan itu!!!”

“Apa itu penting bagimu?”

“Ya. Itu penting bagiku.”

“Kamu sungguh keterlaluan.”

Kemudian Young Gu muncul.

“Kamu baik-baik saja?” Tanya Da Da.

“Ya. Aku baik-baik saja. Maaf membuatmu cemas.” Young Gu bicara pada Wang Joon. “Nampaknya kamu tidak punya jadwal lain hari ini. Boleh aku pulang?”

“Tentu. Pulanglah.”

****

Cincin Da Da sangat hitam. “Pacar, kamu pasti sangat marah. Aku hanya berhenti berfungsi sebentar. Jadi, tolong jangan marah kepadaku.”

“Aku sudah melarangmu bekerja sebagai manager Ma Wang Joon, bukan? Apa yang akan kamu lakukan jika aku tidak datang?”

“Maafkan aku.”

“Aku merasa masa hidupku berkurang karena kamu. Aku seharusnya tidak tertipu oleh pria bernama Nam Bo Won dan mengembalikanmu.”

Mereka berjalan. Wang Joon pun keluar. Kemudian ada seorang pria dari atas akan dengan sengaja menjatuhkan pot. Ma Wang Joon langsung berlari ke arah Eom Da Da.

Dan nyaris saja. Eom Da Da kejatuhan pot. “Da Da kamu tidak apa-apa? Apa kamu terluka?” Ucap Ma Wang Joon.

Sedangkan Young Gu naik ke tangga dan mengejar pelaku. Pelaku berhasil dibuat melayang oleh Young Gu.

“Ikut aku ke kantor polisi.” Ucap Young Gu.

“Ya. Baiklah. Ayo.”

Lanjut ke bagian 2 yaaa… klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat