Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 1 Part 3

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 1 Part 3 – Episode sebelumnya ada di tulisan yang ini yaaaa guys. Nanti ke depannya, mimin bakalan usahakan untuk nulis sinopsisnya tepat waktu yakkkkk…. selamat membaca.

Tbtb ada manager Yeo Woong datang. Ma Wang Joon pun langsung menghindar. Hingga membuat Da Da terjatuh.

“Sedang apa kalian berdua?”

“Kamu mengagetkan sekali.” Ucap Wang Joon.

“Apanya? Sedang apa kalian berdua?”

“Apa lagi yang dilakukan penata rias dan aktor selain menata rias?”

“Apa ini sebabnya kamu menyuruh Ji Min pergi? Aku bertanya-tanya kenapa dia bilang kalian bertengkar.”

“Bukan begitu, Yeo Woong. Aku selesai. Aku permisi.” Da Da kemudian pergi.

“Yak!!! Kenapa kamu menerobos masuk ke ruang ganti Rubby? Apa kamu tahu betapa sulit menghiburnya?”

“Rubby mengatur ulang jadwal hanya untuk pergi ke klinik dan menyulitkan Tim Da Da.”

“Lupakan. Cepat bersiap-siap. Kamu akan terlambat untuk acara penganugerahan.”

******

Da Da memberikan plester kepada kepalanya yang terluka. Ia juga memikiran ucapan Wang Joon yang nampak serius untuk minta putus.

****

Dengan gantengnya Yeo Jin Goo ujan-ujanan. Saat itulah Da Da bertemu dengannya dan menabraknya. Mereka pun mengambil barang yang berjatuhan.

“Kamu baik-baik saja? Aku mengagetkanmu, ya?”

Da Da melihat pada Zero Nine. “Permisi….”

“Ya,”

“Bisa bantu aku?” Da Da mengulurkan tangannya.

Di monitor… Nam Bo Won berkata. “Aigooooo… ini seperti adegan film jika berhasil dengan tes ini, tes daya tariknya sempurna.”

Da Da berkata. “Tolong angkat kakimu dari situ.”

“Ahhh ini…” Rupanya adalah potongan tangan. Da Da dan Zero Nine saling tersenyum. Rupanya Da Da tersenyum karena busnya sudah datang.

Wkwkwkkwkwkwkw…

“Layar hitam? Kenapa? Apa yang kurang dari dia?” Bo Won mulai kecewa.

“Kita seharusnya tidak lengah.”

“Ahhhhh daya tariknya seharusnya sempurna. Aku tidak tahu gadis mana yang akan menerima Zero Nine. Tapi kuharap bukan gadis seperti itu. Jangan sampai.”

Kemudian Bo Won menghubungi Zero Nine. “Zero Nine? Tesmu selesai. Usaha yang bagus, ayo pulang.”

****

Da Da pulang ke rumahnya. Ia menggunakan sarung tangan kembali dan menelepon Wang Joon.

Wang Joon ada di ruang rias dan manager yang tahu ada telepon dari Da Da.

“Siapa?” Tanya Wang Joon.

“Eom Tim jang nim.”

Yeo Woong pun mengangkatnya. “Ohh Da Da yaa…. aku tadi ingin menghubungimu. Aku turut berduka atas kejadian di ruang ganti.”

“Astagaaa unnie… jangan cemaskan hal itu. Aku mungkin tampak begini, tapi aku kekasih Wang Joon selama 7 tahun.”

“Aku harap kalian berdua bisa mengungkap semuanya. Dan berkencan secara leluasa. Kenapa kita harus sangat menderita seperti ini? Aaahhh kudengar kamu menyelesaikan masalah sebelumnya. Berkat kamu, kami berangkat ke penganugerahan tanpa beban.”

“Benarkah? Syukurlah? Bagaimana dengan Wang Joon?”

“Wahahnya sedang dirias. Apa? Kamu mau dia bicara?”

“Tidak apa-apa. Dia pasti sibuk. Aku akan menonton acara itu.”

“Da Da kurasa kamu bisa berharap pada pertunjukkan malam ini. Anugrah peran utama pria terbaik. Mungkin dimenangkan Wang Joon.”

“Benarkah? Bagus sekali.”

Pembicaraan pun usai.

Da Da bicara sendirian. “Apa dia menenang anugerah pemeran utama pria terbaik pertamanya?”

Da Da kemudian mengambil kuenya dan lanjut bicara sendirian. “Aku merasa lega membuat ini di waktu luangku. Anugerahhh pemeran utama pria terbaik saat ini…. Ma Wang Joon!!!!!”

*****

Kilas balik mereka berdua. Di sebuah taman hiburan.

“Ini sangat menyenagkan.” Ucap Da Da. “kamu baru saja mulai mendapatkan perhatian. Aku khawatir orang-orang mungkin mengenalimu.”

“Kekasihku adalah penata rias efek khusus. Da Da maukah kamu menikah denganku? Saat aku memenangkan anugerah pemeran utama pria terbaik. Aku akan memanggil namamu di atas panggung. Eom Da Da… wanita itu adalah kekasihku. Seperti itu.”

Kemudian cincin dimasukkan ke jari Da Da tapi kekecilan. Akhirnya cincin itu dipakaikan di jari kelingking. “Ini pas sekali.” Ucap Da Da.

Mereka pun senang. “jangan dilepas.”

“Mana mungkin dilepas.”

Kilas balik berkahir.

*****

“selamat ulang tahun pertama….. selamat ulang tahun pertamaa…. selamat ulang tahun Zero Nine……”

Nam Bo Won menyanyi. Dan yang dilakukan si robot gedek adalah menyiramkan air ke lilin, bukan ditiup. Wkwkwkwkkwkwkwkw ini kocak.

“Apa yang kamu lakukan?” Tanya Nam Bo Won.

“Kamu menyuruhku memadamkan api.”

“Tidak. Tidak ada yang menyuruhmu memadamkannya seperti itu. Kamu harus meniupnya. Tidak bisa begini. kita harus coba lagi modus perayaan ulang tahun. Apa-apaan ini…. bagaimanapun juga, selamat Zero Nine. Kamu menyelesaikan pelatihanmu selama satu tahun. Pekan depan. Kamu akan menemukan seseorang yang benar-benar mencintaimu. Kamu tidak akan mengenaliku sekarang, tapi kamu tidak boleh lupa apa yang kuajarkan kepadamu. Kamu harus hidup dengan baik di luar sana. Berikan cinta dan terima banyak cinta.”

“Kenapa aku tidak mengenalimu?”

“Itu aturannya.”

Kemudian Bo Won mulai dengan pendidikan video. Sayangnya Nam Bo Won dipanggil oleh atasannya.

Bersambung ke episode 2 klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat