Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 1 Part 2

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 1 Part 2 – Episode sebelumnya ada di tulisan yang ini yaaa guys. Sudah langsung aja yak!! Miminya agak brbr ini. Huhhhhhhh lanjuttt!!!!

“Saat itu, terdengar suara sesuatu yang pecah. Itu suara hati yang hancur berkeping-keping. Apa-apaan itu….? kenapa patungnya jadi jelek sekali? Patung pangeran dimasukkan ke dalam tanur tiup… ohhhhh… memusingkan sekali….” Ucap Nam Bo Won pada Robot Zero Nine. “Kenapa dia memberikan segalanya? Tidak ada yang peduli. Benar Zero Nine?”

“Jika itu untuk orang yang kita cintai, wajar jika ingin memberikan segalanya.”

“Cinta bukan tentang memberi. Juga tentang menerima.” Ucap Bo Won.

“Namun, aku dilahirkan untuk memberi cinta.”

“Itu mungkin benar… tapi, ya. Sulit bagiku meski aku manusa. Itu akan lebih sulit bagimu. Tapi jangan khawatir, Zero Nine. Aku akan memastikan kamu mendapatkan banyak cinta. Aku punya izin bebas. Lihat….”

Bo Won mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan video.

“Seorang pria harus manis di siang hari. Tapi di malam hari, dia harus seksi.” Wkwkwkkwkwkw… ini nanti yang kejadian di episode 4 guys. Uwuwuuw banget dah. “Itu saja. Lihat…”

Suaranya adalah dalam video begini… bagaimana jika mandi bersm?

“Bagaimana? Kamu suka ini?” Tanya Bo Won saat memperlihatkan video.

Suara selanjutnya adalah… atau kita langsung jebur kasur. *wkwkwkwk mian guys. Mimin takut diselepet google, jadi ati-ati banget nulisnya.

Tbtb Tuan Ko masuk. Nam Bo Won pun kaget banget….

“Kenapa kamu terkejut? Apa kamu baru saja memperlihatkan video aneh lagi pada Zero Nine?”

“Memangnya bapak pikir aku ini apa?” padalah ngasih tahu video adengan nananina…. wkwkwk.

Eeeehhhh Zero Nine malah praktek ke Tuan Kok. Ia mengulurkan tangannya.

“bagaimana kalau adus bareng? Atau… langsung menuju kasur????”

Bo Won langsung ngakak. Saya pun. Wkwkwkwkkwkwkwk “Kenapa kamu bertanya-tanya tentang kasur?”

“bersiaplah untuk tes.” Ucap Tuan Ko.

“Zero Nine tes… kamu akan keluar.” Bo Won sangat senang.

*****

Terdengar suara begini.

“Kehidupan sehari-hari di mana robot bekerja berdampingan dengan manusia tidaklah mustahil. Robot yang akan tinggal bersamamu kapan pun, di mana pun bukanlah mimpi.”

Zero Nine nampak di luar ruangan. Ia sendirian dengan gantengnya. Nampak Zero Nine mampu menyihir orang-orang yang ada dengan ketampanannya.

Zero Nine juga membantu ahjumma mengangkat barang yang jatuh. Sampai ahjumma mendadak pakai lipstik. Para remaja pun nggak kalah girang saat melihat Zero Nine.

Dari monitor. Perkembangan ini dilihat.

“Dari siswi SMA sampai wanita tua. Lampu merah muda yang sempurna. Ini luar biasa.” Ucap Bo Won yang mengamati. “Tapi memang Zero Nine tampan dan lembut. Kita membuatnya, tapi dia luar biasa. Selagi kita bicara, dua orang lagi…. seorang lagi. Mereka jatuh cinta.”

“Kirim datanya lebih dahulu.” Ucap Tuan Ko.

“Baik.”

****

Rubby, sang aktris berada di ruang ganti pribadinya. Ma Wang Joon nampak akan menyentuh pipinya. Namun, malah menyentuh bahunya.

“kamu cantik hari ini.” Wang Joon kemudian berbisik. “Apa kamu memperbaikinya lagi? Wajahmu.”

Wang Joon menghela napas panjang. “Kudengar kekacauan itu gara-gara kamu yang meminta perubahan jadwal agar bisa pergi ke klinik besok. Itu bagus Rubby. Tapi coba jangan pakai botoks di wajahmu sebelum syuting. Otot-otot wajahmu membeku. Dan aku tidak tahu kamu tersenyum atau menangis. Jangan berakting menjadi cantik. Beraktinglah dengan baik dan buat orang lain menyukaimu. Itu namanya aktor.”

Rubby kini mengeluarkan air mata. Setelah Wang Joon pergi. Rubby membanting barang.

*****

“Jagiyaaaa…..” Ucap Nona Baek di telepon yang langsung dimatikan oleh lawan bicaranya. “Ahhh pria brengsek ini ganti nomor lagi. Apa aku semembosankan itu?” Tanya Nona Baek pada Da Da.

“Tidak.” Jawab Da Da.

Lain lagi dengan Yoo Jin yang sibuk dengan komputernya. “Eurekaaaa…. berhasil.”

“Berhasil apa?” Tanya Da Da.

“Aini animatronik yang sedang kukerjakan. Jika, aku melakukan ini, benda ini akan bergerak seperti ini…” Yohhhhh dan hanya menyentuh tablet. Sebuah tangan mulai mencorat-coret kertas.

Yoo Jin dan Nona Baek malah menari. Da Da mulai menyentuh-nyentuh tabletnya dan malah membuat robotnya menjadi rusak.

“Aku hanya menyentuhnya.” Ucap Da Da.

“Dia merusaknya lagi!!!!” Ucap Yoo Jin.

Baek berkata. “Dia ahli membuat apa saja. Kenapa dia merusak setiap mesin yang dia sentuh? Apa karena aliran energimu?”

“Kamu dikutuk. Kamu antimesin.” Ucap Yoo Jin. “Kamu pikir dia pegang ponsel dengan sarung tangan di cuaca ini?”

Da Da pun menggunakan sarung tangan untuk memegang ponselnya.

Baek lanjut nyindir. “Tunggu saja semaumu. Kamu tidak akan dapat balasan. Kamu masih menunggu kekasihmu?”

“ini karena dia sibuk. Aku yakin dia pria tersibuk di negeri ini.” Ucap Da Da.

“Aku yakin begitu. Itu sebabnya kamu berkencan selama tujuh tahun. Dan aku masih belum bertemu dengannya.”

“Tim tata rias efek spesial!!!!” Ucap salah satu kru yang datang. “Ma Wang Joon ingin kalian menghapus riasan wajahnya.”

“Apa?”

“Timmu bisa melakukan itu. Kenapa menyuruh kami?” Tanya Nona Baek.

“Aku hanya disuruh menyampaikan pesan.”

Da Da pun berdiri. “Aku akan melakukannya.”

“Tidak jangan…” Ucap dua rekan Da Da.

“Tidak. Aku akan menyampaikan hal yang ada di kepalaku hari ini.” Jawab Da Da.

****

Da Da menghapus makeup di wajah Wang Joon.

“Apa kamu tidak terlalu mempelajari karaktermu? Saat kamu mengkissue Rubby tadi, itu agak terlalu panas. Alphago seharusnya lebih dingin dan lebih gelap.”

“Apa yang kamu lakukan?”

“Menurutmu apa? Tidak bolehkah aku memberi saran seperti itu?”

“Penata rias efek khusus seharusnya fokus pada pekerjaannya.”

“Apa ada masalah dengan pekerjaanku?” ucap Da Da.

Di ruangan itu juga ada kru lain yang sedang membereskan baju.

Ma Wang Joon mulai marah. “Selagi kita membahasnya, aku tidak suka yang kamu lakukan terhadap alphago hari ini. Untuk menggambarkan kemarahan alphago. Bukankah seharusnya kamu lakukan sesuatu yang lebih drastis?”

“Kita memutuskan konsepnya sebelum syuting. Kenapa kamu mengeluh sekarang?”

“Aku mengeluh?”

“Ma Wang Joon Sshi… sekecil apapun opininya, terimalah dan bersikaplah rendah hati.”

“Ahhh yang benar saja. Ji Min… tinggalkan kami.” Ma Wang Joon meminta kru yang ada di dalam ruangan untuk pergi.

****

Kini hanya ada Da Da dan Ma Wang Joon dalam satu ruangan. Keduanya berhenti berakting marah.

Tapi Wang Joon berkata keras. Da Da malah tertawa. “Ketua Tim Eom. Apa katamu? Apa kamu sudah gila?”

Eom tak kalah bersuara keras. “Kamu berkali-kali mengeluh tentang timku. Kenapa kamu seperti ini? Apa orangmu tidak bisa menghapus riasanmu?”

Da Da malah dipeluk. “Aku memintamu untuk menghapus riasan yang kamu pakaikan. Apa sesulit itu bagimu?”

Akting suara mereka selesai.

“Ada artikel lain.”

“Tentang apa?”

“Aktor bujangan yang paling memenuhi syarat  Ma Wang Joon. Kamu menipu semua wanita di negeri kita.”

“Apa? Aku menipu mereka? Bukankah seharusnya kamu senang? Kita sudah bersama selama tujuh tahun.” Omonaaaaaaaaa pacar Da Da ternyata aktor yang ia dandani. “Itu bukan hal yang pantas kamu katakan.” Da Da ditoyor-toyor.

“Kamu menoyorku?”

“Memang. Itu sebabnya aku memintamu menghapus riasan di wajahku.”

“Kalau aku tidak mengusir penata gayamu. Kamu tidak akan bilang apa-apa.” Da Da memukul Wang Joon hingga mereka terjatuh.

“Sudah lama kita tidak berduaan.” Ucap Da Da. “Kamu tidak ingin mengatakan sesuatu?”

“Aku memikirkan ini. Bagaimana kalau kita menghentikan ini?”

“Apa?”

“Ayo putus. Aku muak harus menemui secara diam-diam.” Wang Joon kemudian tertawa. “Yak… bagaimana dengan naskah baruku ini? Aku bingung harus melakukannya atau tidak. Bagaimana menurutmu?”

“Apa-apaan tadi? Kupikir kamu serius. Bisa-bisanya kamu bercanda soal itu.”

Lanjut ke bagian 3 yak. klik di sini,

Komen dulu ahhhh….

Da Da punya kebiasaan merusak alat elekronik, dia bahkan menggunakan sarung tangan untuk menyentuh ponsel. Itu nggak aneh kalau di episode berikutnya, Da Da menaruh obat di penanak nasi.

Ehhhh tapi nanti pacaranya robot. Akankah robot itu jadi rusak?

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat