Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 13 Part 2

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 13 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys, terima kasih sudah sabar menanti. Karena emang molor buat sinopsisnya karena lebaran.

Manager berkata pada Da Da. “Terima kasih sudah menjenguk.”

“Aku akan datang lagi.” Dan tak sengaja Manager menemukan cincin di jari manis Da Da.

“Begini, aku akan menanyakan sesuatu kepadamu. Apakah kamu mengencani seseorang? Pria di taman hiburan. Dia datang ke lokasi syuting dengan hanbok. Apa kamu berpacaran dengannya?”

“Tidak. Dia bersamaku karena beberapa alasan tertentu.”

“Begitu rupanya. Pantas saja. Da Da… Wang Joon… ahh tidak, hati-hati di perjalanan pulang.”

****

In Hyuk bekata pada Tuan Ko. “Aku pikir ada kode di catatannya. Tapi mungkin aku salah. Aku melakukan segala hal sepanjang malam dan tidak mendapatkan apa-apa. Apa Tuan Ko tertidur?”

“Masih terlalu dini untuk menyerah. Kita harus menemukan jawabannya. Apa menurutmu akan ada tulisan jika kita membakarnya?”

Kemudian ada pegawai melaporkan pada mareka. “Dengan menggunakan lokasi hilangnya Pak Nam sebagai referensi. Aku mencari sesuatu yang terkait dengan “real”. Ini berjarak 200 meter. Ini adalah perusahaan tata rias efek khusus bernama Real.”

****

“Bukankah dia sangat tampan?” ucap kerumunan para pembantu di rumah diana. Diana yang mendengarnya langsung sembunyi. Dan diam-diam menghampiri para pelayannya yang sedang nonton video pelukan gratis Ma Wang Joon.

“Apakah begitu menarik? Bolehkah aku menonton?” Ucap Diana mengagetkan mereka dan tablet diberikan. “Siapa ini?”

“Seorang aktor terkenal bernama Ma Wang Joon.”

“Kenapa kamu menonton sesuatu yang kekanak-kanakan?” dan saat Diana melihat pelayan yang tempo hari tangannya akan dimasukkan ke teko panas. Ia berkata. “Rambutmu sangat panjang. Bisakah kita nanti bermain lagi?”

****

Lagi, Young Gu menempelkan stikernya di dadanya. “Apakah kamu akan pergi?” Tanya Da Da.

“Ya. Tentu saja. Pacar, kamu tidak bekerja hari ini?”

“Tidak hari ini. Tapi bisakah kamu tidak usah pergi.”

“Pacar. Aku pamit. Jangan pergi keluar dan tetaplah di rumah. Jangan sampai kena masalah.” Wkwkwk Young Gu kini mengancam.

“Apa?”

“Aku selalu ingin mengatakan itu.” Ucap Young Gu sambil tersenyum dan pergi.

***

“Yak… tidak ada pekerjaan hari ini. Kenapa kamu berdandan rapi?” Tanya Pak Ogah pada Ma Wang Joon.

“Apa? Seperti inilah pakaianku di rumah.”

“Yak. Kenapa wajahmu nampak muram? Kamu seperti prajurit sebelum pertempuran.”

“Tidak… aku sangat nyaman sekarang.”

“Yak… sebelumnya kamu sangat menentang manager sementara. Kenapa kamu berubah pikiran? Apakah kamu sungguh baik-baik saja?”

“Aku akan baik-baik saja. Itu hanya untuk 3 hari. Tidak… aku yakin dia akan bertahan 3 jam.”

“Yaaahhh… apa maksudmu?

*****

Young Gu datang dan anjing milik Ma Wang Joon menyukai Young Gu. “aku belum pernah melihat Bbobi seperti itu di dekat orang asing.” Ucap Pak Ogah. “Ayo pekerjakan dia.”

“Bbobi… pergilah.” Dan anjing itu pun pergi. “setidaknya aku harus tahu dengan siapa aku bekerja. Aku akan mengajukan beberapa pertanyaan untukmu, paham?”

“Ya,”

“nama?”

“Young Gu.”

Wang Joon malah tertawa. “Maaf. Nama itu sangat cocok untukmu. Usia?”

“Aku membuka mata 11 hari yang lalu. Aku berumur 1 tahun menurut standar korea.”

“Apa itu lelucon? Sudahlah. Kamu kuliah di mana? Jurusan apa? Kamu tinggal di mana? Apa pekerjaan orangtuamu? Kapan kalian bertemu? Di mana kalian bertemu?”

Pak Ogah yang bingung, “Hei, apa yang kamu lakukan? Di mana dia bertemu siapa?”

“Maksudku, kapan dia melihatku untuk pertama kalinya dan sudah berapa lama dia menyukaiku. Kenapa dia mau menjadi managerku? Itu maksudku.”

“Kamu pikir ini kencan buta? Atau memeriksa latar belakang? Kenapa kamu perlu tahu semua itu dari managermu? Lupakan semua itu. Kamu tinggal meminta resumenya. Yang penting adalah apa dia bisa melakukan apa yang Ma Wang Joon mau. Itulah inti dari menjadi manager.”

“Jika itu adalah tugasku menjadi manager. Aku bisa melakukan apa saja.” Ucap Young Gu.

“Benarkah? Kamu sangat percaya diri. Kalau begitu, ambilkan kopi untukku.”

“Kamu mau kopi?”

“Pergi ke kafe fovoritku di desa seorae dan bawakan es macchiato karamel. Asal kamu tahu, aku benci es yang mencair. Jadi, bawakan dalam kondisi segar, 30 menit setelah dibuat. Bisa? Tidak bisa? Kalau begitu, pulanglah.”

“Aku bisa.” Young Gu pun tersenyum kemudian pergi.

“Dia seorang pria dan punya harga diri, benar? Dia tidak akan kembali setidaknya satu jam. Bagaimana kalau kita membahas iklan yang baru saja masuk?”

Tak lama…. Young Gu datang dengan pesanan yang diinginkan oleh Ma Wang Joon.

“Ghiaccio caramela macchiato. Ukuran besar.”

Wang Joon menerimanya dan berkata. “Bagaimana kamu…”

“Aku bertanya kepada pegawai kafe itu dan mereka membuatkan apa yang selalu kamu minum.”

Pak Ogah memuji. “hebat. Kamu mendapatkannya dalam 30 menit? Kamu lulus… daebak.”

“Itu mudah bukan? Memikirkan kopi dengan perut kosong membuatku lapar. Bagaimana kalau kita makan? Aku ingin makan sesuatu.”

“Katakan apapun itu.” Ucap Young Gu.

“Di pecinan ada restoran yang menjual jjangmyeon putih buatan koki terkenal. Tapi aku tidak punya waktu untuk pergi ke sana sendiri. Bisakah kamu membelikannya untukmu?”

“Jangan khawatir. Itu bukan masalah.”

“Pastikan masih hangat dan kenyal.”

Intinya dikasih tugas seperti bikin seribu candi dalam satu malam.

Lanjut ke bagian 3 yaaa… klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat