Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 1 Part 1

Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 1 Part 1 – Sesuai janji dari mimin yaaaa… episode 1 dan 2 dibuat setelah episode 4 selesai. Jadi ini dehhhh sinopsisnya. Sebenarnya udah mau banget buat sinopsis drama ini. Cuma keduluan yang lain. Tapi setelah lihat. Keknya bakalan beda aja cara buatnya. Jadi mimin buat sinopsis lagi di besoksore kali ini. Selamat menikmati kisah cinta robot gedek yaaa….

Da Da nampak menangis. “hentikan. Semuanya sudah berakhir.”

Kemudian ia membuka sebuah kotak besar. Nampak seorang pria yang terpejam. Da Da pun menyentuhnya. Sayangnya, bonek itu terjatuh dan Da Da meng-kissue-nya.

Udah kek cerita putri tidur aja.

Terdengar narasi dari Da Da.

“bertemu dengan seseorang dan mengucapkan selamat tinggal bisa diputuskan dengan kesempatan dan pilihan singkat. Kalau begitu, apa sekarang kami bertemu secara kebetulan? Ataukah ini adalah takdir.”

******

DRAMA DIMULAI….

Da Da nampak mengergaji… menggergaji potongan tubuh manusia. Tak lama, Da Da mendapatkan telepon.

“Halo. Ya aku siap. Aku memotong kakinya. Bagaimana dengan kepalanya? Haruskah aku mengambilnya? Apaaaa??? Apa maksudmu??? Kamu butuh lebih banyak mayat?”

****

Ma Wang Joon (njirrrrr dia adalah Tae Joo di Mother of Mine. Sibuk banget dah!!!). Ma Wang Joon berdiri di semacam gereja. Matanya kemudian berubah menjadi biru.

Kemudian seorang perempuan nampak disekap. “Dasar gila. Kalian semua gila. Dia akan datang…. dia pasti akan datang menyelamatkanku…..”

“Sudah terlambat.” Seseorang dengan topeng nampak akan menyuntik.

Akkkkkkkkkkkkkkkkkk… teriaklah sang gadis sampe lampu di ruangan pecah. Kemudian muncullah Wang Joon yang nampak seperti pahlawan.

“Alphago. Kamu datang untuk menyelamatkanku.” Ucap perempuan tadi.

“Berani sekali kamu sendirian datang ke sini.” Ucap pria bertopeng.

Adegan bak-bik buk terjadi.

Kemudian sutradra bilang cut……

“Aigooo kamu keren sekali. Usaha yang bagus.” Ucap Sutradara pada Wang Joon. Tapi, bisakah kita istirahat sepuluh menit?”

“Sepuluh menit?”

“Ya,”

“Tentu saja.”

****

“Ahhh Wang Joon, matamu sangat besar. Kamu memang berkelas.” Ucap Yeo Woong.

“Lupakan. Aku sudah berlatih 20 kali. Noona, jika ini acara lelucon, katakan saja kepadaku. Katakan sekarang sebelum aku jadi kasar.”

“Ada sedikit masalah.”

“Masalah?”

****

Sutradara bicara di luar. “memusingkan sekali.”

Kemudian peran perempuan tadi datang. “Sutradara Kim…”

“Ada apa kemari?”

“Ini, makanlah permen ini.”

“Astagaa permen. Terima kasih.” “Kamu bisa melakukannya atau tidak?” Tanya Sutradara pada Nona Baek.

“Ini terlalu medadak untuk kami.” Jawab nona baek.

“Astaga. Kenapa kalian tidak bisa memahamiku?”

Mobil Da Da pun sampai. Rekannya yang berambut merah bernama Yoo Jin langsung mendekat pada mobil Da Da.

“Ada apa ini?” Tanya Da Da. “Kenapa kamu tbtb butuh lebih banyak mayat?”

“Ruby tbtb meminta jadwalnya diubah.”

Sutradara Kim masih mengomel. “Lantas, kami harus bagaimana? Jadwal aktris utama kami harus diubah. Apa kami harus syuting tanpa pemain protagonis utama?”

“Sutradara, jangan melakukannya tanpaku.” Ucap Rubby.

“Kami bukan mesin penjual otomatis. Secara realistis, ini tidak mungkin.” Terang Nona Baek.

Salah satu kru bilang pada sutradara. “Sutradara. Syuting akan dimulai. Kurasa Ma Wang Joon akan ribut jika kita menunda lebih lama lagi.”

Sutradara Kim malah marah. “Apa hanya segini kemampuan tim kalian?”

Da Da yang melihat naskahnya mendekat pada Sutradara. “Baik. Aku akan mencoba melakukannya.”

“Tentu. Kamu seharusnya begini sejak awal. Kamu sungguh menyebalkan astagaaa…” Ucap Sutradara yang menyebalkan.

****

Nona Baek berkata pada Da Da. “Yak Noona. Apa kamu sudah gila? Atau jangan-jangan otakmu tersumbat gara-gara tidak tidur tiga hari?”

“Lantas, apa kita rusak saja jadwal syutingnya? Yoo Jin, keluarkan meja kerja kita.”

Yoo Jin mulai membuka mobil.

Nona Baek masih menggerutu. “Tapi kita tidak perlu sepenuhnya bertanggung jawab. Membuat boneka butuh setidaknya tiga hari. Mana bisa membuat empat boneka dalam sepuluh menit?”

Da Da menunjuk pada naskah. “Ini… kita bisa membuat banyak mayat hanya dengan satu boneka. Jika mereka mati dengan cara yang berbeda-beda, kita akan membuanya dengan boneka yang kita punya… Yoo Jin.”

“Ya.”

“Jika kamu memberi sutradara naskah ini, dia akan paham apa maksudku.”

“Tapi bagaimana jika ada yang salah?”

“Cepat. Kita tidak punya waktu.”

Yoo Jin pun pergi.

“Aku baru ingat. Apa kita masih punya bahan sisa dari saat membuat darah di dalam mobil?”

Da Da pun mulai menuangkannya.

“Yakkk sedang apa kamu?” Tanya Nona Baek.

“Kita punya empat mayat. Mana bisa menggunakan satu darah. Darah setiap orang punya kekentalan dan warna yang berbeda.”

“Siapa yang peduli dengan detail itu?” Nona Baek pun kesal. “Orang-orang bahkan tidak peduli jika darahnya merag atau biru? Mereka hanya menonton wajah peran utama.”

****

Sutradara menerima naskah baru yang diberikan Yoo Jin.

“Sulit dipercaya. Apa-apaan ini? Apa kamu bercanda?”

“Tidak.” Jawab Yoo Jin.

“Beraninya kamu memberikan naskah ini. Tahu apa kamu tentang ini? Kamu sebaiknya mulai bekerja. Kami kehabisan waktu.”

Salah satu kru yang membaca naskahnya berkata. “Ohh… naskah ini tidak terlalu buruk. Aku suka pembagian adegannya dan boneka yang digunakan secara efektif.”

“Apa kamu gila?” Tanya Sutradara.

Kru berbisik. “Sutradara Kim… jika kamu tidak syuting sekarang, kita tidak bisa tayang pekan depan.”

Da Da dan Nona Baek pun datang.

Sutradara Kim mengomel. “Yak!!! Kenapa lama sekali. Apa tidak lihat semua orang menunggu?”

“Maaf. Kita harus membuat darah ekstra.” Jawab Da Da.

Sutradara akhirnya memberikan pengumuman. “Baik, kita akan syuting dengan naskah ini. Ayo mulai bekerja.”

*****

Syuting berlanjut lagi di agegan bak bik buk. Da Da bertugas untuk memberikan darah palsu dan menggambar luka saat itu juga. Membuat efek terbakar dan efek yang mengerikan seperti tangan putus.

Hingga syuting berkahir dengan baik.

Sutradara puas. “BAGUS SEKALI…. Wang Joon, itu sempurna.”

Sutradara pun memuji Rubby. “Rubby aktingmu bagus sekali. Apa kalimat terkahirmu tadi?…..”

****

Kini Sutradara bicara pada Eom Da Da.

“Eom Tim Jang.”

“Sutradara Kim. Kerja yang bagus.”

“Kamu putri Tuan Eom? Kamu mewarisi Real.”

“Ya. Benar.”

“Stafku baru saja memberitahuku. Ayahmu hebat pada zamannya. Jadi, berapa lama kamu di bidang ini?”

“Termasuk saat aku jadi asisten. Sekitar sepuluh tahun.”

“Berarti kamu pasti tahu peraturan di sini. Kenapa kamu kelewatan? Kamu syuting karena harus. Tapi kamu hanya manager tim. Berani sekali kamu memberi sutradara naskah baru. Bahkan ayahmu tidak bisa lakukan itu ketika dia masih hidup!”

“Aku minta maaf jika menyinggungmu tadi. Tapi ini darurat.”

“Seberapapun darurat. Ada batas yang tidak boleh kamu langgar. Jangan bertindak melewati batas. Jangan rusak reputasi ayahmu.”

Sutradara bahkan dengan kasar menendang ember darah yang dibawa oleh Eom Da Da. Wajah Da Da pun terkena darah palsu.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat