Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 12 Part 2

Sinopsis My Absolute Boyfrien Episode 12 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa… terima kasih. Selamat membaca.

Da Da masuk ke kamarnya dan cincin yang ia pakai berubah menjadi pink.

“Pacar… ada masalah?” Young Gu mengetuk.

Da Da pun keluar. Da Da menunjukkan tangannya. “Ini aneh. Kupikir ini rusak.”

“Tidak itu tidak rusak.”

“Tidak… ini rusak. Aku tidak mencintaimu. Aku hanya menyukai fakta kamu selalu di sisiku saat aku mengalami kesulitan. Jadi, kamu harus berhenti bersikap baik padaku. Kupikir aku tidak bisa lagi mencintai seseorang dan tidak mau terluka lagi karena cinta. Jadi, kamu harus berhenti menyukaiku.” Da Da masuk kamarnya lagi.

****

Young Gu kemudian melihat buku milik Da Da. Di situ adalah proyek dr alphago 2. Ada Ma Wang Joon di dalamnya.

****

Diana sedang memainkan piano. Kemudian Ran datang. “Agasshi, saatnya kamu tidur.”

“Ran. Kamu ingat?”

“Apa?”

“Kamu ingat kenapa aku tidak suka manusia?” Diana mengambil bonekanya.

“Karena manusia suka berbohong?”

“Ding Dong Deng…” Diana memainkan pianonya. Pertanda jawaban Ran benar. “Tapi masalahnya, mereka berbohong kepadaku.” Diana ingat saat diberitahu alasan kenapa dia belum bisa menerima Zero Nine. “Saat manusia berbohong, itu terlihat. Saat melihat orang yang berbohong, aku sangat ingin memarahi mereka.”

“Kenapa kamu tidak langsung bicara?”

“Karena lebih menyenangkan menyiksa mereka dengan perlahan. Tapi Ran, jika yang mereka katakan bohong, apa menurutmu yang terjadi kenapa mainanku?”

“Apa perlu kuselidiki?”

“Tidak. Ayo buat pesta kejutan.”

****

In Hyuk berlari menuju Tuan Ko. “Itu….” Ucap In Hyuk.

“Kamu menemukan Zero Nine?”

“Tidak… di luar, adaaa…. kita dalam masalah.”

***

Diana datang bersama Ran.

“kejutan…. aku datang memeriksa sendiri.”

“Apa… apa yang terjadi?” Tanya Tuan Ko.

“Di mana mainkanku? Di dalam?”

“Maaf. Diana, kamu harus kembali. Ini melawan aturan perusahaan jika menunjukkan padamu produk yang masih dikembangkan.”

“Jawaban yang salah. Yaaa… akan kutunjukan produknya. Itu jawaban yang benar.”

Diana kemudian masuk dan menuju peti.

“Buka….”

“Tidak bisa. Kamu mungkin klien kami, tapi ini tetap melanggar aturan.”

“Apa kamu bercanda? Buka sekarang juga.”

Karena Diana marah, akhirnya dengan tangan besinya, ia memukul tangan Tuan Ko yang diletakan di atas peti hingga kesakitan.

Saat diana akan membuka kotaknya. Pak Ko langsung bicara. “Lihat pada layar. Kami pakai foto pemuda yang kamu kirim dan mensimulasikan untuk mereka sepertia apa dia saat dewasa. Itu proses yang sangat rumit. Jadi, tolong pahami bahwa kami terlambat dari jadwal. Kami sedang dalam proses mengatasi semua kekurangan yang akan ditemukan pada Zero Seven.”

“Diterima.” Ucap Diana.

“Kami belum menyelesaikan wajahnya, tidak bisa ditunjukkan sekarang. Tapi akan kutunjukkan detail produknya. Kami akan lakukan yang terbaik untuk mengirimnya padamua secepatnya.”

“Tik tok tik tok… itu suara detik jam. Jika kamu gagal menepati jadwal yang dijanjikan. Bangggg banggg bangggg….” Diana pun tertawa. “Pertahankan kerja keras kalian. Para pembohong.”

Diana keluar bersama Ran.

****

Peti dibuka. Ternyata di dalamnya ada In Hyuk yang memakai topeng.

“Dia sudah pergi?”

“Ya. Dia sudah pergi.”

“Kupikir aku akan sesak napas. Aku sungguh tidak akan bisa terbiasa dengannya. Dia seperti gadis gila yang cerdas. Tapi sekaligus menakutkan. Pak, kurasa kita akan dalam masalah besar jika gagal menemukan Zero Nine.”

“Kupikir kita sudah dalam masalah besar.” Ucap Pak Ko.

****

“Apa yang kamu lakukan di sini?” Ucap Da Da dengan celana pendeknya… haihhh suka bgt dia pamer kaki.

“Pacar… aku menunggumu agar bisa mengantarmu ke tempat kerja.”

“Tidak perlu. Aku bisa pergi sendiri. Sampai jumpa.”

“Kenapa? Akan kuantar ke sana, pacar.”

“Hei, kamu sungguh baik-baik saja?”

“Apa maksudmu?”

“Setelah mendengar ucapanku padamu semalam, kamu seharusnya marah padaku, menghindariku. Atau menjauhiku. Itu yang dilakukan orang pada umumnya.”

“Aku tidak marah. Aku tidak mau menghindarimu. Aku juga tidak mau menjauhimu. Tidak masalah jika kamu tidak menyukaiku. Aku akan mencintaimu. Aku terlahir untuk melakukan itu. Jadi, biarkan aku pergi bersamamu, pacar. Akan kuantar kamu ke tempat kerja.”

Lanjut ke bagian 3 yaaaa… klik di sini episode selanjutnya,

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!